Kamis, 31 Desember 2015

Testing Pro Capacitor di Aerio

gambar 1 - alat yang ditest
http://otodiy.blogspot.com
Melalui private chat dengan om sucahyoac, newbie sepakat untuk melakukan testing terhadap produk riset yang dilakukan om sucahyoac (gambar 1). Awalnya newbie diberi 2 procapacitor dulu untuk di test pada Suzuki Aerio 2003 Manual Transmission. Gambar 1 di atas adalah foto hari jumat 29 Mei 2015 setelah produk tercelup air untuk test di es / freezer.

gambar 2 - pertama di pasang di selang bensin menuju fuel rail
Senin 25 Mei 2015 - Dipakai seperti biasa sebelum pemasangan procapacitor, diusahakan rpm rendah, bermain di rpm 1500-2000, kadang aja sampai 3000, dimaksudkan untuk menghapal ulang "rasa" tenaga mesin.

Selasa 26 Mei 2015 - Pagi hari sebelum berangkat pasang di fuel line bensin dari tangki yang mengarah ke fuel rail (gambar 2). Trip B direset jadi NOL. Dipakai jalan sampai kantor menempuh jarak 48 km dengan rute campuran non tol dan tol. Drive style diusahakan sama dengan hari Senin untuk merasakan efek tenaga dari pemasangan pro Capacitor. Sampai dengan pagi ini masih belum merasakan beda tenaga dibanding hari senin.

gambar 3
Selasa 26 Mei 2015 - Malam hari dipakai sampai rumah, lupa ga liatin Trip meter.
Rute : Citraland - PTC - Bukit Darmo Boulevard - HR Muhammad -  Bundaran Satelit - Entrance Tol Satelit - Exit Tol Waru - Bundaran Waru - Pabrik Paku - Layang Waru - Aloha - Juanda. Di Tol kemaren tumben ga terlalu banyak truk, jadi speed konstan sempet bisa sampe 75 km/jam. Selain di tol speed menyesuaikan traffic, sedapat mungkin konstan di 1400-1600 an, kalau naik rpm di 2000 udah shift up, kecuali momen-momen tertentu yang sampai 3000 rpm untuk shift up. So far belum terasa bedanya.

Rabu 27 Mei 2015 - Pagi, sampai di kantor foto lagi trip B, sudah mencapai 119.7 km (gambar 2). Rute perjalanan dari Juanda - Aloha - Gedangan - Buduran - Citra Garden - berhenti. Selama perjalanan relatif cukup lancar, rpm dijaga stabil di kisaran 1200-1400 rpm, gigi menyesuaikan dengan speed dan kondisi lalu lintas. Setelah itu lanjut rute Citra Garden - Taman Pondok Jati - Bundaran GOR - Jalan Pahlawan - Entrance Tol Sidoarjo - Tol Waru - Exit Tol Satelit - HR Muhammad - Bukit Darmo Boulevard - Spazio - Unesa - Citraland. Speed mengikuti lalu lintas dan dijaga sestabil mungkin. Di Tol untuk cruising dicoba sabar di kecepatan 70 kpj rpm 2000 gigi 5, kalau nyoba rpm 1500 melanggar batas minimal kecepatan tol yang 60 kpj..... ama kelamaan rasanya :D kecuali kalau pas di belakang truk atau di kendaraan depan melambat ya mau ga mau speed rendah dan gigi dicoba disesuaikan. Akselerasi dicoba sehalus mungkin, pedal gas coba tempel lembut aja sambil merasakan torsi mesin. Sampai sejauh ini feeling perbedaan masih belum terasa.

Rabu Siang dipake keluar makan siang, karena mobil kejemur dan warna hitam pula, panas banget dah, ya pasang AC mentok termasuk kipas full speed.....

Report ke om Sucahyo yang bikin Pro Capacitor dan disarankan :
Terima kasih banyak laporannya. saya terus terang agak heran mengapa kok masih belum bisa merasakan perbedaan. Apakah bisa dilakukan pengujian pada rpm yang berbeda? karena implementasi di Mazda 2 dengan 2 pro capacitor di selang bensin melaporkan penambahan tenaga terasanya di rpm 2500-3000.
Bila sampai besok masih tidak terasa, mungkin perlu dicoba di tempat lain. atau di selang bensin dipasang satu pro capacitor saling menghadap satu sama lain.
Bila masih tidak terasa akan saya berikan alat bonusnya. Alat bonus seharusnya dipakai bila menggunakan premium.
Untuk tes selanjutnya sepertinya yang perlu dipasang adalah sensor oli. Karena bisa saja di rpm range yang om coba masuk bagian rpm range yang terpengaruh oleh efek the hull effect. Mungkin perlu saya jelaskan asal mula pemasangan di sensor oli.
Pada asalnya pro capacitor di mobil saya hanya dipasangkan di selang bensin dan kabel ke busi. Pada pemasangan ini, tenaga terasa di rpm mulai 1200 rpm. Tenaga terasa meningkat hingga 2000rpm, setelah itu tenaga turun hingga di 2500rpm, lalu naik lagi. Kalau tidak dipasang, tenaga dibawah 2500rpm terasa sangat lemah dan tidak enak dipakai. Karena rpm yang turun di rpm tersebut, sebelumnya saya memakai 1200 sampai 2000 kalau jalan. Karena ada keluhan bahwa itu juga terjadi di gigi 5, saya mencoba untuk mencari kabel yang menancap ke mesin. Saya coba cuma satu, dan efeknya langsung terasa, tenaga di rpm 2500 menjadi terasa kuat juga. Sehingga bila sebelumnya tenaga terasa turun di rpm 2500, setelah dipasang, tenaga terasa penuh mulai 1200 sampai limiter. Sehingga kalau tidak lihat rpm, tidak bisa dirasakan perbedaan tenaga antar rpm. 
Mohon dicobakan ke semua kabel yang menancap ke mesin, baik yang itu kabel listrik atau kawat. Saya akan buat alat bonus, yang akan saya kirim kemudian.
terima kasih.

Rabu Malam, masih terus dicoba dirasakan. kali ini banyak bermain di rpm 2000. cruising di rpm 2000. Masih belum merasakan perbedaan.

Kamis 28 Mei 2015 - Pagi, karena bangun kesiangan, berangkat kesiangan, jadinya nyetir rada agressif selap selip, rpm banyak main di antara 2000-3000an, kadang sampai 4000rpm tapi bentaran aja buat ngejar setoran, eh ngejar waktu maksudku.... di tol sampai ke kantor juga coba maen di rentang rpm tersebut buat coba ngerasain perbedaan

Kamis 28 Mei 2015 - Malam, di tol padat merayap cenderung berhenti, sampe kira-kira tanjakan gunung sari banyak stop and go nya, selepas itu lancar kembali. RPM masih maen di 2000-3000an.

O ya semua di atas dengan kondisi AC ON, untuk beban mesin / engine load dimonitor dari vacuum gauge dan diusahakan di angka -15 inchHg  sampai -10 inchHg

Jumat 29 Mei 2015 - Pagi, lagi-lagi bangun kesiangan, jalanan ga semacet hari Kamis, rpm sekarang rada di naikkan, sering maen di 3000 rpm, di tol juga begitu, di tol waru sempet rpm sampe 4000, baru setelahnya kepikir mau tes sampe 6000 rpm, tp jalanan ternyata sudah ga memungkinkan dan udah keburu exit tol Satelit.

Aerio ga ada MID untuk Fuel Consumption, tp karena udah kebiasaan bawa Aerio jadinya udah ada kira-kira tentang Fuel Consumption berdasarkan Trip Meter ama garis strip Bensin.

 gambar 4 - posisi trip B saat isi bensin lagi
gambar 5 - posisi trip A saat isi bensin, trip A direset tiap isi bensin
Isi bensin premium 190rb, dapat 25.68 liter, trip A tercatat 380.5 km, 14.79 km / liter. Tapi sepertinya 200rb bisa masuk, kalau misal 200rb dapat 27.03, FC jadi 14.07 km / liter. Ya keduanya masih di range Fuel Consumption selama ini, sementara disimpulkan penambahan pro Capacitor tidak berpengaruh kepada Fuel Consumption.

Jumat malam ternyata ada titipan Pro Capacitor lagi dan alat pengirit tambahan (gambar 1). Newbie coba taro di ES sebagai percobaan, setelah tanya cara testnya ternyata ditaro di air trus dijadikan es. Newbie coba masukkan ke air, terlihat ada gelembung udara yang keluar karena pori-pori alat yang sepertinya terbuat dari semen. Setelah kira-kira 1 jam di freezer, jadi kepikir pingin foto dulu, air sudah dingin seperti air es tapi blum ada tanda-tanda beku, sesi foto deh alatnya.

 gambar 5 - alat tambahan (kode A)

Ternyata karena kena dingin, semen terlihat banyak retakan-retakan, kemungkinan ada penyusutan jadi terjadi crack, jadinya pori-pori makin membesar dan muncul gelembung lagi saat dimasukkan ke air. Alat sepertinya terbuat dari gulungan kabel CAT 5 yang biasanya dipakai untuk kabel LAN, kemudian dicetak dengan diberi semen.

gambar 6 - Pro Capacitor (kode B) 
 gambar 7 - Pro Capacitor
Untuk Pro Capacitor ga tau bahannya dari apa, tapi cor-coranya lebih kedap air jadi tidak muncul gelembung saat dimasukkan ke air, termasuk setelah kena air dingin terlihat lebih kuat dan tidak crack seperti alat Kode A.
 gambar 8 - Ada Crack, ada juga yang cuil
Newbie putuskan untuk ambil barang tambahan untuk dijadikan es juga, kepikir gembok ama pecahan genteng beton. Genteng beton ternyata cukup rapat jadi tidak mengeluarkan gelembung-gelembung air yang mengisi pori-porinya, meskipun bahannya juga semen, semen dicampur apa ga tau yah, newbie ga ngerti soal bangunan wkwkwkw.

 gambar 9 - Direndam air
Newbie kasih kode aja yah di foto-foto uji ES, Kode A itu untuk alat semen bundar, Kode B untuk Pro Capacitor, Kode C untuk pecahan genting. Yang Gembok ga newbie kasih, karena..... nah ini salah newbie ga kasih tau anggota keluarga kalau lagi percobaan, jadi begitu anggota keluarga liat ada batu di freezer ya diangkat keluar sebelum es beku semua, ancur dah, terpaksa diulang lagi.... cuman posisi saat masih belum beku ga newbie foto ulang.
 gambar 10 - persiapan, masih ada gembok
Nah Minggu pagi ternyata sudah beku sempurna, ambil dah buat difoto-foto. Kode A untuk alat semen bundar, Kode B Pro Capacitor, Kode C Genting.
 gambar 11 - Beku bagian atas
 gambar 12 - Zoom in bagian atas
 gambar 13 - Zoom in bagian atas
 gambar 14 - Zoom in bagian atas
 gambar 15 - dikeluarkan dari stereofoam
 gambar 16 - diterawang
 gambar 17 - diterawang
 gambar 18 - bagian bawah, o ya ada rontokan kotoran dari genting bekas
Secara umum bagian bawah lebih keruh, terlihat keruh karena terisi gelembung udara, sedangkan bagian atas bening karena lebih padat, ya es pada umumnya lah. Rata seperti itu bagi yang di atas kode A, B maupun C.
 gambar 19 - samping kode A
 gambar 20 - samping kode B
 gambar 21 - samping kode C
 gambar 22 - samping kode C
 gambar 23 - samping kode C
 gambar 24 - samping kode C
 gambar 25 - samping kode B
 gambar 26 - samping kode C dilihat agak dari bawah
gambar 27 - pojokan samping kode C
gambar 28 - samping kode B (sebelah kiri foto itu kode C)
gambar 29 - tampak atas
Secara umum terlihat sama disekitar kode A, B ataupun C, tidak ada perbedaan. Newbie bukan pengamat ES sih, tapi dari pengamatan sepertinya ga ada hal yang aneh. Gelembung-gelembung yang terlihat keruh semuanya "arahnya" atas ke bawah, ga ada yang arah melingkar atau yang seakan menjauh dari benda ke luar dsb.

Hasil konsultasi ulang :
ok, terima kasih. iya satu pc diapit dua selang. nanti akan saya kasih satu lagi pc dan satu alat bonusnya. alat bonus nya dipasang dalam kabin atas tangki atau selang antara mesin dan tangki.
saya langsung taruh bila masih belum datang tidak apa apa? kemungkinan jumat setelah magrib saya antar.

terima kasih infonya.
alat bonus dipasang di dalam kabin posisi atas tangki dulu. bila jadi terasa berat di jalan, dipindah dibawah kursi kiri depan untuk sementara untuk mengurangi efek, bisa terjadi bila setelan afrnya boros.
bila benar terjadi diatas, maka pc dicoba di selain selang bensin.

