Kamis, 13 Mei 2010

Membaca Vacuum Gauge bagian 1

Hmmm, copy paste lagi nih, cuman dari berbagai sumber, dan diramu ala kadar...
sumber :
1. http://holdenpaedia.oldholden.com/Vacuum_Tuning
2. http://www.classic-cars-online.co.uk/Archive/vacuumgauge.html
3. http://www.therangerstation.com/Magazine/Summer2003/VacuumLeaks.htm
4. http://www.imperialclub.com/Repair/Fuel/VacuumGauge/index.htm
5. http://www.iwemalpg.com/Vacuum_gauge.htm
6. http://autospeed.com.au/cms/A_111456/article.html

Vacuum atau Negatif Preassure atau Tekanan Negatif atau sedotan/hisapan. Yang diukur di sini adalah tingkat kevacuuman dari intake manifold yang ada di kendaraan. Caranya dengan menggunakan alat ukur bernama vacuum gauge atau vacuum meter yang dihubungkan ke lubang/connector yang ada di intake manifold di mesin. Berlaku untuk mesin Normally Aspirated (NA) dan bukan pada mesin Force Induction (FI) baik Turbo Charge ataupun Super Charge, karena pada Force Induction Pressure atau Tekanannya Positif.

Vacuum Gauge ini ada yang berupa alat ukur untuk diagnostic yang hanya dipasang untuk keperluan trouble shooting/tuning dan juga ada yang dipasang di dashboard sebagai indikator yang sifatnya selalu terpasang dan dapat dipantau selama berkendara.

gambar 1

gambar 2


Gambar 1 & 2 di atas dapat mengukur baik ke vacuuman (jarum akan bergerak ke arah kiri : Pressure Negatif) dan juga dapat mengukur boost (jarum akan bergerak ke arah kanan : Pressure Positif).

gambar 3

gambar 4

gambar 5


Gambar 3, 4 & 5 hanya mengukur tingkat kevacuuman, ketiganya sama hanya beda di skala saja. Untuk gambar 3 arah jarum ke kanan untuk menunjukkan makin vacuum (pressure negatif) skala dalam satuan inchHg, kebetulan disertai indikator efisiensi pemakaian bensin. Gambar 4 arah jarum akan ke kiri untuk menunjukkan makin vacuum, satuan juga dalam inchHg. Gambar 5 seperti gambar 4 tetapi menggunakan satuan Bar. Yang jelas tidak perlu bingung ke arah manakah makin vacuum, tinggal baca saja indikator nol ada di mana.

Pada kondisi mesin mati maka tekanan yang ada di intake adalah 0 inchHg atau 0 Bar atau 0 psi dsb, jadi pressure yang diukur di sini adalah preassure yang relatif terhadap tekanan atmosfir.

Dari gambar 3 & 6, ternyata bahwa vacuum gauge juga dapat dipakai untuk memantau atay membaca apakah tekanan pedal gas terhadap kondisi saat itu menghasilkan pemakaian bensin yang efisien atau tidak. Selain itu dari pembacaan Vacuum Gauge juga dapat dipakai sewaktu melakukan tuning carburator / campuran bensin dan udara serta pengaturan timing pengapian. Juga dari pembacaan dapat digunakan untuk diagnosa problem mesin.

gambar 6

Berikut 'copy paste' menggunakan vacuum gauge untuk tuning, sayangnya mobil newbie sudah tidak tidak dapat diadjust manual AFR & Ignition Timingnya....

Performance Tuning with a Vacuum Gauge
Vacuum gauges are a cheap but effective method of ensuring that your classics are well tuned and problem free. The Vacuum gauge is a useful instrument to have on any classic as it can be used to tune for power, diagnose engine faults and for maintaining fuel economy.
This article will cover tuning, with articles below about how to diagnose common engine problems using your vacuum gauge.
Whichever gauge you choose whether its a test gauge or a permanent instrument it will need to be connected to the car's inlet manifold. Often there is a connection or pipe already but if not it may be necessary to drill and tap the manifold.
One your gauge is connected and seen to be registering a vacuum you can begin the tuning process
(normal vacuum at idle should be about 18-22In (4 Cyl), 19-21In (6 Cyl) or 15-18In on low compression engines (In is an abbreviation which stands for inches of mercury))
  • Start by first warming the engine and note the idle vacuum reading
  • Adjust the mixture on your carburettor to obtain the highest steady vacuum reading.
  • Richen the mixture setting until the needle begins to fall. This will give you the correct mixture setting for maximum power.
  • Slacken the distributor clamp bolt, and with the engine still at idle advance or retard the ignition until the highest steady vacuum reading is obtained.
  • Retard the timing until the vacuum gauge reading drops slightly (½In).
Your engine should now be tuned to perfection. Tuning with the engine running compensates for wear in the timing gear and therefore will provide better results than the manufacturers ignition settings.

berlanjut ke bagian 2

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar