Selasa, 24 November 2009

DIY : bungkus pipa low pressure AC

Sumber : http://saft7.com/?p=146

Berawal dari baca-baca artikel di saft7.com dengan topik Membuat AC Jadi Lebih Nyesss… , saya ingin mencobanya di aerio saya karena biayanya relatif murah dan dasar pemikirannya cukup masuk akal menurut saya. Entah mengapa sekarang link tersebut harus memasukkan password untuk membacanya.... saya tidak tau karena tidak terlalu mengikuti semua perkembangannya....



Seingat saya dasar pemikirannya adalah (hasil interpretasi saya yang masih newbie) :
  • Pipa AC bagian Low Pressure bersifat dingin dan High Pressure bersifat panas
  • Pipa AC yang dingin tersebut sangat disayangkan bila terkontaminasi panas di dalam kap mesin yang tentu akan berpengaruh ke dinginnya freon yang di dalamnya, sehingga semakin kita mengurangi panas yang terserap oleh pipa ini diharapkan suhu dingin freon yang mengalir di dalamnya relatif terjaga
  • Dengan mengurangi penyerapan panas di pipa tersebut diharapkan freon semakin efisien dalam menyerap panas dari dalam kabin dan membuangnya ke luar (condensor)

Sasaran :
  • Mengurangi imbas panas di ruang mesin ke pipa low pressure

Cara :
  • Membungkus pipa low pressure AC dengan selang AC (insulox dsb)

Bahan :
  • Selang AC merk terserah, yang diameter tengahnya kira2 sebesar pipa aluminium sebanyak 2 lonjor (masih sisa). seingat saya harganya sekitar 11rb per lonjor di toko kawasan kedungdoro (toko AC & kulkas).
  • Cable ties untuk mengikat (kebetulan waktu itu saya sudah punya satu plastik beli di AJBS jl Ratna - harga lupa)

Peralatan :
  • Gunting

Step-step :
  • Cari tau mana pipa Low Pressure dari AC, ditandai dengan tutup pentil warna hijau dengan huruf L yang menandakan Low Pressure.
  • Ukur dan rencanakan panjang selang, sedapat mungkin pemotongan rapi dan minim sambungan agar terlihat lebih rapi, potong sesuai ukuran panjangnya
  • Belah selang AC menjadi terbuka dan bungkus pipa tersebut
  • Ikat dengan Cable ties secukupnya

Berikut adalah hasilnya di Suzuki Aerio 2003


gambar 1

gambar 2

gambar 3

 gambar 4

gambar 5


review hasil :
Sayang saya tidak punya alat ukur termometer serta parameter pengujian before dan after tidak sama, jadi hasil yang saya rasakan bersifat subyektif dan mungkin terpengaruh sugesti. Yang saya rasakan memang suhu AC tidak bertambah dingin dibanding sebelumnya tetapi kecepatan untuk mendinginkan ruangan lebih cepat, cukup terasa waktu di siang hari ibarat mesin maka top speed sama tetapi akselerasi lebih cepat. Not bad lah dibanding biaya yang dikeluarkan.

status saat ini :
Cukup durable, kira-kira sudah terpasang sekitar 2.5 tahun lebih dan tidak terlihat tanda-tanda kerusakan dari selang AC-nya, cable ties sempat saya potong dan saya ganti dengan cable ties yang reusable karena waktu itu saya ingin kotak-katik lagi, tetapi dari segi kerapiannya tetap lebih rapi menggunakan cable ties sekali pakai seperti nampak di foto-foto di atas.


regards,
singachu

Comments
4 plus+

4 comments :

Poskan Komentar