Pada waktu percobaan, apakah merasakan tenaga berkurang?
Saya kemarin barusan sadar bahwa saya pakai kebanyakan, saat itu pasang 3 di selang bensin. Bila gas dicicil tenaga terasa enak, tapi kalau di kick down, justru tenaga terasa lemah, reaksi lambat, apalagi kalau dari rpm rendah. Setelah dikurangi menjadi 2, saat di kickdown reaksi mesin menjadi lebih cepat, tidak ada jeda lagi, dan akselerasi terasa seenak bila gas dicicil.
Pemasangan alat bonus akan memperjelas reaksi.
(alat bonus) Idealnya dipasang di pipa bensinnya langsung. Tidak terlalu dekat ke tangki karena bisa cepat menguap bensin di tangki. Harus jauh dari mesin karena efek dari pro capacitor bisa hilang.
Tapi kalau di pasang langsung, bisa repot kalau ternyata nanti efeknya tarikan jadi berat. Dicoba di dalam kabin saja dulu biar gampang merubah.
Secara umum berarti :

  • Pro Capacitor yang di gambar 2, diubah menjadi diapit antara selang bensin yang menuju ke Fuel Rail dan selang bensin balik yang ke Fuel Tank. Newbie sudah ganti (gambar 30).
  • Tambah Pro Capacitor di jalur ke busi, berhubung 2 koil untuk 4 busi (gambar 31), Pro Capacitor bisa dipasang di kabel menuju koil yang masih gabung, Newbie tempatkan di antara / dijepit kedua kabel menuju ke koil (gambar 32 dan 33)
  • Pro Capacitor ketiga diletakkan di sensor oli. Sementera dipasang oil pressure sensor
  • Alat Bonus diletakkan di pipa bensin yang ada di tangki bensin, tapi biar mudah untuk percobaan dipasang di dalam kabin di atas tangki bensin.

gambar 30
gambar 31
gambar 32
gambar 33 - di kabel ke koil
 gambar 34 - di switch oli
 gambar 35 - trip A sempat direset setelah isi bensin
gambar 36 - trip B ga direset sejak pasang alat, trip pemasangan 4 alat
Senin 1 Juni 2015 pagi, karena sabtu minggu tidak bawa Aerio, tapi malah bawa mobil Next G matic, jadinya feeling rada lupa bentar, mirip seperti orang masuk kerja hari Senin hehehehe.... awal bawa feeling antara ada efek dan tidak ada efek, setelah masuk di tol coba rasakan lagi, kali ini tidak ada feeling perbedaan apa-apa.

Senin 1 Juni 2015 siang dan malam, dicoba drive style balik normal seperti sebelum pasang alat untuk merasakan ada beda atau enggak. Kali ini tidak merasakan beda apa-apa.

Selasa hari besar jadi tidak pergi ke mana-mana.

Rabu 3 Juni dan Kamis 4 Juni aktivitas seperti biasa, dengan drive style biasa saja, feeling seakan-akan tidak ada alat apa-apa yang terpasang.


Hasil chatting lebih lanjut :

Terima kasih banyak laporannya. terus terang saya heran mengapa kok tidak ada efek. Biasanya untuk yang alat bonus, bila tidak terasa makin berat ya makin ringan. Bila tidak ada efeknya ada kemungkinan ada alat lain yang kerjanya mirip. apakah di mobil ada semacam orgonite/power pendant/piramid/qmax nano/ferrite atau semacamnya?
Untuk pemasangan ke koil, apakah kotak hitam itu koilnya? bila iya, perlu dicoba juga dipasang pada bagian voltase tingginya. satu kabel satu sehingga menggunakan dua pro capacitor. 


Untuk pemasangan di sensor oli yang digambar, coba dijauhkan dari mesin, dan dipasangkan pada bagian kabelnya saja. Sehingga yang terpasang pro capacitor adalah 1 di sensor oli, dan 2 di bagian HV dari kabel busi. Dirasakan dulu bedanya lalu selang bensin dipasang alat bonus.

