Senin, 10 Maret 2014

DIY : Treatment aki dengan cara charge

gambar 1 - voltase aki diukur pagi hari
Newbie masih cukup jengkel dengan aki yang baru terbeli maret lalu. Voltase aki akhir-akhir ini hanya 12.3 volt saja. Pernah coba charge dan ukur specific gravitynya, sempat menuduh volt stabilizer sampai pasang relay, sempat OK, tapi toh di januari 2014 mulai terukur hanya 12.3 volt.
Sempat terpikir beli charger CTEK yang katanya bisa desulfatasi dan bisa rekondisi kondisi aki, cuman terkendala di harga. Mau pakai Na-EDTA juga males, dulu pernah pakai tapi ga ada efeknya.
Setengah putus asa, newbie coba charge, berbeda dengan biasanya yang paling 1 hari, kali ini sempat dicharge sampai 2 hari langsung. Hasilnya voltase aki bisa kembali terukur 12.40 volt di tanggal 22 Feb 2014, padahal kondisi tersebut setelah didiamkan semalaman.
Tanggal 27 Feb 2014 kebetulan ada acara di surabaya sehabis dari kantor, mungkin juga terbantu oleh alternator yang bekerja lebih lama, paginya 27 Feb terukur 12.48....cukup surprise bisa mulai naik lagi meski sudah didiamkan semalaman.
28 Feb terukur 12.40 volt, kembali memburuk mungkin karena pemakaian mobil tidak sebanyak hari sebelumnya.
Kembali setelah dicharge semalaman, tanggal 2 Mar terukur mayan tinggi 12.65 volt, maklum baru di charge.
3 Maret kembali terukur 12.57 volt.
5 Maret terukur 12.50 volt setelah didiamkan semalaman.
7 Maret terukur 12.47 volt setelah didiamkan semalaman dan sirine alarm sempat menyala.
9 Maret sebelum mesin dihidupkan dan didiamkan sejak kemarin sore, jadi 12 jam tanpa dipakai, hasilnya cukup tinggi 12.58 volt, not bad untuk aki yang sempat jelek penyimpanan listriknya.
Lanjut lagi dicharge semalaman.
gambar 2 - ilustrasi charge

Gambar 2 hanya ilustrasi saja, chargingnya sebenarnya newbie letakkan di dalam kap mesin (pastikan tidak ada kebocoran bensin, percikan api), tujuannya biar ga kehujanan dan kap mesin bisa dikunci. Chargernya ya memang di gambar 2 itu seperti yang dulu pernah dipakai di report test tegangan aki, charger kecil 2 Ampere tapi sudah ada rangkaian agar aki tidak overcharge.

Paginya setelah didiamkan kira-kira 45 - 60 menit newbie test specific gravity nya dengan hydrometer untuk melihat kondisi kesehatan masing-masing cell aki (pernah newbie ulas di sini). Dengan penomoran cell aki seperti di gambar 4, hasilnya seperti nampak di gambar 3, yaitu :
Cell 1 : 1270
Cell 2 : 1270
Cell 3 : 1265
Cell 4 : 1270
Cell 5 : 1260
Cell 6 : 1265
Temperatur udara luar ga ngukur tapi cukup sejuk di pagi hari.
dari pengukuran Specific Gravity, terendah 1260 dan tertinggi 1270, selisih 10 poin. 1270 menandakan cell aki yang baik, sedangkan 1260 masih kategori hijau (bisa baca di sini untuk cara baca specific gravity). Secara umum cell-cell dalam kondisi baik.
 gambar 3 - Nilai pengukuran Specific Gravity Cell Aki
 gambar 4 - pengukuran kesehatan cell no 6 dengan hydrometer
Setelah itu newbie coba ukur lagi voltasenya sebelum mesin hidup, seperti nampak di gambar 5 :
Voltase awal 12.66 (setelah semalaman di charge)
Coba hidupkan lampu utama + lampu foglamp kira-kira 10 detik lebih.... matikan dan newbie bergerak ke Avometer, sempet nampak voltase di 12.5 an tapi ga sempat foto.
Foto berikutnya 12.61 dan terus naik sampai 12.66 volt. Eh agak lama masih naik lagi ke 12.67 Volt dan ditungguin lagi 12.68 Volt.
 gambar 5 - test ukur lagi voltasenya

Bila dibuat kesimpulan, dengan cara slow charging dalam waktu yang cukup lama (lebih dari 24 jam) sepertinya aki ini kembali tertolong dan mulai mampu mempertahankan listriknya, meski begitu newbie masih ragu untuk beberapa bulan kedepan dan terutama kalau didiamkan 2 hari tanpa ada listrik yang masuk. Masih perlu pengamatan lebih lanjut untuk membuktikan apakah kesimpulan ini valid atau tidak.
gambar 6 - Indikator voltase di dashboard
Kebetulan baru pasang voltmeter di dashboard, tapi dari pengetesan ada selisih sekitar 0.3 volt antara terukur di pole aki dengan AVO meter dan terukur di dashboard dengan digital water temp - volt meter 2 in 1. Gambar 6 difoto sesaat setelah kompresor AC bekerja. Dari pengamatan drop voltage anehnya paling kerasa kalau menyalakan lampu sein, turun naik voltasenya meski masih di 13.0 Volt.

Update :
gambar 7 - pengukuran lebih lanjut
Masih penasaran apakah hasil treatment hanya sementara atau bersifat permanen, diukur terus tiap pagi kalau pas ga lupa hehehehe.... nampak di gambar 7 dilakukan pengukuran di pagi hari sebelum engine start :
13 Mar : 12.53 volt
14 Mar : 12.49 volt (di 13 maret malam hari sempat otak-atik kelistrikan, mungkin ini penyebab sedikit turun)
15 Mar : 12.59 volt
16 Mar : 12.62 volt
Nampaknya memang treatment dengan cara charge berlama-lama bisa memulihkan daya simpan aki. Dengan catatan aki belum dalam kondisi yang parah, sebab kalau sudah parah tidak akan bisa menolong sulfatasi yang terjadi.

Tambahan di gambar 7 terukur di aki Next G yang umurnya setahun lebih tua (agustus 2012).
15 Mar : 12.63 Volt
16 Mar : 12.64 Volt

Terlihat di aki Next G yang setahun lebih tua, voltase penyimpanan malah lebih baik, hal ini karena di awal beli aki untuk Next G, newbie sudah melakukan treatment charging sebelum aki terpasang di mobil, sedangkan di Aerio sempat terbengkalai karena kesibukan newbie.
Kesimpulan newbie sementara : Bila ingin aki awet, pastikan aki dalam kondisi full charge untuk meminimalisir terbentuknya sulfatasi, dan full charging tersebut dimulai sedini mungkin yaitu tepat sebelum aki dipakai di mobil.

regards,
singachu

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar