gambar 1 - custom LED untuk tail lamp Grand Livina
http://otodiy.blogspot.com
sedikit share atasi LED sign lamp yg nyala terburu-buru
Berawal dari custom LED lampu belakang (stop, sign/turn, reverse lamp) uda bisa dipastikan ada sedikit kejanggalan . Yaitu pada sign/turn lamp yg nyalanya terburu" berbeda saat menggunakan bohlam standard. Hal ini adalah hal yg wajar karena LED yg digunakan adalah LED biasa tanpa load resistor dan sifat dari LED yg high resistance. Inilah yg menyebabkan LED lbh less power dibanding bohlam standard yg merupakan lampu pijar dgn low resistance. Hal itu jg menyebabkan flasher akan bekerja secara terburu-buru krn flasher menganggap ada salah satu bohlam sign yg mati meskipun LED tetep nyala krn sifatnya yg high resistance tadi.
Waduww maap nubie sotoy
Seperti yg sudah pernah saya informasikan sebelumnya bahwa hal ini bisa diatasi dgn beberapa cara. Namun ogut pilih cara yg biasa sering dipakai yaitu pasang load resistor. Load resistor adalah resistor yg digunakan sebagai beban pengganti dari bohlam standard. Seperti yang kita ketahui bahwa bohlam standard punya sifat yg low resistance dan more power (dibaca daya/watt yg besar, biasanya berkisar antara 20-30 watt). Oleh karena itu load resistor yg digunakan jg harus menyerupainya yaitu perlu resistance yg kecil dgn watt yg besar. Resistor watt besar otomatis fisiknya jg besar. Biasa yg dipakai adalah resistor 20-50 watt. Pemasangannya adalah secara paralel dgn kabel sign lamp. Ingat" pilpres uda berakhir eeehh maksudnya pasangnya diparalel, klo diseri sama jg bodong nantinya
Pertanyaannya adalah apakah resistor ini akan panas? Jawabnya pasti krn dia sbg load/beban pengganti dari bohlam std. Akan tetapi seberapa panas yg dihasilkan tergantung berapa watt resistor yg digunakan. Jika watt resistor lebih kecil dari watt bohlam std bisa dipastikan resistor akan meleleh atau rusak.