Apakah pro capacitor bisa dicobakan ke mobil yang lain?
terima kasih banyak.
Reply newbie :
Alat bonus tidak terasa berat juga tidak terasa ringan.
Sebelumnya aku coba masukkan freeze dijadikan es. Pas awal masukin air memang muncul gelembung karena alatnya ada pori2nya, setelah kena air dingin alatnya mengkerut jadi pori-pori makin melebar, jadi ditunggu dulu sampai gelembung udara habis baru masuk freezer lagi.
Aku masukkan juga Pro Capacitor ama pecahan genteng beton. Aku liat hasil es nya sama aja ga ada gelembung yang melingkar.
Yang ada gelembung di sisi bawah es, tapi itu terjadi rata baik yang di bawah genteng ataupun alat maupun bidang yang tidak tertutup apa2
Untuk bagian atas es semuanya bening.
Iya betul yang hitam koil, ok aku akan pasang di sana, artinya butuh 2, aku pindahin yang dari selang bensin berarti atau yang dari switch oli ? Trus alat bonus dilepas dulu ?
Sensor oli kalau menjauh dari mesin, kabelnya lemes, jadi akan kegandol ama alatnya, dan dia deket ama header jadi kuatir leleh aja, yang pasti kalau flakban pasti leleh kena header.
mobil lain aku jarang bawa, jadi bakalan susah untuk review, apalagi kalau bedanya cuman dikit.

Alat/modif yang terpasang di mobil ga ada alat yang om sebutin. yang ada :
header custom
filter udara JFC
bungkus panas jalur udara
corong udara modif
relay koil
throttle body spacer
Oil Catch Tank
Dastek Unichip type C
Busi standard side gap
Bensin premium tanpa additive apa-apa
Oli Idemitsu 5w-30 fullsynth tanpa additive apa2
regards,
singachu

Balasan lagi :
Untuk uji es yang diperhatikan beningnya saja. Sebaiknya menggunakan air mentah, karena kalau air matang partikelnya lebih sedikit yang hasilnya jadi lebih banyak beningnya. Bila tidak ada, maka coba perhatikan bentuk dan arah gelembung. Perhatikan bagian dari gelembung yang tajam dan yang tumpul. Untuk uji es perlu diulang karena butuh waktu untuk bisa merubah energi di freezer. Kalau diuji bersamaan, efek energi juga bisa sedikit merambat ke benda lain, kecuali kalau energi dari benda lain yang dites berlawanan.
Untuk tes di mobil, pro capacitor yang di selang bensin diambil untuk dipasang di kabel busi. Bila di sensor oli susah, maka sekalian semuanya dipasang di kabel busi juga. sehingga hasilnya satu di kabel inputnya, dua di kabel HV nya.
Pemasangan alat bonus di selang bensin dilakukan belakangan setelah sekali di pakai jalan.
terima kasih info modifikasinya. Berapa konsumsi bensin biasanya? Tekanan vakum masih normal atau agak dibocorkan? Kapan terakhir dastek unichip disetel? Apakah sensor oksigen pernah diganti? Atau setelan dastek unichip sudah diakali sehingga bypass info dari sensor oksigen?
http://www.fueleconomy.gov/feg/maintain.jsp
Fixing a serious maintenance problem, such as a faulty oxygen sensor, can improve your mileage by as much as 40%.
terima kasih.
Balasan newbie :
es yang dipakai air mentah dari prigen
ok nanti kalau sempet akan aku pindahkan
konsumsi sesaat ga bisa ukur karena ga ada MID. Kalau rute yang sekarang ini bervariasi antara 1:13-1:16an tergantung traffic, maklum jalurku ga bisa ditebak kepadatannya, di tol aja bisa stop n go. Tapi kalau diambil rata-rata di kisaran 1:14.x an
Tekanan vacuum normal, aku juga pasang gauge untuk monitor kevacuuman, jadi aku tau engine load dan bila ada bocor atau masalah juga bisa terbaca dari vacuum gauge.
Unichip dipasang tahun 2007, itu modif pertama sebelum modif2 lainnya yang aku sebutin. Setiap penambahan alat2 itu aku tau efek positif dan negatifnya, yang negatif sih udah aku lepasin jadi dah ga terpasang kl kondisi sekarang.
Aerio masih menganut open loop, belom close loop, jadi ga ada oxigen sensor.
Sejak unichip terpasang sampai kondisi saat ini, untuk konsumsi BBM relatif stabil, aku terbiasa hitung terus FC tiap isi tangki, jadi kalau ada borosnya aku bakalan notice, ya kecuali pas itu aku kuras radiator / tune up / maintenance something yang butuh mesin idle di tempat, jelas itu bensin bakalan berkurang.
regards,
singachu
Balasan lagi :
Bila 3 pro capacitor di kabel busi dan alat bonus di selang bensin tetap tidak terasa, maka rasanya bisa disimpulkan pro capacitor tidak cocok untuk mobil Aerio om. Kemungkinan ada alat lain yang tidak kompatibel. Bila tidak ada alat yang sebelumnya saya sebut, maka kemungkinan dari pelapis saluran udaranya. Saya sebelumnya pernah coba membungkus kabel busi dengan lakban aluminium dan justru tenaga motor berkurang:
http://i969.photobucket.com/albums/ae172/sucahyo/SANY0130_zps95b365b2.jpg
Bila berkenan, mohon dicobakan dengan pemasangan yang sama di mobil yang lain. tidak masalah bila jarang dipakai.
Untuk alat bonusnya, bisa dicobakan untuk rasa air minum juga, di taruh dekat/bawah gelas/botol selama paling tidak satu jam.
Balasan newbie :
konsumsi BBM tetap tergantung yang nyetir, mobilku kalau dibawa nyonya juga boros kok. malah dia bawa matic bisa lebih irit.Kemaren sabtu aku lepas semuanya, pas aku mau lepas yang di switch oli, ternyata alatnya dah copot om, flakbannya melungker ga karuan kena panas,jadinya hilang satu om, sorry ya.....
Sabtu kemaren aku pake ke sidoarjo ama minggu ke lottemart deket2 aja, sementara semua alat aku tinggal di rumah soalnya ga sempet masang pas sabtu kemaren. Ama sekarang mobilku lagi bermasalah di kompresor AC yang kadang ga mau jalan padahal ECU dah merintahin jalan. Kemungkinan spool magnetnya lemah, mau aku benerin dulu sabtu ini.... pas kayak gini tenaga rada ga karuan kalau AC kadang bisa hidup normal kadang enggak. Kalau AC dimatikan sih ok2 aja.Kalau AC udah aku baikin nanti aku coba pasang di koil.Ada mekanik AC rekomen yang bisa dipanggil ga om ? Rada susah cari Waktu buat ngebengkel soalnya.
Mungkin juga pas ga cocok di mobilku. Ntar aku akan coba juga di mobil nyonya.... tapi sebenernya mobil nyonya itu Next G, basisnya Aerio juga om, cuman versi sedan. Mirip seperti Yaris - Vios, Jass - City. Cuman Next G nya matic sih.
regards,singachu



gambar 37 - trip A saat isi bensin jumat malam
Jumat 5 Juni 2015 malam isi bensin lagi, sebanyak 175rb, kali ini lebih banyak ngisinya, pas meteran POM di 166rb an nossle bensin berhenti secara otomatis dan harus dilanjut manual sampai 175rb. Premium = 175rb/7400 = 23.65 liter. FC = 333.3 / 23.65 ltr = 14.09 km/ltr.
Kalau ditotal dan dirata-rata dengan pengisian sebelumnya : FC = (380.5 + 333.3) / (25.68 + 23.65)  = 14.47 km/ltr.
Masih dalam range normal seperti sebelum dipasang alat.
 gambar 38 - alat bonus di jok belakang
 gambar 39 - zoom alat bonus
 gambar 40 - pro capacitor terlepas karena flakban tidak kuat panas
Sabtu pagi dicoba lepas semua alat dan ditinggal di rumah, ternyata yang di switch oli lepas dan hilang di jalan.
gambar 41 - trip B saat alat dilepas
Alat sudah dites sejauh 637.0 km, sekarang tes tanpa alat dulu. Kebetulan spool AC lagi lemah jadi AC kadang ga mau dingin, nunggu waktu ke bengkel AC. Sementara test dulu ga pakai alat.
Mulai Sabtu, Minggu sampai Senin pagi 9 Juni 2015, tidak terasa ada penurunan atau kenaikan tenaga dengan dilepasnya semua alat yang terpasang.

---
update 31 Des 2015. Maaf karena kesibukan sudah lama tidak sempat ngurusin blog. Juga sudah jarang otak-atik mobil, termasuk tidak melanjutkan testing ini. Melihat tulisan ini ada di draft, maka newbie putuskan untuk publish aja. Moga tahun depan bisa mulai ngeblog lagi.

regards,
singachu

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar