Selasa, 24 November 2009

DIY : Isi angin ban dengan pompa manual







Sebagai bagian dari perawatan mobil, tekanan ban perlu dijaga. Cukup banyak artikel yang ada di internet tentang pentingnya menjaga tekanan ban jadi saya tidak perlu bahas lagi di sini :D Tekanan angin anjuran untuk ban ukuran standard biasanya bisa ditemukan di pilar B bagian pintu supir.

Untuk melakukan pengecekan sebaiknya dilakukan dalam kondisi ban dingin. Terbaik adalah pagi hari sebelum mobil dipakai. Gunakan alat pengukur tekanan ban yang dapat diandalkan akurasinya.

Karena ini DIY alias Do It Yourself dan karena saya punya hanya pompa kaki manual; maka saya ulas singkat tentang penggunaannya. Alasan saya tidak menggunakan pompa ban elektrik karena harga relatif mahal dan untuk pompa yang murah harganya kualitasnya meragukan :D

Sedikit cerita mengenai pompa yang saya gunakan :
Pompa yang saya punya dulu beli sekitar 70rb an (lupa tepatnya) di ACE Hardware bagian olahraga. Pompa ini cukup mampu memompa ban bahkan pernah saya pakai isi ban sampai tekanan 40 psi, baik kondisi ban dilepas / di dongkrak atau kondisi ban tetap menempel dan menerima beban bobot mobil. Meski demikian saya ada tips agar terhindar dari kerusakan seperti yang pernah saya alami. Asal penggunaannya baik, maka pompa relatif awet, terbukti pompa ini masih bisa saya pakai sampai saat ini, padahal saya membelinya sebelum saya beli Aerio jadi udah lebih dari 3 tahun, saya lupa tepatnya.
Sebelum saya memiliki pompa ini, saya mempunyai pompa serupa tetapi berwarna biru, saya gunakan untuk memompa ban sepeda motor, tetapi karena keteledoran saya menyimpannya secara tidak sengaja saya "menendang"nya sehingga piston plastik pecah tepat di sambungan "batang" pistonnya. saya coba lem, dipanaskan dsb tetapi kekuatannya tidak dapat kembali, akhirnya LEMBIRU - LEMpar BelI baRU. Saya pilih pompa yang saya pakai ini awalnya karena saya melihat "batang" piston yang keluar masuk bukan berupa besi kecil seperti pompa sebelumnya tetapi berupa pipa besi sehingga terlihat lebih kokoh.
Pompa "merah" yang saya pakai saat ini pernah mengalami kerusakan yaitu lagi2 piston plastiknya yang lepas dari "batang" pistonnya. Hal ini karena saya sudah pasang cop ke pentil ban dan saya tinggal pompa tersebut dalam kondisi tidak ada yang menahan pedalnya; tiba-tiba plop..... batang piston terlepas dari rumahmerahnya dan piston plastiknya tertinggal di dalam rumahmerahnya. Tapi kali ini saya beruntung karena hanya perlu diulir kembali dan bisa saya pakai lagi sampai sekarang. Karenanya untuk menghindari hal ini terjadi, maka perlu ditaati "prosedur" pemakaiannya.
Pompa "merah" ini juga pernah mengalami kerusakan pada cop pentilnya, karet sealnya mulai koyak sehingga "ngowos" alias angin bocor. Solusi saya ke toko kelontong untuk membeli selang meteran + cop busi dengan biaya tidak sampai 10rb maka saya sudah bisa memakai lagi dengan ukuran selang 1.5 meter, cukup panjang jadi lebih mudah memompa ban :)

Step-step :
  1. Ukur tekanan ban sebelum dipompa dengan pengukur tekanan angin yang dapat dipercaya. (ukuran tekanan angin bawaan dari pompa tidak akurat! ). Hal ini dimaksudkan selain untuk mengetahui apakah perlu penambahan angin ban juga untuk mengetahui seberapa banyak kita menginjak pompa, jumlah injakan pertama-tama tentu coba-coba, berikutnya kita bakalan tau kira-kiranya.
  2. Buka kawat pengunci pedal pompa.
  3. Injak pedal pompa dan tahan pakai kaki.
  4. Pasang cop pompa pada pentil ban.
  5. Lakukan pemompaan.
  6. Bila dirasa cukup, jangan lepas injakan kaki dari pedal pompa dulu tetapi lepaskan cop dari pentil ban baru lepas injakan dari pedal pompa. "Prosedur" ini yaitu mulai dari no 3 s/d 6 adalah tindakan preventif agar pompa kita tidak "meleduk" alias rusak.
  7. Ukur lagi dan ulangi ke step no 3 bila kurang. Bila berlebih maka kurangi tekanan dengan memencet pentil ban.
  8. Pastikan pentil tidak bocor dengan cara mengoles "cairan sabun" atau "minyak bekas / jelantah" atau kalau anda cukup jorok bisa dengan "air liur" (wakakakak) ke pentil ban. Bila ternyata menggelembung dan pecah maka ada kebocoran pada pentil ban, biasanya penyebabnya pentil ban kurang kencang.
  9. Pasang tutup pentil ban, fungsi tutup ini agar debu tidak mengotori cop pentil yang mungkin bisa merusak karet seal dari pentil dan juga untuk sedikit lebih menghambat bocor halus dari pentil ban.
Sudah berkali-kali dan tidak terhitung saya menggunakan pompa ini baik untuk mobil maupun motor; baik untuk ban serep maupun ban yang terpasang. Beberapa orang menyarankan untuk mendongkrak mobil agar tekanan yang diterima oleh pompa tidak banyak; memang saran yang baik tetapi kurang praktis.
Mengisi dengan pompa manual ini tepat dilakukan untuk menambah tekanan angin. Meski demikian saya pernah memompa ban dari kondisi 0 psi sampai 40 psi pada ban ukuran 195/55/15; memang berhasil tapi disertai oleh keringat yang mengucur deras :D. Memompa ban dengan pompa manual ini tidak berat, ringan malah, cuman untuk mendapatkan volume yang banyak memang memerlukan injakan yang cukup banyak; ini yang menyebabkan memompa dari 0 psi ke 40 psi perlu perjuangan; anggap saja olah raga.
Perkiraan kasar : untuk menaikkan tekanan 1 psi (pakai alat ukur tekanan digital) pada ban ukuran 195/55/15 diperlukan injakan sebanyak 10 kali. Silahkan hitung jumlah injakan kalau ingin menaikkan tekanan 40 psi :D

Salam olah raga :D

Note : Di sini, saya tidak ingin berdebat mengenai lebih baik mengisi ke tukang ban, juga berdebat mengenai angin biasa vs nitrogen, atau isi angin gratis di Pom Bensin, dsb. It's a matter of choice :p


regards,
singachu

Comments
3 plus+

3 comments :

Poskan Komentar