Sabtu, 11 Juni 2011

Automatic Transmission Oil Flow

Berikut ini adalah diagram sirkulasi oli transmisi matic dalam bentuk animasi. Disini kita bisa melihat sirkulasi aliran oli mulai dari pan oli sampai kembali ke pan oli lagi. Silahkan click tombol biru untuk "memainkan" beberapa kondisi yang mempengaruhi aliran oli matic. Diperlukan flash player plugin pada internet browser untuk menjalankannya.


Animasi 1 - Sirkulasi Oli Transmisi Matik

Torque Converter adalah Kopling cairan (fluid / oli) yang menghubungkan mesin ke input shaft (batang input) dari transmisi otomatis.

Sirkulasi Oli Matic pada Torque Converter :
  • Karter / Bak Oli ke Pompa Oli
  • Pompa Oli ke Valve Body
  • Valve Body ke Impeller
  • Impeller ke Turbine
  • Turbine ke Stator dan Oil Cooler (Pendingin Oli)
  • Oil Cooler kembali ke Karter / Bak Oli

Gambar 1 - Sirkulasi Oli saat Posisi Diam (Stall)

STALL / Posisi Diam : Oli mengalir spiral mengelilingi Converter dengan aliran vortex yang cepat.
Ketika turbin pada posisi diam, Oli memasuki pusat converter menuju impeller dan terlempar ke sisi luar converter karena gaya sentrifugal. Oli menabrak bilah turbin yang melengkung dan oleh sebab turbin diam maka oli kembali ke pusat converter dengan aliran berlawanan arah perputaran mesin. Oli menekan stator yang terkunci oleh kopling searah (one way clutch). Bilah lengkung dari stator mengarahkan oli kembali ke sisi belakang impeller untuk membantu putaran mesin. Aliran ini menghasilkan pelipatan tenaga puntir (torsi/torque), dimana pelipatan maksimal terjadi saat posisi diam (stall).

Gambar 2 - Sirkulasi Oli saat Akselerasi

Akselerasi : Aliran Oli bergerak spiral mengelilingi Converter.
Begitu turbin mulai bergerak, kekuatan aliran oli dari turbin ke stator mulai menurun karena turbin mulai terimbas oleh gaya sentrifugal saat aliran oli menuju stator. Pelipatan tenaga puntir (torsi/torque) tertinggi saat stall (kira-kira 2.2:1) dan menurun seiring putaran turbin meningkat. Ketika putaran turbin melambat relatif terhadap impeller disebabkan baik oleh peningkatan beban mesin atau oleh peningkatan rpm mesin, maka pelipatan tenaga puntir (torsi/torque) semakin meningkat.

Gambar 3 - Sirkulasi Oli saat Titik Kopling

Coupling Point : Oli bergerak pada converter dalam aliran melingkar (rotary).
Coupling Point tercapai ketika putaran turbin mencapai sekitar 90% dari kecepatan impeller. Pada titik ini, tekanan oli dari turbin belum mencukupi untuk mengunci stator pada one-way clutch (kopling searah) sehingga stator berputar bersama-sama dengan impeller dan turbin. Impeller dan turbin melemparkan oli ke bagian luar converter disebabkan gaya sentrifugal sehingga oli memutar converter dalam aliran melingkar (rotary flow).

Lock-up
Lock-up converter digunakan pada ECT (Electronically Controlled Transmission) untuk menurunkan konsumsi BBM sewaktu cruising. ECT memiliki konstruksi serupa dengan konventional kecuali Lock-up clutch yang terhubung ke turbin melalui pegas damper yang menyerap getaran putaran (torsional vibration) dari mesin ketika kopling mengunci (enggage).

Gambar 4 - Sirkulasi Oli saat Lepas "Lock-Up" Torque Converter

Lock-up Release
Pada posisi Release (lepas Lock-up), tekanan Torque Converter dari Valve Body diarahkan antara Lock-Up Clutch dan Housing untuk menahan kopling menjauh dari Housing. Oli selanjutnya mengalir mengitari Plat sehingga terjadi operasi Torque Converter secara konventional.

Gambar 5 - Sirkulasi Oli saat Terjadi "Lock-Up" Torque Converter

Lock-up Applied
Ketika PCM/TCM/TCU (Transmission Control Module/Unit) memerintahkan selenoid untuk menutup ventilasi pada Valve Body yang menuju Torque Converter, dan melakukan tekanan lock-up untuk menahan plat kopling terhadap housing. Pada kondisi ini putaran 1:1 tercapai dan tidak ada pelipatan tenaga puntir (torque) dapat terjadi.

regards,
singachu

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar