Senin, 18 Agustus 2014

DIY : Testing kesehatan aki dengan ukur voltase masing-masing cell aki {tweet4nn4}

 gambar 1 - alat - bahan - setting awal
 http://otodiy.blogspot.com 
Sebelumnya terima kasih untuk blog otodiy.blogspot.com milik Oom Singachu dimana saya sendiri banyak belajar dan mendapat pengetahuan dari teman2x semua yang senantiasa berbagi DIY. Perkenankan saya sekedar share soal aki mobil Soluna yg usia pakainya hampir 2.5thn (Jan 2012 beli), merk G|S Battery . Yup dari namanya ini bukan aki GS by Astra Otopart (made by GS battery). Dulu karena masih belum aware soal produk-produk aki, jadi waktu beli sebutin merk GS ya diberi merk ini : G|S. Apakah penjual salah,bisa dibilang tidak krn saya cuma nyebutin GS, kurang aware harusnya minta GS made by GS BATERRY sole distributor ASTRA OTOPART. Apakah saya (konsumen) dirugikan, jelas iya karena tidak diberikan info yang jujur (oleh penjual  yg curang tsb) dan kemungkinkan juga kualitas aki tsb kurang baik (meskipun telah dilakukan perawatan rutin). 
Gejala aki soak ini dialami setelah 4-5 hari apabila mobil tidak dipakai. Tidak bisa stater. Pada mulanya sy pikir hanya kurang pengisian tegangan/daya karena jarang dipakai (seminggu ngendon di garasi). Kebetulan ada jumper, pakai aki mobil lain,  masalah selesai mobil bisa distater. Namun beberapa kali dipakai asumsi pengisian jarak dekat atau jauh, pasti 5 hari kemudian soak.  Cek tegangan dengan digital Avometer ternyata cm 10.5V. Akhirnya coba lepas kabel  kutub positif & negatif dan charging dng charge 12V/6A selama 12 jam. Sipp, tegangan balik ke 12,6V. Coba dulu tidak dihubungkan kelistrikan mobil. Ternyata 5 hari kemudian dicek dengan AVOMETER, tegangan balik ke 10.5V. Wah, padahal tidak ada beban yang dipakai (open circuit). Curiganya aki rusak,meski kondisi fisik masih baik (tidak tampak melembung dan air aki sesuai level). Coba tweet ke @otodiy dan dikonfirm curiganya rusak juga, hanya penasaran ingin tau gimana cara taunya.


Dari baca-baca di web, yang saya bisa pelajari kalau :
  1. Kerusakan aki karena kemampuan menyimpan tegangan & daya sudah berkurang secara alami seiring dengan waktu pemakaian, kualitas aki dan perawatannya. Biasanya karena proses sulfonasi karena plate logam di sel aki tertutup endapan sulfat produk samping dr reaksi kimia (aki tampak bengkak/menggelembung).  Tegangan yg  terbaca bisa saja 12V namun karena kapasitasnya menurun sehingga aki menjadi soak, apalagi pas dipakai untukmenarik daya yang besar ketika stater mobil
  2. Kerusakan aki karena 1 atau beberapa cell aki rusak, bisa karena plat logam yang jebol, bersinggungan dsb sehingga korslet/hubungan singkat. Akan terjadi proses self disharging atau kehilangan kemampuan menyimpan daya. Meskpun kondisi aki tdk terpakai , dng sendirinya tegangan akan turun drastis. Dan ketika tegangan dibawah 12V, otomatis aki soak.
Bermodal tsb saya mau mencoba test tegangan di masing-masing sel aki. Asumsinya 6 sel x 2,1V = 12,6V.Kalau Cuma 10 V kemungkinan ada 1 sel  (2V) yang rusak ,iyu yang ingin sy cari tahu.

BAHAN :
  1. AVOMETER (digital lebih baik)
  2. Paku atau kabel panjang (sebagai perpanjangan probe yang dikonek ke MINUS/HITAM Avometer). Jangan langsung masukkan/pakai  PROBE AVOMETER tercelup ke larutan H2SO4 aki
  3. LAP untuk membersihkan cairan Aki yang tercecer
Langkah :
  1. AWAS : metode ini sebaiknya tidak dilakukan apabila mobil anda dilengkapi dengan sistim immobilizer yang bisa menyebabkan terkuncinya sistim ECU kendaraan anda apabila terputus dari supply listrik (lihat no 2). Namun apabila anda cukup yakin mobil anda tergolong konvensional silakan do it with your own risk.
  2. Bekerja dengan aki cukup berbahaya karena mengandung cairan asam sulfat (H2SO4) yang korosif bagi cat/kesehatan dan listrik yang tersambung kelistrikan mobil. Untuk safety, lepas kabel + dan – dari kedua kutub baterai  dan pastikan air aki tidak tertetes/tercecer di bodi mobil anda atau kena kulit.
  3. Buka semua tutup sel aki sehingga proses pengecekan bisa dilakukan simultan. Posisikan AVOMETER dalam kondisi aman & mudah dibaca. Set mode ke VOLTASE DC
  4. Hubungkan/jepit probe +/MERAH AVO ke kutub + AKI
  5. Mulai dari SEL 1,posisi terdekat  di kutub +AKI,masukkan PAKU/KABEL yg terhubung PROBE -/HITAM AVO. Baca tegangan yang terbaca. Seharunya SEL 1 akan terbaca sekitar 2V
  6. Lanjutkan ke SEL 2 s/d SEL 6 (posisi terdekat  di kutub +AKI), maka seharsunya apabila normal akan terbaca sekitar 4,6,8,10,12 V untuk masing2x sel tsb.
 Untuk AKI saya hasil pembacaan tiap sel :
gambar 2 - SEL 1 : 0 V (INI YG RUSAK)
gambar 3 - SEL 2 : 1.91 V (HARUSNYA sekitar 2+2=4V)
gambar 4 - SEL 3 : 4.08 V
gambar 5 - SEL 4 : 5.89 V
gambar 6 - SEL 5 : 8.10 V
gambar 7 - SEL 6 : 10.18V 
Sebagai perbandingan untuk SEL AKI normal mobil lain :
 
gambar 8 - SEL 1 : 1.91V
gambar 9 - SEL 2 :  3.98V (Bandingkan dengan SEL 2 yg cm 1.91V)
gambar 10 - LANGSUNG SEL 6 : 12.26 V (kondisi aki 1 tahun pemakaian)
Demikian sudah tahu 1 sel rusak toh meski dicharge hanya sementara menyimpan tegangan dan akan drop ke 10V yang sudah pasti tidak akan kuat menggerakkan motor stater. Daripada resiko mogok diputuskan ganti. Kali ini aki baru benar2x GS Hybrid NS60 made by GS Battery Astra Otopart. Test tegangan waktu sebelum dipasang 12.4 V. Dan kemudian setelah dipakai 12.6 V. Moga2x awet coz untuk penggantian aki huff cukup menguras kocek. Demikian share saya mohon maaf kalau ada yang salah.
gambar 11 - GS Hybrid NS60
gambar 12 - test tegangan awal

sumber : email / twitter

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar