Posts

Showing posts with the label niladyo

Review karet support shock Aerio merk IR {Niladyo}

 gambar 1
otodiy.blogspot.com
on 1 April 2017 :
Alhamdulillah, ternyata begitu diganti support shock, langsung beda banget rasanya. Senyap dan empuk. 
Sebelumnya gagap rebound...
Kiri, karet yg sudah 14 thn belum pernah diganti, menyerahlah dia dengan perlakuan kaki kanan. Sampai hilang cekungan atau celongnya. Sedangkan yg kanan masih ada celongnya.
Alhasil ground clearance depan naik sekitar 1.5 cm dari sebelumnya. 
Foto bawah, akibat keganasan SS leg 1 berikut SS leg 2 Prolink - Surabaya.
Bagi yg belum pernah ganti shock support, segeralah berganti, dan rasakan faedahnya..:)':)..
Kebetulan saya di Sby, dapetnya di Karunia Abadi, 200 per piece.

Perbaikan hembusan blower AC di kabin yang ga keluar {Niladyo}

gambar 1
otodiy.blogspot.com
Masalah angin gak keluar blower tengah kemarin. Sling kabel baja dituas katupnya ngikut..
Musti liha video nya baru bisa bayangin.
Untung masnya bisa nemuin

Share pergantian support shock aerio SGP orisinil {niladyo}

 gambar 1 - support shock depan
otodiy.blogspot.com
Pasang di mono, 100rb ganti support depan saja, yang belakang masih bagus.

Naikkan shock mount per untuk menaikkan ground clearance Aerio {Niladyo}

 gambar 1 - Ukur dulu
otodiy.blogspot.com
Kembali ke selera awal om, lift it up, naikkan ground clearance.
Jadi, sebelumnya ketinggian, dan shock juga pakai punya Baleno lama. Karena shock mount dinaikkan, shock ketarik, pas lewat poldur harus feeling, gak boleh kekencengan, potensi ngejedhak. Itu duluu...
Sekarang, optimal 2 cm lower shock mount geser keatas.
Alhasil depan 4 jari pas, belakang, 3.5 jari approx

cari penyebab getar halus, dari inner cv joint Aeeio {niladyo}

gambar 1 - tripod bearing jeroan inner cv joint
otodiy.blogspot.com
Udah ganti CV joint, inner or outer, berikut intermediate, tapi ada gejala getar halus. Pas jalan kec 35kpj, haluus, dan 80kpj an. Bukan pas belok.
Semua proses balance spooring sampai finishing balance all set.
Akhirnya kan, sesuai dugaan awal, ini biang geter halus (gambar 1).

DIY : pemasangan Throttle Body Spacer Aerio {Niladyo}

 gambar 1 - peralatan plus tang lancip 
 http://otodiy.blogspot.com 

Dari pemesanan TBS dari AIC Jakarta ke AIC Surabaya, setelah datang dicoba pasang oleh sumas Niladyo. Berikut adalah rangkaian step step pemasangan TBS Aerio.

Ganti seal busi rembes, CMP rembes dan lumasi bearing tensioner Aerio {Niladyo}

 gambar 1 - ke bengkel BIT
 http://otodiy.blogspot.com 

DIY : ganti karet seal injector Aerio {niladyo}

 gambar 1
 http://otodiy.blogspot.com 
Setelah seal injector sudah dibeli.
gambar 1 : Lingkaran, lokasi injector suspect rembes, dan sebelum dibersihkan, sedangkan bawah setelah dibersihkan lokasi area injector

Share pembelian karet seal injector Aerio di Raya Nginden Motor Surabaya {Niladyo}

 gambar 1 - 3 macam karet injector di Aerio
 http://otodiy.blogspot.com 
dari pembersihan injector yang lalu didapati karet seal injector ada yang sudah aus.

share ultrasonic cleaning dan kalibrasi injector di GBT Raden Saleh {niladyo}

 gambar 1 - Awal stel co
 http://otodiy.blogspot.com 
Awal setel CO di GBT Raden Saleh Surabaya nampak di gambar 1, hasil setel CO sesudah beda tipis, malah pas rpm 2000 HC dapet 90. Biaya 300rb include test CO, emisi gas buang dan bergaransi yah semingguan lah. 

Tadinya ada pilihan BIT, harga mirip 300rb, jasa 170 kurleb + cleaner 190, tapi ga ada co test dan di BIT dibersihkan manual aja. Hengky mirip-mirip sekitar 300rb, pakai liquid botol wynns tanpa lepas injector, langsung clean up di engine ala infus botol tersebut tapi ga ada alat test CO, ya sudah GBT saja, mekanik dan mas Tommy ownernya sangat cooperative

DIY : Bersihkan ECT Sensor Aerio penyebab rpm idle naik turun {niladyo}

 gambar 1 - lokasi ECT sensor, lebih enak setelah buka cover engine plastik
http://otodiy.blogspot.com

Beberapa minggu lalu, ada gejala start engine pagi hari, putaran stationer  cepet turun, sedikit naik lagi, sebelum ganti OCV, header dll. Bayangan pasti ini kalau bukan area ISCV kotor, gasket TB (Throttle Body) udah waktunya ganti, karena terakhir buka TB dari lihat memo - "Clean up TB, 14 maret 2014", masih pakai gasket orisinil..:). 
Persediaan gasket TB belum akan dipasang sebelum membuka TB jadi 2 bagian, berhubung dari 4 baut, hanya 3 baut terakhir yg bisa terbuka dengan impact driver, sisa 1 - daripada pecah konyol, minta tolong Beres BIT, sekalian ganti baru baut2 4 biji tempat idle up, dan 2 baut di sensor TPS. 
Ok, akhirnya setelah ganti OCV, semua jadi smooth sedia kala. Hanya masalah pagi hari start - rpm idle gak smooth turunnya.

DIY : Polish dan haluskan bibir Throttle Body Aerio {Niladyo}

 gambar 1 - Persiapan dremel _high flow throttle body_
http://otodiy.blogspot.com

Share penggantian OCV dan rubber gasket Aerio {niladyo}

gambar 1 - OCV 670rb + rubber gasket 25rb
Awalnya ada suara aneh samar mirip derit plunger kurang pelumas dari sisi kanan, jadi kadang walaupun di dalam kabin pun, terdengar suara samar tersebut. Jadi kadang radio harus dimatikan untuk pastikan suara asal tersebut. Ada semacam suara deritan 3 kali dalam hitungan detik, kadang bunyi dan kadang hilang, tapi lama kelamaan sering terdengar saat stasioner. Terasa kurang langsam. Selang beberapa minggu kemudian, saat ke Beres BIT service Power Steering, kuras brake fluid, clutch ada bunyi mendecit, bisa jadi sisa minyak Power Steering yang membasahi belt Alternator. Rupanya saat bersih2 engine bay, dan angkat air filter box, kelihatan alternator basah karena oli. Saat itu puncak parah rembesan olinya. Bau gosong pastinya dari ruang mesin, suara belt selip dari bearing tensioner. Vonis OCV - Oil Control Valve rupanya, yang sempat diganti part rubber gasket-nya saja di UMC Waru sekitar 2012. OCV survival berakhir sudah setelah 2 tahun.

review pemakaian busi iridium BKR6EIX-11 dan Autolite 985 di Aerio {Niladyo}

 gambar 1 - Perbedaan panjang Autolite 985 (kanan) vs NGK Iridium BKR6EIX-11 (kiri)
Review Reset ECU dan ganti busi Iridium NGK BKR6EIX-11.

Setelah reset ECU/ECM yg kedua kalinya, pertama, sekedar bersihkan filter udara, tanpa sentuh apapun, hasilnya memang smooth idle, cabut fuse EPI/EFI, selama kurang lebih dari 3 jam, amplas halus, pasang lagi. Belum clean up TB, gejala bbm boros, belum terasa perubahan berarti juga.

