Selasa, 09 April 2013

Review 3 in 1 Mini Torch, Hot Blower, Iron Solder berbahan bakar Butane

 gambar 1 - Roburn Soldering Iron Torch DIY
Kali ini rada menyimpang dari otomotif, cuman sedikit excited aja pingin latihan moto-moto macro ama ngereview, setidaknya ada kaitan ama DIY, dan mungkin bisa buat DIY bikin Volt Stabilizer buat mobil, jadi nyerempet otomotif lah (maksa dot com hehehehe). Well kalau mau solder menyolder di mobil ga bingung ngolor kabel buat pasang Solder Listrik, jadi mayan berguna buat DIY otomotif.... halah maksanya dilanjut....wakakakakakak.
Barang dibeli di Ace Hardware Galaxy Mall Surabaya, kebetulan ada diskon 50% harganya jadi 122rb, sempet pikir-pikir, akhirnya hajar deh.

Di Gambar 1 nampak produk dalam kemasan mika, bagian belakangnya berupa karton segel. Jadi ga ada box khusus yang bagus.


 gambar 2 - Side by Side karton pembungkus ama produknya

Ga ada lagi buku petunjuk pengoperasian. Petunjuk adanya hanya tercetak di karton kemasan (gambar 2) yang merupakan petunjuk terlengkapnya. Petunjuk praktis lainnya ada di sticker yang di tempel di bodynya (gambar 5). Petunjuk pengisian juga tercetak di bawah body nya (gambar 19), itupun singkat aja dan perulangan petunjuk di kemasan karton. Awalnya lihat ada karton kecil bertuliskan ROBURN di dalam kemasan, kirain adalah buku petunjuk pemakaian, setelah dibuka ternyata hanya karton label saja dan ga ada tulisan apa-apa lagi selain yang nampak di foto. Hmmmm kudu "backup" buku pentunjuknya nih dalam bentuk soft copy aja..... Latihan memfoto macro kemasan tersebut yang hasil fotonya bisa dibaca jelas ah..... Jadi deh seperti terlihat di gambar 3, kalau diclick buat digedein bakalan bisa dibaca dari sana.
 gambar 3 - Petunjuk pengoperasian - click untuk memperbesar
Di dalam kemasan, produk terdiri dari :

  • ROBURN 3 in 1
  • Dudukan agar ROBURN bisa diberdirikan, dudukan ini cukup berat untuk menahan ROBURN agar tidak sampai terguling
  • Sarung penutup, ada bagian yang menekan tombol pemadam api (Flame Off) - Gambar 20
  • Mata solder ada 4 bentuk disesuaikan dengan peruntukan. Pada kemasan 1 mata solder kondisi terpasang, 3 mata solder kondisi terlepas.
  • Satu buah adapter untuk pemasangan Cable heat shrink / Isolasi Bakar
  • Satu buat spons pembersih mata solder (warna kuning)

 gambar 4 - Produk
 gambar 5 - Sticker petunjuk praktis pada body
Di gambar 5 terdapat sedikit petunjuk pemakaian, hanya pengulangan saja dari petunjuk pada karton kemasan, hanya saja dengan ditempatkan pada body membuat mudah untuk membaca lagi. Permasalahan lama-lama sticker bisa terkelupas ataupun tulisan di sticker bisa pudar atau kotor karena dipegang tangan terus menerus.
 gambar 6 - Knop pengatur besarnya gas
 gambar 7 - Safety switch beserta tombol pematik api
 gambar 8 - On Off Gas
 gambar 9 - tombol pemadam api (Flame Off)
Fungsi tombol-tombol :

  • Safety switch (gambar 7) digeser ke bawah agar tombol pematik api bisa ditekan.
  • Tombol pematik api (gambar 7) ditekan, maka api akan menyala membakar gas yang keluar. Apabila gagal menyala maka safety switch harus digeser lagi ke bawah
  • Bila api sudah menyala, besar kecilnya api bisa diatur dengan menggeser tombol gas di samping kanan body ROBURN (gambar 6)
  • Untuk mematikan aliran gas, bisa digeser tuas yang ada di kiri body (gambar 8) ke arah depan / OFF.
  • Untuk memadamkan api, bisa ditekan tombol Flame Off yaitu tombol merah kecil yang ada di atas body (gambar 9), meski api padam apabila gas akan tetap mengalir. Sehingga bila mau menyimpan pastikan tuas gas di sebelah kiri sudah digeser ke OFF.
  • Bila tuas yang ada di kiri body (gambar 8) digeser ke arah belakang / CONTINOUS, maka gas bisa tetap mengalir terus menerus. Berguna untuk mode hot blower ataupun solder. Setelah api menyala, geser tuas ini ke arah CONTINOUS, kemudian tekan tombol Flame Off. Hasilnya Catalyst akan tetap menyala karena aliran gas ini meskipun tidak ada api yang terbentuk. Yang membedakan apakah api menyala atau hanya aliran gas saja yang membuat Catalyst menyala yaitu dari suara, saat api menyala terdengar seperti bunyi deru halus, sedangkan saat gas menyala terdengar seperti desis halus yang relatif lebih pelan daripada bunyi deru api terbakar. 
  • Untuk memadamkan aliran gas-nya bisa dengan menggeser tombol gas ke OFF. Bila kondisi Catalyst masih panas karena baru dimatikan, menggeser tuas gas ke CONTINOUS bisa berakibat Catalyst menyala kembali meskipun tidak ada api.
Mengubah-ubah Mode 3 IN 1 :
  1. IRON SOLDER : pada kondisi standard terpasang di kemasan sudah merupakan solder (gambar 10). Ujung kepala Solder bisa diganti-ganti dengan cara dilepas dulu, cara melepas dan memasangnya dengan jalan diulir saja dengan jari tangan. Tersedia 4 macam model (gambar 11) disesuaikan dengan aplikasi.
  2. HOT BLOWER : Apabila ujung kepala solder dilepas maka akan berfungsi sebagai hot blower. Catalyst  (gambar 12 dan 13) akan membara dan menimbulkan hawa panas. Jadi sebenarnya ga ada kipas yang meniupkan angin melewati elemen pemanas tapi dari radiasi panas aja.
  3. MINI TORCH : Apabila Catalyst dilepas maka akan menjadi obor api. Untuk melepas Catalyst, plastik hitam yang menempel pada body diulir lepas maka Catalyst berikut penutup logam akan terlepas (gambar 14), setelah itu Catalyst bisa didorong ke belakang untuk melepas Catalyst dari penutup logamnya (gambar 15). Setelah itu penutup logam bisa dipasang kembali dengan cara mengulir plastik hitam ke body seperti kebalikan cara melepasnya (gambar 18).

 gambar 10 - Berfungsi sebagai Iron Solder
 gambar 11 - Ujung solder dilepas maka menjadi hot blower
 gambar 12 - Berfungsi sebagai Hot Blower
 gambar 13 - Lubang hawa pada Catalyst tampak dari atas
 gambar 14 - Proses pelepasan catalyst - nampak keramik putih
 gambar 15 - Dilepas semua
 gambar 16 - Catalyst dari belakang
 gambar 17 - Catalyst dari depan
 gambar 18 - Berfungsi sebagai mini torch
Pada bagian bawah body ROBURN terdapat lubang untuk pengisian gas. Gas yang dipakai tertulis butane, kita bisa pakai LPG berbentuk kaleng, LPG ada dua jenis yaitu Propane dan Butane, keduanya bisa dipakai untuk ROBURN ini. Cara pengisiannya balik ROBURN menghadap ke bawah dan tempelkan tabung ke lubang pengisian.
 gambar 19 - Lubang pengisian gas
 gambar 20 - Sarung pelindung - menekan flame off button
 gambar 21 - Gas sebagai bahan bakar

Percobaan :
Mode MINI TORCH. Setelah gas diisi, geser switch safety, dan tekan tombol pematik (gambar 7). Maka Api akan menyala membentuk obor. Besar kecilnya api bisa diatur lewat tombol pengatur gas di kanan body (gambar 6). Untuk memadamkan bisa geser tombol GAS ke OFF (gambar 8). Hasilnya seperti terlihat di gambar 22.
 gambar 22 - Menyala sebagai Mini Torch

Mode HOT BLOWER. Cara seperti menyalakan Mini Torch. Keramik maupun Catalyst akan membara merah. Selanjutnya geser tombol gas ke arah CONTINOUS (gambar 8), kemudian matikan api dengan menekan tombol Flame Off di atas body (gambar 9). Catalyst akan tetap membara dari aliran gas yang ada (gambar 23). Dari ujung depan Catalyst teradiasikan panas ke depan akibat dorongan tekanan gas, tapi ada juga radiasi dari lubang pernapasan di atas catalyst. Jadi pastikan lubang tersebut tidak mengenai benda-beda lainnya. Pengaturan panas bisa diatur dari tombol pengatur besar kecilnya gas di sebelah kanan body (gambar 6).
Test pada kertas dengan jarak yang sedikit jauh, kertas terasa hangat, makin didekatkan kertas berubah warna kecoklatan, lebih dekat lagi kertas jadi terbakar. Jadi untuk hot blower pastikan jarak obyeknya, kudu latihan dulu...... Hmmm bisa ga yah buat buka mika headlamp ?!
Percobaan dengan timah, bisa melelehkan timah hanya dengan hawa panasnya (gambar 26 dan 27), kebayang kan panasnya ?
 gambar 23 - Menyala sebagai Hot Blower
 gambar 24 - Hot blower tampak depan
 Gambar 25 - berubah warna setelah dipakai
 Gambar 26 - Test hot blower - mampu melelehkan timah
 gambar 27 - Timah menjadi leleh dengan hawa panas saja

Mode SOLDER. Pasang mata solder, lakukan step seperti Mode HOT BLOWER. Mata solder akan menjadi panas karena rambatan panas. Lagi-lagi perhatikan lubang hawa pada Catalyst (gambar 28) saat melakukan pekerjaan penyolderan. Pastikan lubang hawa menghadap ke atas supaya lebih aman.
 gambar 28 - Berfungsi sebagai Iron Solder
 gambar 29 - Timah dilelehkan dengan mata solder
gambar 30 - Percobaan pemakaian sebagai solder

Testing isi gas, ga tau penuh apa enggaknya masih bingung cara taunya. Solder-solder cukup enak, jauh lebih enak dan cepat dalam melelehkan timah dibanding solder 120 Watt punya newbie. Mensolder sekitar 40 Capacitor (gambar 30) ternyata sudah mati duluan setelah sekitar 3/4 dari pekerjaan di gambar 30.

regards,
singachu

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar