Rabu, 04 Juni 2014

Drive style mempengaruhi Konsumsi BBM Grand New Kijang Innova VVT-i ?

gambar 1
http://otodiy.blogspot.com
Newbie saat ini sedang memakai Grand New Kijang Innova VVT-i berbahan bakar bensin bertransmisi manual. Sering mendengar banyak orang mengatakan Innova bensin konsumsi bensinnya boros, karenanya newbie agak penasaran juga. Karena yang newbie pakai tipe G maka tidak terdapat MID untuk menampilkan konsumsi BBM, jadi perhitungan FC dilakukan secara manual dengan memanfaatkan trip A yang direset menjadi NOL setelah bensin diisi penuh.
Saat awal pakai Innova, newbie juga merasakannya menurut perkiraan Fuel Consumption (FC) nya 1:7 alias membutuhkan 1 liter bensin premium untuk menempuh sekitar 7 kilometer. Jarum penunjuk bensin turun terasa cepat. Newbie coba setel handremnya karena merasa speed cepat sekali turun saat mobil digelindingkan (glide). Setelah itu dibarengi dengan perubahan drive style, alhasil yang menurut perkiraan FC 1:7 mulai terlihat perbaikan dan saat jarum bensin hampir di garis 1/4 dari bawah, newbie isi 220rb premium alias 33.85 liter, Trip A seinget newbie saat itu menunjukkan 278km-an.... jadi Fuel Consumption adalah 278/33.85 = 1:8.21. A bit better. Jarum bensin berada di atas garis teratas tapi di bawah huruf F (lihat gambar 2 bagian kiri bawah), saat pengisian bensin tersebut nossle bensin berhenti bukan karena sudah penuh tapi karena meteran pom bensin sudah menunjukkan Rp 220.000,- Setelah itu trip meter A direset menjadi NOL.

Innova newbie pakai harian dari rumah ke kantor di pagi hari, dan sore/malamnya newbie pakai dari kantor ke rumah. Kalau pas inget di foto, kalau lupa ya udah terlompat ga kefoto. Ada kalanya juga newbie pakai selain ke kantor. Berikut newbie coba tunjukkan penambahan kilometer di Trip A (odometer) dan juga posisi jarum bensinnya. 
 gambar 2 - kiri bawah posisi jarum bensin setelah diisi 220rb, trip meter A direset menjadi NOL
 gambar 3 - lanjut terus pemakaian
 gambar 4 - sampai 12 Mei pagi, isi full karena hendak dinas ke luar kota

Dari pengisian bensin ini newbie perkirakan isi 150rb premium, ternyata saat sekitar 134rb an nossle pengisian bensin sudah berhenti, dan petugas pom bensin harus mengoperasikan pelan-pelan agar tangki bensin bisa diisi 150rb. Trip meter menunjukkan angka 197.6 km.
Sedikit kurang tepat memang penghitungan konsumsi BBM nya.... Bila dihitung dari 150rb premium alias 23.08 liter maka FC menjadi 1:8.56.... tapi bila dihitung di 134rb alias 20.62 liter maka FC menjadi 1:9.58, not bad.

Berikutnya newbie sebenarnya pingin test buat dipakai luar kota, tapi ternyata ga kesampaian karena yang nyetir gantian antara newbie dan rekan kantor. Newbie menjalankan cukup agresif untuk menyalib deretan truk di pantura, tapi saat rekan kantor newbie lebih nyetir malah suka maen rpm tinggi dan jatuhnya cukup boros.... seinget newbie total jarak tempuh 424 km-an dan bensin premium 300rb an atau 46.15 liter premium, dihitung-hitung FC di kisaran 1:9an padahal perjalanan jarak jauh atau luar kota. Saat pengisian 300rb ini nossle pom bensin sempat berhenti dengan sendirinya, tapi tidak sampai hampir luber sebagaimana pengisian sebelumnya, trip A direset menjadi NOL. Jarum bensin berikutnya menunjuk seperti gambar di bawah ini (baru inget foto setelah menempuh 10.2 km).

Berikutnya newbie ganti cara menyetirnya dengan pulse and glide dan rpm dijaga serendah mungkin di bawah 3000 rpm, hal ini karena fan Innova masih menganut viscous dan bukan elektrik, sehingga putaran kipas membebani kerja mobil, semakin tinggi RPM semakin besar daya yang "kemakan" untuk memutar kipas. 
 gambar 5 - FC mulai dihitung ulang sejak 14 Mei 2014
 gambar 6 - beberapa tanggal kelupaan ga difoto
Saat sabtu tanggal 17 Mei 2014, innova newbie bawa ke Auto2000 Basuki Rachmad surabaya untuk dilakukan service 1000 km. Saat itu ga tau mobil diapakan aja, artinya juga mesin sempat idle  / dijalankan tapi dengan mobil diam di tempat, alias trip A tidak bertambah tapi bensin terkonsumsi. Setelah selesai dari Auto2000 newbie bawa ke area margomulyo untuk pasang kaca film.
 gambar 7 - pemakaian 20 Mei 2014
 gambar 8 - pemakaian 21 Mei 2014
gambar 9 - pemakaian 22 Mei 2014
gambar 10 - pemakaian dan pengisian 23 Mei 2014
Kali ini di tanggal 23 Mei 2014 diisi sampai luber di bibir pengisian tangki, ga pake acara didiamkan biar turun sih, maklum di POM bensin udah ada antrian mobil berikutnya.
Kali ini terisi Rp 250.380,- atau 38.52 liter, bila dihitung saat ini maka FC adalah 333.4 / 38.52 = 1 : 8.66
Agak kurang fair sebenarnya karena pengisian sebelumnya ga sampai luber, hanya sampai bunyi klik dan ketambahan dikit.... Saat 23 Mei ini click kira-kira di 220rb-an lebih, ya tarolah terisi 230rb, maka jumlah liter yang masuk adalah 230rb/6500 = 35.38 liter, artinya FC adalah 333.4 / 35.38 = 1 : 9.42.... cuman "klik" matinya nozzle agak susah diperkirakan, tergantung seberapa dalam operator POM bensin memasukkan nossle pengisian dan juga seberapa kencang gejolak bensin yang masuk sampai menghentikan pengisian.

Ok lanjut pengetesan FC berikutnya
gambar 11 - Pengisian 2 Juni 2014
Udah jarang moto sih, bensin masih setengah kurang dikit, tapi berhubung barusan aja pasang ifc-meter dan pingin cepat test akurasi dan kalibrasi alatnya jadi ya diisi full dulu.
Dari sini karena 23 Mei sudah diisi full luber dan sekarang diisi full luber lagi jadinya bisa dikata cukup akurat, FC terhitung 278.7 km / 31.28 liter = 1 : 8.91. Hmmmm masih di kisaran 8 km/liter tapi sudah mendekati 1:9 km/liter. O ya itu banyak rute dalam kota non tol, full AC selama berkendara, dan sering short trip-short trip dimana newbie merasa short trip ini cukup bikin drop Fuel Consumption. Apalagi ada beberapa hari libur tanggal 27 Mei, 29 Mei, belum lagi sabtu dan minggu yang biasanya newbie pakai untuk jarak-jarak pendek di sekitaran rumah. Juga sempat mobil dinyalakan dengan kondisi idle di tempat waktu oprek-oprek innova, seperti : pasang MX-11 dan Volt Stabilizer, test rear camera di innova, serta terakhir pasang ifc-meter. Mungkin ga terlalu banyak juga sih bensin yang kemakan pas oprek-oprek, ya paling banyak total 0.5 liter.

Anyway berarti dari FC yang didapat selama ini :
  • 1 : 8.21
  • 1 : 8.56
  • luar kota lupa dihitung tepatnya
  • 1 : 8.66
  • 1 : 8.91
Itu semua kalau kaki kanan ga diatur bisa dapat 1 : 7 saja.....kalau dilihat selisihnya hanya 1 s/d 2 km/liter, tapi kalau dilihat persentasenya cukup banyak 14 s/d 28 %.

Berikutnya sudah nemu mainan baru ifc meter pengin main-main dengan drive style sekaligus test keakurasian serta kalibrasi keakurasian IFC-meter nya.
gambar 12 - Reset Trip Record dan Reset FC Calculator
gambar 13 - Trip kedua setelah reset
Dari gambar 12, bagian A dan B, terlihat setelah direset, informasi Trip Record sudah kosong.
Iseng saat jalan sedikit longgar, di gigi 5 speed 40 kpjan dan tekan gas steady, sempat terlihat FC real time 15.8 cukup steady di angka tersebut, cuman ya pelan bener rasanya wkwkwwkkw, iseng aja ini. 
Di gambar 12 bagian D, terlihat sekali trip sejak reset, Avg FC adalah 12.9 km/ltr, tripnya 10.3 km, ketika layar IFC diganti ke model Overall FC di gambar 13 bagian E, jadinya sama karena baru 1 trip aja. Dibandingkan lagi dengan angka di Trip A innova di gambar 13 bagian F, juga sama tripnya adalah 10.3 km
Tanggal 3 juni pagi lanjut pengetesan, sempat di lampu merah foto terlihat di gambar G, Avg FC sempat di atas 9.2 sebelum terus digerogoti turun selama berhenti di traffic light.... Lanjut jalan sebenarnya sempat AVG FC 11 km / liter lebih tapi lagi-lagi selalu digerogoti saat macet, sampai akhirnya di tujuan tertera 9.9 km/liter.....trip saat itu tertera 15.6 km (gambar 13 bagian H), sayang lupa ga bandingkan dengan Trip di odometer innova.
gambar 14 - test akurasi
Dari gambar 14, bagian E terlihat total km pada Overall FC tertera 46.7 km, lebih kecil daripada trip A 46.9 km (bagian F). Total ini terdiri dari 3 trip yaitu bagian A, C dan D yang masing-masing 10.3 km, 15.6 km dan 20.9 km, total seharusnya 10.3 + 15.6 + 20.9 = 46.8, tapi di IFC meter sendiri 46.7 km. Mungkinkah karena faktor pembulatan km ? Let see dengan pengukuran yang lebih jauh. Di IFC meter sendiri terdapat fasilitas SP Corr yang mengkoreksi jarak tempuh, fasilitas ini biasanya dipakai bila ada pergantian diameter roda yang tidak sama dengan standard innova, ntar perlu sampai dikoreksi atau tidak..... ?

Untuk saat ini cukup segini dulu reportnya, dari perbaikan drive style terdapat perbedaan FC, mungkin tidak significant, dan tidak bisa mengabaikan faktor jalanan yang tidak sepenuhnya sama setiap harinya.

regards,
singachu

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar