Jumat, 23 April 2010

DIY : troubleshoot ABS & EBD

Well, bukan benar-benar DIY sih, newbie hanya mencuplik sebagian-sebagian saja dari swift manual tentang bagaimana cara troubleshoot bila lampu ABS atau EBD menyala. Newbie sendiri belum pernah mempraktekkan. Pengalaman newbie sendiri pernah mendapati lampu ABS menyala waktu Aerio newbie di-run di atas dyno, roda depan berputar dan roda belakang diam, langsung lampu ABS menyala karena dianggapnya sebagai masalah, setelah mobil dipakai test jalan otomatis lampu ABS kembali padam tanda normal kembali. Itu salah satu gambaran bahwa lampu ABS menyala menunjukkan adanya kelaianan pada system, meski begitu kelainan bukan berarti ada yang rusak.

Tentu saja karena ABS ini mengandalkan sensor dan perangkat electronic tentu saja pastikan bahwa Aki memiliki setrum yang cukup, bisa saja kelainan disebabkan kekurangan setrum. Sepele tapi bisa bikin pusing.

gambar 1

Gambar 1 normalnya : menyala waktu kunci kontak di ON dan mati setelah 2 detik. Bila menyala terus berarti ada masalah, bila kedip-kedip / flashing kemungkinan ada konektor di ABS Hydrolic Unit yang bermasalah atau bahkan ABS Hydrolic Unit itu sendiri.

gambar 2


Gambar 2 normalnya : menyala waktu kunci kontak di ON dan mati setelah 2 detik. Atau bila Handrem ditarik. Bila menyala terus padahal tidak handrem sudah dilepas berarti ada masalah pada EBD. Minyak rem yang kurang mencukupi di tabung reservoir juga bisa menjadi penyebabnya.

Dengan mengetahui komponen-komponen pada system ABS, akan membantu kita melakukan trouble shooting dari kelainan yang ada di system ABS ini. Beberapa cara trouble shoot ada yang bisa kita lakukan sendiri tetapi ada juga yang harus meminta bantuan ke pihak yang lebih ahli misalnya Bengkel Resmi atau sering disingkat BERES. Sedangkan di blog ini newbie mencoba untuk menulis porsi yang sekiranya dapat kita lakukan.


Komponen-komponen ABS :

gambar 3


BERES memiliki alat yang lengkap dan mekanik ahli yang dapat melakukan trouble shoot system ABS. Salah satu toolsnya adalah Scanner untuk membaca kode error yang ditunjukkan system. Scanner ini (A) akan dicolokkan ke socket OBD-II (1).

gambar 4

Kode error yang dapat mungkin muncul adalah :

gambar 5

Dari sini terlihat dengan kelengkapan tools akan memudahkan mencari sumber permasalahan. Meski begitu ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk melakukan pengecekan sendiri. Newbie coba tulis penjelasan dan hal yang perlu dicek secara bergantian.

1. Cek Aki, pastikan tegangannya mencukupi. Gunakan AVO untuk mengecek voltasenya, apabila di bawah 12 Volt coba charge atau ganti.

2. Cek ketinggian minyak rem pada tabung reservoir. Perhatikan pula switch minyak rem (gambar 6 no 1) yang ada apakah terlepas atau putus kabelnya.

gambar 6

2. Pahami lokasi dari masing-masing komponen (lihat gambar 3).
Newbie fokus ke :

  • ABS Hydrolic Unit atau ABS Control Modul (gambar 3 no 1)
  • Ring sensor ABS yang ada di masing-masing roda (gambar 3 no 6)
  • ABS Sensor yang ada di masing-masing roda (gambar 3 no 2)



3. Pastikan konektor kabel ke ABS Hydrolic Unit tidak kendor / kotor / korosif yang menyebabkan ganguan kelistrikan. Perhatikan gambar 7 no 3, itu adalah konektor. Perhatikan gambar 8, tarik tuas ke bawah untuk melepas (disconnect) dan ke atas untuk menyambung (connect), bersihkan soket dan pastikan koneksinya sempurna dan tidak goyang.

gambar 7

gambar 8

4. Perhatikan kondisi fisik sensor ABS yang menempel pada knukle di roda depan dan roda belakang apakah menempel sempurna atau tidak. Perhatikan gambar 11, A : menempel sempurna karena tidak ada gap / celah / clearance. Pastikan pula kabel dari sensor ABS tidak ada yang terkelupas / putus.

gambar 9 - Sensor ABS (4) pada roda depan

gambar 10 - Sensor ABS (2) pada roda belakang

gambar 11 - A: Sensor menempel sempurna, B: salah karena ada gap

5. Amati ring sensor ABS, apakah hilang, apakah pas posisinya atau miring, apakah terdeformasi, apakah kotor. Bersihkan bila gigi-gigi pada ring tersebut kotor.

gambar 12 - ring sensor ABS pada roda depan

6. Lepas socket konektor kabel dari Sensor ABS yang menuju ke ABS Hydrolic Unit / Control Unit. Untuk roda belakang Swift / Aerio, soket terdapat di bawah bangku belakang. Hubungkan AVO dengan disetel ke Volt AC (arus bolak-balik), hubungkan ke konektor (gambar 13 no 1) untuk mengukur voltase output dari sensor ABS. Dengan roda yang terangkat, putar roda dengan tangan dengan kecepatan kira-kira 3/4 sampai 1 1/4 putaran per detik, baca AC Volt yang timbul dari sensor. Seharusnya terbaca 53 mV atau lebih. Bila ternyata pengukuran di luar spek, maka dugaan sensor bermasalah dan perlu penggantian.

gambar 13 - cek voltase yang timbul dari sensor ABS

Bila memiliki osiloskop dapat juga diukur dengan menggunakan osiloskop (yang punya jarang nih keknya, dulu aja cuman pernah nyoba waktu pratikum fisika waktu SMA). Cek apakah voltase puncak ke puncak (peak) 140 mV atau lebih pada frekuensi 15 Hz bila roda diputar dengan kecepatan 1/2 sampai 1 putaran per detik, pastikan pula terbentuk gambar sinus yang sambung.

gambar 14

7. Lepas sensor dari knuckle roda, gunakan AVO untuk mengukur resistansi/hambatan. Perhatikan gambar 15; Pengukuran terminal ke terminal (no 1) : 1.2 - 1.6 kOhm pada 20 *Celcius; Pengukuran terminal ke body sensor (no 2) : infinite atau tak terhubung. Bila ternyata pengukuran di luar spek, maka dugaan sensor bermasalah dan perlu penggantian.
gambar 15

8. Serahkan ke BERES atau bengkel lain yang memiliki peralatan lengkap dan ahli mengenai ABS untuk diagnosa lebih lanjut.

by singachu

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar