Posts

Showing posts with the label artikel

Percobaan OBD-II adapter dan Aplikasi di Aerio {yanadhipra}

 gambar 1 - Original ELM327 Chip  PIC18F2480
otodiy.blogspot.com
Sekilas tentang ELM327 Adapter – OBD  – ECU
1. Apa yang dimaksud ELM-327?
ELM327 adalah mikrokontroler terprogram yang diproduksi oleh ELM Electronics untuk menerjemahkan antarmuka diagnostik on-board (OBD) yang ditemukan di sebagian besar mobil modern. ELM327 asli diimplementasikan pada mikrokontroler PIC18F2480 dari Teknologi Microchip.

{Niladyo} Review Lastest Generation of Tyre Finish Balancing

sumber : BB Group

 gambar 1 - Mesin Finish Balance dengan Roller Bundar untuk memutar ban mensimulasikan Road Force

Sesuai judul, Finish Balancing udah kuno. Kemarin Finish Balance di GBT Jemur Sari, malah lari ke kiri, padahal sebelumnya sudah sembuh di GBT Raden Saleh. Jadi mesin Finish Balance terbaru ini menggunakan sensor infra red, kondisi ban ada steel belt putus atau benjol atau gak klop di rim guard akan terbaca semua, khusus untuk low sampai high speed dan top speed, alat ini akurat sekali


Pada mesin Finish Balancing sebelumnya (4 dan 5), penempatan Jack Stand kurang hati-hati dilakukan, sewaktu naikin ban supaya mesin finish balancenya bisa memutar roda depan, sehingga membuat wheel alignmentnya berubah. Kalau rekan-rekan selesai melakukan Finish Balance, maka sensor ABS dan handbrake akan menyala (EBD), Tidak usah kuatir, jalankan saja 500meter akan hilang sendiri.

Jadi hubungan antara Finish Balance dengan aligment yang berubah, saat akan Finish Balance, pertama dongkrak buaya, nah jack stand yang dipasang bukan permanent seperti yang biasa kaki segitiga di chasssis, tapi base roda dengan bentuk segitiga, bertangkai, dan plate penyangga mirip pelana kuda, nah waktu dia turunkan dongkrak buaya, glek mendadak body jatuh ke pelana penyangga jack stand ini. Jatuhnya pas ke A-Arm Ball jointnya, ntah karena hentakan yang gak presisi ini suspect perlakuan abnormal. Sebelumnya di GBT Solo, masangnya hati-hati semua, dongkra, jack stand permanent, bukan ala segitiga dengan roda dan lumayan OK.
gambar 2 - Mesin menginstruksikan supaya ban digeser sekian derajat dari velg
Jadi dengan mesin Finish Balance (gambar 1 dan 2) ini memakai simulasi permukaan jalan atau aspal di roller satunya, seolah-olah ban menapak dengan "aspal"; semua data lengkap langsung terbaca posisi roda dan velg, keausan, sampai-sampai mesin bisa baca posisi karet ban ke velg kurang "bundar". Mesin akan melakukan compensate, kasih instruksi supaya ban dibuka dari velgnya dan digeser posisi sekian derajat karet ke velg-nya supaya mencapai "kebundaran 100%" alias optimum.

Pada gambar 2 nampak simulasi instruksi garis mana yang harus sesuai dengan ban velg-nya.

{Angga} Penjelasan Kode-kode atau angka-angka pada Velg

sumber : kaskus

Apa itu PCD?
PCD atau pitch circle diameter adalah jarak lubang baut pada velg.

Bagaimana cara mengukur PCD?
Dalam setiap velg biasanya terdapat data PCD''
Contoh pada suatu velg tertulis 4x100,, artinya adalah velg tersebut berlubang 4, dan jarak setiap lubang berjumlah 100mm,,

Bagaimana cara mengukur PCD?
Untuk mengetahui sendiri PCD roda mobil anda, ukurlah dengan penggaris diameter lingkaran baut rodanya dengan penggaris.

Gambar 1 - Ukur PCD

Apa itu OFFSET/ ET?
offset adalah satuan ukur yg terdapat pada bagian garis tengah (center line) velg yang menempel ke teromol mobil,, Offset menandakan seberapa besar velg menjorok ke dalam atau ke luar. Offset ditandai dengan bilangan angka plus kode berjuluk ET. Semisal ET25, ET45, dan seterusnya. Semakin kecil angka maka penampang tengah velg makin celong ke dalam dan bibir velg lebar.
Semakin besar offset, maka bila dipasangkan velg akan semakin kedalam fender mobil

Dalam gambar terlihat 3 contoh velg dengan bagian tengah yang semakin keluar

Gambar 2 - Offset

pada gambar 1 mengaplikasi offset negatif (-) sehingga garis tengah (center line) velg semakin masuk mendekati bibir dalam velg,, jika mengaplikasi offset ini, maka velg akan semakin keluar dari fender mobil,,

pada gambar 2 mengaplikasi offset standar sehingga bagian garis tengah (center line) velg berada ditengah2,, offset seperti ini umum dijumpai pada velg standar/bawaan kendaraan,,

pada gambar 3 mengaplikasi offset positif yg besar (et 50,dsb) sehingga garis tengah (center line) velg semakin keluar mendekati bibir velg luar,, jika mengaplikasi offset ini, maka velg akan semakin masuk fender mobil,,

Keterangan yang menyertai sebuah Velg racing biasanya dalam bentuk :
"Antera114 / 16x7 / Hole 4x100 / ET25"
Keterangan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :
Antera114 : kode model velg dari Antera,
16x7 : dimensi Velg (dalam inch) x lebar velg
Hole 4x100 : PCD velg tersebut ialah 100mm dengan 4 lubang
ET25 : Offset velg tersebut ialah 25

by Angga

Versi lain dalam bahasa Inggris bisa dibaca di sini.

Automatic Transmission Oil Flow

Berikut ini adalah diagram sirkulasi oli transmisi matic dalam bentuk animasi. Disini kita bisa melihat sirkulasi aliran oli mulai dari pan oli sampai kembali ke pan oli lagi. Silahkan click tombol biru untuk "memainkan" beberapa kondisi yang mempengaruhi aliran oli matic. Diperlukan flash player plugin pada internet browser untuk menjalankannya.


Animasi 1 - Sirkulasi Oli Transmisi Matik

Torque Converter adalah Kopling cairan (fluid / oli) yang menghubungkan mesin ke input shaft (batang input) dari transmisi otomatis.

Sirkulasi Oli Matic pada Torque Converter :
  • Karter / Bak Oli ke Pompa Oli
  • Pompa Oli ke Valve Body
  • Valve Body ke Impeller
  • Impeller ke Turbine
  • Turbine ke Stator dan Oil Cooler (Pendingin Oli)
  • Oil Cooler kembali ke Karter / Bak Oli

Fungsi Oil Control Valve (OCV) pada mesin M15A (Aerio, Swift, SX4)

Gambar 1 - Lokasi OCV

Apa fungsi Oil Control Valve (OCV) ? Apakah Mengganggu kinerjanya bila terjadi rembes oli ? Benarkah untuk mengontrol kerja VVT (Variable Valve Timing) ? Newbie coba cari-cari literaturnya. Ini dia dapet literaturnya (khusus M15A di Aerio, Swift dan sepertinya SX4 juga), copy paste aja yah, males nerjemahin.

{Galagajrut} Penjelasan penyebab kopling aerio menjadi keras

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=405845110#post405845110

Quote:
Originally Posted by kaflilhoz View Post
sore gan..

ane mau nanya nih gan, pedal kopling agak keras di injak itu apa bisa dibilang salah satu tanda plat kopling yang sudah aus?

atau

memang ciri dari mobil nya? denger2 sih kata nya baleno pedal kopling sedikit agak keras.. apa oreo juga bgitu?

thank you gan..

Kopling Oreo kalau dalam keadaan sehat , enteng banget Om....kalau dibanding sama Rush/terios atau bahkan Livina...kopling Oreo lebih enteng nginjeknya.

Kalau sudah keras....pasti ada beberapa part kopling yg udah minta apkir ( tapi bukan berarti habis kampasnya yah )

coba perhatiin set kopling berikut : ada matahari , kampas dan flywheel

gambar 1 - kopling bekas

biasa-nya yg bikin berat kopling itu justru matahari ( karena daya lenturnya hilang dan udah kemakan jari jarinya)....per kecil yg ada di kampas kopling yg udah keras yg biasanya di sebabkan oleh karat ( kalau di gambar jumlahnya ada enam buah per)...atau bahkan Permukaan Fly wheel yg udah nggak rata karena kena gesek pen dari Kampas kopling.
Fly wheel ini berfungsi sebagai landasan penahan kampas Kopling waktu terjadi transfer tenaga dari mesin ke drive train...jadi permukaanya harus tetep halus dan rata....nggak boleh benjol benjol atau celong sana sini akibat bergesekan sama pen kampas kopling.

{kijangtua} Share perbandingan tutup radiator dan efek ganti tekanan radiator cap

Kelanjutan pembicaraan mengenai tutup radiator yang diganti berkaitan dengan pergantian cover radiator kuningan pada Aerio bro Kirana01 (baca sini). Selain itu juga sehubungan dengan angka yang tertulis pada cap radiator 0.9 vs cap radiator Aerio yang tertulis 1.1 (baca sini)

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=329555388#post329555388

ini gw coba share tentang tutup radiator...
gambar 1 - yg merah rad cap oreo ND 1.1 yg kuning kijang ND 0.9

gambar 2 - kiri Radiator Cap Aerio, kanan kijang

Membaca kondisi mesin melalui Spark plug (Busi)

source : http://www.dansmc.com/spark_plugs/Spark_Plugs_catalog.html#1


NGK Spark Plugs pamflet (1977)

Introduction
The appearance of the firing-end of a spark plug graphically reflects the condition of an engine, the suitability of the spark plug heat rating, and whether or not the carburetor and ignition timing are properly adjusted.
This pamphlet is intended to assist you in correctly choosing your spark plugs and determining the performance condition of your engine.

Even plugs which present a good appearance such as those shown in Figures 6 ~ 24, can quite often be covered with a lead deposit which causes misfiring.
  • Wet plug firing-ends such as shown in Figures 1 ~ 2 are normally attributed to one of the following causes :
  1. Excessive choking
  2. Trouble within the ignition system
  3. Oil pumping past worn piston rings and valve guides
  • The causes of sooty plugs like those shown in Figures 3, 4 and 5 are usually the result of :
  1. A plug with a too high heat rating is being used and the plug firing-end does not reach its self-cleaning temperature (above 400 ~ 450*C) due to light load conditions.
  2. Use of a too rich air-fuel mixture of richer than 8:1 ~ 10:1
  3. Trouble in the ignition system
  4. Improperly functioning cooling system resulting in excessive cooling
  • The firing-end burns illustrated in Figures 25, 26 and 27 may be a result of
  1. Too low heat rating, permitting the plug to exceed the highest limit for optimum operating temperature of over 850 ~ 1000*C due to excessively heavy load operations
  2. A too lean air fuel mixture
  3. Ignition timing too over advanced
  4. Abnormal combustion such as knocking
  5. Cooling system trouble, which causes engine overheating
  • Overheating conditions shown in Figures 28 and 29 are due to intense knocking and pre-ignition following situations identical to those in Figures 25, 26 and 27 where increased temperature of the spark plug firing-end results in melting of the electrode.



gambar 1 - Oil Fouled

Membaca Vacuum Gauge bagian 2

lanjutan dari bagian 1


sumber :

Dari sumber di atas newbie dapati kemiripan & perbedaan pembacaan; Newbie coba 'copy paste' dan kompilasi redundant - acak kadut untuk engine diagnostic di bawah ini. Perlu diingat bahwa pembacaan di sini yang terpenting adalah 'action' dari jarumnya jauh lebih penting ketimbang angka yang ditunjuk oleh jarumnya.

gambar 1 - yang penting bukan keakuratan angka yang ditunjuk

gambar 2 - yang penting adalah action dari jarum

Jangan bingung dengan arah jam karena ada angka Nol yang di knan dan ada yang di kiri (berlawanan / searah jarum jam) !!!



Membaca Vacuum Gauge bagian 1

Hmmm, copy paste lagi nih, cuman dari berbagai sumber, dan diramu ala kadar...
sumber :
1. http://holdenpaedia.oldholden.com/Vacuum_Tuning
2. http://www.classic-cars-online.co.uk/Archive/vacuumgauge.html
3. http://www.therangerstation.com/Magazine/Summer2003/VacuumLeaks.htm
4. http://www.imperialclub.com/Repair/Fuel/VacuumGauge/index.htm
5. http://www.iwemalpg.com/Vacuum_gauge.htm
6. http://autospeed.com.au/cms/A_111456/article.html

Vacuum atau Negatif Preassure atau Tekanan Negatif atau sedotan/hisapan. Yang diukur di sini adalah tingkat kevacuuman dari intake manifold yang ada di kendaraan. Caranya dengan menggunakan alat ukur bernama vacuum gauge atau vacuum meter yang dihubungkan ke lubang/connector yang ada di intake manifold di mesin. Berlaku untuk mesin Normally Aspirated (NA) dan bukan pada mesin Force Induction (FI) baik Turbo Charge ataupun Super Charge, karena pada Force Induction Pressure atau Tekanannya Positif.

Vacuum Gauge ini ada yang berupa alat ukur untuk diagnostic yang hanya dipasang untuk keperluan trouble shooting/tuning dan juga ada yang dipasang di dashboard sebagai indikator yang sifatnya selalu terpasang dan dapat dipantau selama berkendara.

gambar 1

gambar 2

Cara kerja kopling transmisi manual

Hmmm newbie dapet pertanyaan ujian dari suhu the_sixth_sense aka kinoy nih soal kopling. Ya sudah sebagai murid teladan newbie coba menggabungkan ilmu-ilmu yang telah ditimba dari berbagai pelosok internet dan mencoba merangkumnya dalam blog ini, moga-moga pengertian newbie tidak tersesat ! Kalau terlihat banyak mirip dengan situs-situs di internet ya harap maklum wong memang copy paste comot sana sini dan dirangkum jadi semacam kliping....

Ok dah mulai....

Bearing - pengertian sederhana

Bearing / Laher / Klaker- gunanya untuk membuat bantalan dari bagian dalam (inner race) dan luar (outer race) bergerak/berputar dengan lancar satu terhadap yang lain dengan gesekan yang minimal. Ada macam-macam bearing, tapi secara prinsip sama yaitu agar bagian dalam (inner race) dapat berputar terhadap bagian luar (outer race) secara smooth / halus.

Newbie coba jelaskan mengenai salah satu bearing yaitu ball bearing, berikut adalah gambarnya :


gambar 1

Batasan standard yang ditetapkan agar lulus sertifikasi oli mesin





Kita tau kalau oli mesin ada yang lulus sertifikasi API SM atau API SJ, API SL. Ada yang pakai ACEA, ada yang pakai MB dan sebagainya. Beberapa Oli bahkan mengklaim lulus beberapa sertifikasi dan ditulis di kemasannya. Nah tentunya ada standard kelulusan yang harus dipenuhi.

Pengertian istilah mengenai Spooring & Balancing

Huahhhhh bosen deh kalau bicara soal spooring dan balancing, kebanyakan orang juga udah sering dengar istilah spooring dan balancing, kapan spooring dan balancing juga tinggal ngikutin panduan kapan kembali di "keplek" hasil spooring balancing. Search aja di google dengan keyword spooring dan balancing, dapet dah seabrek tinggal baca satu-satu, hehehe.

Ya ini blog cuman iseng aja sih, sedikit lebih tau arti istilahnya (dan teori), karena yang membahas ini rada-rada jarang dibanding penjelasan spooring dan balancing secara umum / praktikal (meski dapat info ini dari googling juga).


Ban diisi Nitrogen vs Angin biasa.


Dari pengalaman newbie memakai nitrogen untuk isi ban dan dibandingkan dengan angin biasa, newbie merasa bahwa tidak ada perbedaan antara keduanya. Mungkin perasaan newbie yang cupu; tetapi ditambah kenyataan tempat pengisian nitrogen dari tempat newbie yang jauh membuat newbie makin malas secara teratur ke tempat tersebut hanya untuk mengisi nitrogen. Memang ada juga pom bensin yang menyediakan jasa tambah angin nitrogen secara gratis (setau newbie di pom bensin tol sidoarjo arah ke waru - sebelah kiri) tapi lagi-lagi newbie jarang lewat sana. Kalau mengandalkan waktu spooring/balancing saja tidak cukup karena kenyataannya tekanan ban sudah harus ditambah sebelum waktunya untuk spoorbal lagi.

Jadi apakah emang keunggulan Nitrogen seperti yang diceritakan orang cukup layak untuk newbie kejar mengingat kondisinya seperti yang udah dicritakan di atas ? Kalo lokasi deket sih masih ok lah, tapi kalo bayar mahal ya males juga sih.... hehehe.
Wah kebetulan nih newbie dapet file artikel dari produsen ban Jepang ternama yaitu TOYO, di akhir blog ini newbie sertakan capture dan copy pastenya, biar tau kata-kata aslinya. Lets see, apakah bisa menjawab pertanyaan newbie.

Nah ini pendapat newbie setelah baca artikel tersebut :

relationship between the pattern design and the tire's performance

sumber dari Toyo Tire Talk, pernah aku posting di kaskus dan AIC forum.

Ban dipengaruhi ama compound/campuran, nah ini susah mo dilihat, tapi ada yang lebih gampang dilihat yaitu patern ato pola tapak ban....
Apakah semua ban yang bertapak lebar2 seperti yang sering ditemui pada tipe2 ban basah akan menyebabkan noise yang lebih dibanding tipe kering..... biasanya bahkan banyak yang jawab "ya"
tapi kok achilless ATR Sport yang gua pasang malah lebih hening dibanding Turanza ? Turanza kerasa banget suaranya kalo dah jalan 80 kpj, sedangkan ATR Sport beberapa kali dipacu sampe lebih dari 100 kpj juga ga seberisik Turanza.... kecuali pas 130 kpj bergetar di stir :nohope: tapi ntuh mungkin soal lain..... Toh ada yang meng-"amin" kan kalo ATR Sport lebih hening dari Turanza..... (anak kaskus juga)
Apakah soal ban baru ?
Well kalo dilihat dari pola telapak ATR Sport, ini ban tipe Unidirection, tentu satu keunggulan dalam hal optimasi design pola tapak dibanding ban bi-direction, ntuh diluar kelemahan khas unidirection yang ga bisa sembarang dibalik....

artikel RIM aka Velg


Lupa linknya, yang jelas dari TOYO TIRE TALK pernah aku posting di kaskus dan di forum AIC