Pakai ECT Swift untuk menurunkan putaran fan radiator Aerio di temperatur 95*C {Indra Wijayanto}

 gambar 1 - ECT Swift
otodiy.blogspot.com
Ijin share yg ingin temperatur di bawah 98°C (fan radiator sudah berputas) bisa pakai ECT swift old temperatur di angka 95°C
ECT bawaan di 98°C - 101°C



PNP (drat dan socket cocok dengan aerio)
 gambar 2 - eparts ECT Swift old
gambar 3 - eparts ECT S-Cross
letak ect : http://otodiy.blogspot.com/2014/05/diy-bersihkan-ect-sensor-aerio-penyebab.html

by Indra Wijayanto
sumber : facebook AIC

Comments

  1. Om, mau tanya donk. Itu kodenya koq sama persis dg aerio/baleno next g?
    13650-54G00-000 untuk SWIFT RS415
    13650-54G00-000 untuk AERIO, BALENO NEXT G
    Kalo pas beli, dari mana kita tahu suhunya 95 atau 98C?
    Baleno next g saya sudah beberapa kali mogok di tol karena masalah cooling system. Belum ketemu penyebabnya. Please help. Thanks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah baru ngerti aku. Ya susah kalau dilihat fisik aja.

      Thermostat dipasang ./ dilepas ?
      Kipas muternya kencang ?
      Waktu mogok di tol, air luber atau air habis ? Mogok itu berhenti sendiri karena overheat ? kalau pernah mesin mati karena overheat, kemungkinan cylinder head nya udah melengkung perlu diratakan.
      Coba tes buka tutup radiiator waktu dingin dan nyalakan mesin, kalau ada gelembung2 kecil seperti aquarium ya itu tandanya bocor kompresi

      Delete
  2. Terakhir Juli 2018, mogok di tol Bekasi, coolant habis. Setelah dicek besoknya ternyata ngowos/bocor bagian atas radiatornya. Ganti part kW buat aerio. Ga berani bongkar bagian thermostat, tapi Juni sebelum pulang kampung (Solo) pernah dicek oleh mekanik bagian cylinder head katanya gapapa. Radiator fan mutar cuma sebentar saat mobil berhenti habis dipakai bepergian. Dulu sudah pernah tes sendiri resistance ect sensor pakai multi tester dan hasilnya bagus (0,C 5.74 kOhm; 40 C, 1.1 kOhm, dst kira-kira sama dg standarnya); Gelembung2 kecil tidak ada. Apa pengaruh pemasangan relay lampu utama ya? Kabelnya kan nyantol ke aki dan kabel2 di sekitar radiator. Apa soket fan radiatornya bermasalah? Mungkin ga ya water pump/termostat bermasalah? Terima kasih atas masukannya, om Singa chu. Sangat membantu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ok kalau memang ga ada gejala head melengkung dan tidak ada gelembung2.

      Coba cabut socket ECT dan nyalakan mesinnya, harusnya semua kipasnya berputar dengan kencang. kalau pelan ada kemungkinan sudah lemah.

      Harusnya pemasangan relay lampu utama tidak ada pengaruhnya.
      Kalau dipakai lama, apakah selang bawah dan atas panas ? Harusnya itu sudah menunjukkan thermostat ok.
      Waterpump bisa juga, cek aja dengan tutup terbuka dan gas, harusnya kelihatan ada air mengalir.

      Kalau dicoba idle diem di tempat dengan kap mesin ditutup biar cepet panas (ga usah nyalakan ac), coba tunggu sampe kipas radiator on/off beberapa kali, sambil amati, apakah overheat ?

      Delete
  3. Waktu cabut soket ECT dan kontak ON, fan radiator muter kenceng. Selang atas dan bawah panas Saat radiator cap dibuka dan mesin hidup tanpa digas, turbulensinya kecil (Normal ga ya?)
    Setelah diganti tutup atas radiator sampai hari ini ((2 bulan) tidak pernah overheat. Maksimum masih Tangerang Bekasi pp. Saat ganti, dibilangin kalau tutup radiator yang sebelumnya itu sebenarnya bukan punya Baleno Next G atau Aerio, jadi pakai diganjal lempengan besi, jadi ga kuat alias mudah jebol kalau suhu tinggi. Semoga cuma itu masalahnya.
    Thanks om Singa chu atas masukan dan website-nya yang sangat membantu :-)

    ReplyDelete

Post a Comment

most read in a week

DIY : {taufik} membersihkan ECT Sensor untuk menormalkan putaran fan radiator

DIY : Modif jalur camera mundur agar bisa mode AUTO / ALWAYS ON / OFF

Tutorial mengkoneksikan handphone ke head unit Mobilio Prestige {kimbo555}

DIY : Membetulkan High Pressure Cleaner yang macet-macetan

DIY: Isi Freon R134a Kaleng {Daniel Setiawan}

Troubleshoot RPM Agya Ayla tinggi {prasetyosip}

DIY: cara irit buat karet pintu lebih kedap saat tutup buka pintu {batosai1983}

Ganti bostel dan bearing alternator penyebab bunyi krrr krrr saat mesin diberi beban {windu}