Reset ECU ke 2, selang 2 hari saking penasaran kadang idle masih susah turun, dan fuel cut, rpm masih terasa hunting, kadang 5 bar di kecepatan 16 kpj gigi 2. Saat itu sudah niatan utk clean up TB, dan berhasil diturunkan, bersih2, semprot pelunak carbon Nulon. Pasang lagi Autolite 985 yg umur pakai 9 bln, tp lupa catat km tempuh. Sembari menunggu engine kembali "normal", ECM pada tahap proses learning curve, mempelajari kebiasaan mengemudi.

Setel AFR / CO Aerio untuk mendapatkan hasil lebih irit BBM {Niladyo}

 gambar 1 - Ukur emisi gas buang melalui ujung knalpot

Awalnya sudah test CO di BERES UMC Sungkono, CO testernya belum calibrated, masih ragu hasilnya (gambar 2). Bacaan dari hasilnya terlihat settingan boros. Berikutnya test dan setel CO di GBT Jemursari

Share pembelian tutup tabung wiper Aerio yang hilang {Niladyo}

gambar 1 - Tutup tabung air wiper SGP baru
Beli tutup tabung air wiper, ori SGP, menggantikan tutup yang hilang. Gak tau entah jatuh ke ruang mesin atau di luar mobil ke bawah, kan stick penukurnya ga ada waktu itu, jadi hanya birunya saja, pas cuci mesin waktu itu di rumah. 

Carbon Clean ala N'Cus, metal top piston sampai terlihat {Niladyo}

 gambar 1 - permukaan top piston cling
Baru kali ini bisa lihat permukaan top piston cling-cling. Puas!

Tadi setelah geber-geber, buka busi lagi, semprot lagi, jadi 2 kali, gara-gara kain tipis panjang robekan kaos masuk ketinggalan di dalam, sekalian kenapa gak dibersihkan pakai Nila's stick.... (N'cus) halah....

Share pergantian Coil APV untuk Aerio made in Hungary {Niladyo}

 gambar 1 - Bungkus kardus Coil
Sebelumnya dirasa kok boros banget, aneh, tekanan ban ok, ternyata filter kotor dan coil patah pas diangkat mau set celah busi. Gak ada brebet sih, sempat tambal, tapi ada perasaan tarikan kok lemot, rupanya filter udara JFC pakai oli, jauh lebih cepat kotor, begitu cuci - tanpa oles-oles oli, keringan aja, beres dah..:). Suara mesin lebih halus, lebih ngisi, coil umur aja, jadi sekarang dua-dua-nya pakai ala coil ini, sebetulnya ada lagi coil yang harganya 270rb - di bawah ini cuman buatannya jelek dan gak meyakinkan. Ambil yang ini, SGP import oleh Indoparts, dari Hungary, yang jadi salah satu basisnya pabrik Suzuki di Eropa.

DIY : Apply Glaco Rain Repellant di kaca, air seperti di daun talas {niladyo}

gambar 1 - Glaco rain repellant
Cara pakai :
* gosok memutar (gambar 2)
* Tunggu kering sampai berkabut
* lap chamois semi damp
* lanjut tissue untuk bebas kabut di kaca bekas sapuan lap chamois.

Share selang freon AC Aerio lepas di jalan {Niladyo}

gambar 1 - selang AC lepas klemnya dari pipanya
Selasa 15 Oct, selang AC yang deket ke arah bumper lepas, jadi persis ama kasus di milis tempo hari. Gak ada tanda-tanda, tau-tau nyeplos aja tadi. Kirain injak kantong kaleng jebakan apalah, asap kuning. Power Steering Ok, buka kap mesin, lepas selang AC ternyata, selang ini belum pernah ganti. AC mulus tau-tau pyar, padahal beberapa bulan lalu udah service AC, dryer juga udah diganti. Kaget seperti bunyi ban meletus