Troubleshoot Next G matic boros dan bau menyengat, setel CO / AFR

gambar 1
otodiy.blogspot.com
Sebenernya newbie ga bisa estimasi secara pasti untuk konsumsi BBM Next G matic, karena mobil yang bawa adalah nyonya dengan drive style yang berbeda dengan newbie, ditambah lagi yang paling pengaruh ke konsumsi BBM adalah jarak tempuhnya, Next G seringnya dipakai untuk jemput anak sekolah yang berjarak sekitar 2.5 km, atau ke rumah mertua yang berjarak kurleb 1.5 km, atau dipakai ke tempat kebugaran yang berjarak dekat juga, too many short trip. Jadi agak susah omong soal Fuel Consumption, setelah dicoba tuning pun juga akan kesulitan melihat hasilnya apakah membaik atau tidak.
Namun terutama yang sering mengganjal adalah bau menyengat / sangit seperti oli terbakar tapi juga seperti bensin terlalu rich. Awalnya newbie pikir karena ada kebocoran oli karena beberapa ada rembesan oli mesin di cylinder cover dan rembesan oli dari power steering, namun setelah diperbaiki, bau tidak berkurang sama sekali. Tune up, carbon clean, bersihkan Throttle Body dan ISCV, ganti filter udara pakai JFC, bersihkan injector dan klep intake, reset ECU, still no luck. Bau tetap ada, bahkan saat pagi hanya melakukan warming mesin pun udah kerasa baunya, asap dari belakang exhaust / knalpot juga terlihat putih sedikit tebal, bahkan saat mesin panas juga samar-samar terlihat.

Kepikir juga sudah ada baret di silinder atau ada oli masuk ke ruang bakar ntah lewat seal klep atau dari ring piston. Ya kalau udah begini mau ga mau mesti turun mesin buat benerin, mesti nabung dulu.
Settingan CO / AFR ga terpikir untuk cek, karena setting awalnya sudah cukup ok dan irit, apalagi dilakukan menggunakan alat uji emisi di BERES. Newbie ga berminat untuk ubah-ubah dengan coba-coba, alasannya karena selain patokan susah dilakukan secara akurat tanpa alat uji emisi, yang terutama juga karena Next G matic ini bukan harian dipakai newbie, makin susah untuk monitor perubahan.
Pagi ini ntah kenapa kepikir untuk coba ubah-ubah aja, mungkin terinspirasi postingan om Kun Widodo yang mengukur nilai resistansi setelan CO, barangkali bisa aku coba samakan. Dan beberapa postingan yang dulu dari teman-teman juga bisa digunakan sebagai referensi, misal om Zindro / Centraltech, post di sini, atau sini.

Ok, kumpulkan semangat, pertama newbie lepas busi dulu, untuk cek warna busi, sepertinya sih normal-normal saja tanpa ada tanda-tanda oli masuk. Pembakaran kurang sempurna. 
 gambar 2 - busi sebelum dibersihkan
 gambar 3 - busi sebelum dibersihkan
 gambar 4 - busi sebelum dibersihkan
 gambar 5 - busi sebelum dibersihkan
Setelah busi disikat kawat dan semprot Nulon Foam di busi, pasang kembali, trus lanjut ganti filter udara indopart menggantikan JFC. Awalnya coba pasang JFC karena dugaan AFR terlalu rich akibat kekurangan udara, namun ternyata ga efek juga, jadi untuk filtrasi lebih baik newbie ganti ke standard lagi.
gambar 6 - JFC dilepas ganti filter Indopart standard
Setelah itu coba lepas setelan CO dan coba ukur nilai resistansi puteran CO dengan patokan postingan om Kun Widodo. Setelan CO yang newbie dapatkan ternyata ketekuk, newbie luruskan dulu dan ternyata nilai resistansinya berbeda :
 gambar 7 - catatan nilai resistansi

gambar 8 - petunjuk di manual

gambar 9 - compare test dengan Aerio manual


A-B B-C A-C
  Patokan nilai 11.9 kOhm 39.8 kOhm 50 kOhm
Next G Awal 1.2 Ohm 46.4 kOhm 46.5 kOhm
  CCW +1 33.9 kOhm 12.7 kOhm 45.6 kOhm
  Balik Normal 34.8 kOhm 11.9 kOhm 46.2 kOhm
Aerio Aerio - Awal 47.4 kOhm 1.1 Ohm 47.4 kOhm
  CCW +20 9.3 kOhm 38.1 kOhm 47.2 kOhm
  Balik Normal 47.4 kOhm 1.1 Ohm 47.4 kOhm

Di gambar 8, tidak ada patokan nilai resistansi, harus menggunakan exhaust gas tester atau alat uji emisi, ada patokan arah putar : A. Counter Clock Wise (CCW) makin Rich dan B. Clock Wise (CW) makin Lean. Dari teman-teman udah coba ukur resistensi sebagai patokan, beberapa ada yang ukur voltase saat terpasang tapi kebetulan belum ada yang share nilainya, jadi newbie coba pakai patokan resistensi dulu.
Newbie ukur dengan posisi kuncian socket CO menghadap ke bawah dan kaki socket menghadap ke kita, ada 3 kaki dari kiri ke kanan ditandai A, B dan C. maka yang diukur adalah kaki kiri dan tengah (A-B), tengah dan kanan (B-C) serta paling kiri dan paling kanan (A-C). Multimeter yang newbie pakai murahan jadi akurasinya mungkin kurang baik, namun newbie akan coba nilai relatif.
Nilai awal agak aneh, karena A-B bahkan nol kilo Ohm, sampai ukuran di multimeter paling kecil baru kebaca 1.2 Ohm saja. Newbie coba putar CCW +1, CCW +2 dst coba CW +1, namun nilai resistensinya ga banyak berubah, sampai newbie coba CCW +20 putaran, baru berubah, setelah ini newbie coba balikkan ke asal dan cuman putar CCW + 1, hasilnya seperti terlihat di tabel sekarang sudah ada perubahan, A-B menjadi 33.9 kOhm, dan B-C 12.7 kOhm. Bila dilihat dengan nilai patokan malah kebalik nilai resistansinya. Newbie coba balikin lagi ke putaran normal atau kembali ke asal, kali ini terbaca A-B 34.8 kOhm dan 11.9 kOhm. 
Mungkin karena tertekuk awalnya, dan karena sebenernya setting awal sudah cukup OK, newbie putuskan puteran tetep seperti di awalnya saja dengan A-B 34.8 kOhm dan B-C 11.9 kOhm. 
Karena penasaran agak siang hari newbie coba test setelan CO untuk Aerio, ternyata kali ini ada yang aneh di nilai B-C yang hanya 1.1 Ohm ga sampai 1 kilo Ohm, coba-coba putar CCW 20 kali, nilai berubah, namun saat dibalikkan ke asal, nilainya tetap 1.1 Ohm..... Lha puyeng deh, pasang lagi aja karena newbie ga ada kendala di Aerio baik FC dan tenaganya cukup ok.

Setelah setelan CO Next G udah disetel (sebenernya ya balik awal settingannya), pasang di Next G matic dan sekarang mobil dinyalakan (kondisi dingin sebab sejak awal copot busi, itu mesin belum dinyalakan sama sekali). Sambil menunggu temperatur mesin ke suhu ideal, newbie ke bagian ujung knalpot untuk liat apa ada beda dengan sebelumnya yang pasti bau sangit menyengat. Kali ini tetap tercium bau aneh, tapi newbie langsung inget ini bau khas Nulon Foam Conditioner, ya tadi ujung busi newbie semprot..... asap tipis terlihat, mungkin karena kondensasi air, atau asap bensin newbie ga begitu yakin, lama-lama asap menipis, rpm turun dan bau dari Nulon sudah hilang, hmmm sepertinya baunya much better ga menyengat, tapi ya newbie ga bakalan pasang hidung di depan knalpot, gimana-gimana ini asap beracun. Pindah ke bagian mesin, biasanya begitu keluar buka pintu supir langsung tercium bau menyengat dari arah mesin. Kali ini masih tidak ada bau menyengat.

Setelah mesin dalam temperatur yang cukup hangat, rpm sudah normal dan lampu indikator temperatur warna biru sudah padam, newbie matikan mesin dan coba tes kompresi seperti yang pernah newbie lakukan. Ya dicoba aja lihat apakah ada kebocoran kompresi di tiap-tiap cylinder.

 gambar 10 - hasil tes kompresi cylinder no 1
  gambar 11 - hasil tes kompresi cylinder no 2
  gambar 12 - hasil tes kompresi cylinder no 3
  gambar 13 - hasil tes kompresi cylinder no 4
 gambar 14 - proses ukur
 gambar 15 - Throttle gas ditarik full
 gambar 16 - starter mesin pakai kabel
 gambar 17 - jumper relay starter
Kebetulan newbie ada pasang relay starter untuk Next G, jadi bisa trigger relay starter (gambar 17) langsung ke positif aki (gambar 16), maka motor starter akan memutar mesin. Karena kunci kontak ga dipasang jadi mesin tidak akan menyala, cara ini biar ga ribet matikan fuel pump, dan dapat newbie lakukan langsung di ruang mesin, tangan kanan (gambar 16) untuk starter dan tangan kiri tarik throttle body biar terbuka penuh (gambar 15).

Cyl 1 Cyl 2 Cyl 3 Cyl 4
195 199-200 194-195 195

Hasilnya masih OK banget.

gambar 18 - puteran CO dirapikan kembali 
 gambar 19 - busi sebelum dipasang lagi, gap disetel jadi 1.1 mm
Paginya dipakai sekitar 15 km, hasilnya masih tidak tercium bau menyengat. Waktu pulang sampai di rumah juga tidak ada bau menyengat, malam ini dipakai pp sekitar 3 km, juga tidak ada bau menyengat seperti biasanya. Sepertinya memang dari setelan CO nya yang selama ini bermasalah, mungkin karena sempat tertekuk. Untuk FC coba akan dipantau beberapa minggu ini.

regards,
singachu

Comments

most read in a week

DIY : {taufik} membersihkan ECT Sensor untuk menormalkan putaran fan radiator

DIY : Modif jalur camera mundur agar bisa mode AUTO / ALWAYS ON / OFF

Tutorial mengkoneksikan handphone ke head unit Mobilio Prestige {kimbo555}

DIY: Isi Freon R134a Kaleng {Daniel Setiawan}

DIY: cara irit buat karet pintu lebih kedap saat tutup buka pintu {batosai1983}

DIY : Membetulkan High Pressure Cleaner yang macet-macetan

DIY : Tarik kabel lampu kabin untuk lampu yang mengikuti nyala lampu kabin

Ganti bostel dan bearing alternator penyebab bunyi krrr krrr saat mesin diberi beban {windu}