Posts

Showing posts with the label test

Review tester aki / battery tester Lancol micro 200-pro di mobil dan motor

gambar 1
otodiy.blogspot.com
Vlogging lagi, hasilnya masih jelek dan kepanjangan, masih kurang persiapan dan perlu belajar banyak untuk bikin vlog nih. Ini hasilnya untuk test Lancol Micro-200 Pro, alat untuk tes aki mobil dan motor.

Test perbandingan ECT Vixion dengan Aerio, temperatur saat kipas radiator on dan off kembali serta resistansi {Kun Widodo}

gambar 1
otodiy.blogspot.com
Arsip untuk yang kesekian kali....
Berawal dr banyaknya pertanyaan yang jawabannya sudah diberikan.
Contoh:
Sensor ECT saya rusak, bisa diganti pakai apa ya?
Ganti aja pakai punyaan jupi MX atau Vixion old (gen 1) dengan sedikit ubahan di tonjolan kuncian sensor, salah satunya dipapas.
Bisa ya pakai punya Vixion?
Pertanyaan terakhir tersebut tidak perlu dijawab 😀😀😀😀
Silahkan amati foto dan video sebagai dokumentasi.

Kopdar AIC Sejatie dan oprek test kompresi serta coil Aerio {Eko Haryadi}

 gambar 1 - kopdar 14 Juni 2018
otodiy.blogspot.com
Kopdar Sejati malming kali ini di rumah Om Sentot the Blackdoc....sekalian registrasi member baru om Andik. Ngobrol2, mangan2, ngopi2, oprek2 bareng master Agus "Singachu" Santoso. Check kompresi, check coil, sharing ilmu per"Aerio"an....Yo iki untunge seduluran nang AIC.
#aicsejati
#aerioituaic

Testing Pro Capacitor di Aerio

gambar 1 - alat yang ditest
http://otodiy.blogspot.com
Melalui private chat dengan om sucahyoac, newbie sepakat untuk melakukan testing terhadap produk riset yang dilakukan om sucahyoac (gambar 1). Awalnya newbie diberi 2 procapacitor dulu untuk di test pada Suzuki Aerio 2003 Manual Transmission. Gambar 1 di atas adalah foto hari jumat 29 Mei 2015 setelah produk tercelup air untuk test di es / freezer.

DIY : Testing kesehatan aki dengan ukur voltase masing-masing cell aki {tweet4nn4}

 gambar 1 - alat - bahan - setting awal
 http://otodiy.blogspot.com 
Sebelumnya terima kasih untuk blog otodiy.blogspot.com milik Oom Singachu dimana saya sendiri banyak belajar dan mendapat pengetahuan dari teman2x semua yang senantiasa berbagi DIY. Perkenankan saya sekedar share soal aki mobil Soluna yg usia pakainya hampir 2.5thn (Jan 2012 beli), merk G|S Battery . Yup dari namanya ini bukan aki GS by Astra Otopart (made by GS battery). Dulu karena masih belum aware soal produk-produk aki, jadi waktu beli sebutin merk GS ya diberi merk ini : G|S. Apakah penjual salah,bisa dibilang tidak krn saya cuma nyebutin GS, kurang aware harusnya minta GS made by GS BATERRY sole distributor ASTRA OTOPART. Apakah saya (konsumen) dirugikan, jelas iya karena tidak diberikan info yang jujur (oleh penjual  yg curang tsb) dan kemungkinkan juga kualitas aki tsb kurang baik (meskipun telah dilakukan perawatan rutin). 
Gejala aki soak ini dialami setelah 4-5 hari apabila mobil tidak dipakai. Tidak bisa stater. Pada mulanya sy pikir hanya kurang pengisian tegangan/daya karena jarang dipakai (seminggu ngendon di garasi). Kebetulan ada jumper, pakai aki mobil lain,  masalah selesai mobil bisa distater. Namun beberapa kali dipakai asumsi pengisian jarak dekat atau jauh, pasti 5 hari kemudian soak.  Cek tegangan dengan digital Avometer ternyata cm 10.5V. Akhirnya coba lepas kabel  kutub positif & negatif dan charging dng charge 12V/6A selama 12 jam. Sipp, tegangan balik ke 12,6V. Coba dulu tidak dihubungkan kelistrikan mobil. Ternyata 5 hari kemudian dicek dengan AVOMETER, tegangan balik ke 10.5V. Wah, padahal tidak ada beban yang dipakai (open circuit). Curiganya aki rusak,meski kondisi fisik masih baik (tidak tampak melembung dan air aki sesuai level). Coba tweet ke @otodiy dan dikonfirm curiganya rusak juga, hanya penasaran ingin tau gimana cara taunya.

Share test akurasi ifc-meter untuk mengukur Fuel Consumption Innova part 2

 gambar 1 - hasil test akurasi tahap dua
 http://otodiy.blogspot.com 
Kali ini merupakan lanjutan test dan kalibrasi ifc-meter yang sudah dilakukan di tahap satu. Di tahap yang lalu didapat hasil pengukuruan sebagai berikut :

Sebelum dilakukan koreksi (SP Corr = 1.00 dan FC Corr = 1.00) :
IFC-meter : 9.7 Km/Liter (356.8 / 36.6 = 9.75 km/liter)
Manual Full to Full : 357.9 / 35.64 = 10.04 Km / Liter
Selisih : 0.29 Km/Liter (2.89%)

Simulasi setelah dilakukan koreksi (SP Corr = 1.00 dan FC Corr = 0.98) :
IFC-meter : 9.9 Km/Liter (356.8 / 35.87 = 9.94 km/liter)
Manual Full to Full : 357.9 / 35.64 = 10.04 Km / Liter
Selisih : 0.1 Km/Liter (0.996%)

Hasil pengukuran saat ini (SP Corr = 1.00 dan FC Corr = 0.98)
IFC-meter : 9.3 Km/Liter (371.3 / 39.7 = 9.35 km/liter)
Manual Full to Full : 372.3 / 39.47 = 9.43 Km / Liter
Selisih : 0.08 Km/Liter (0.848%)

DIY : Test Akurasi dan Kalibrasi IFC-meter pada Grand New Kijang Innova VVT-i

 gambar 1 - tes akurasi FC IFC-Meter
 http://otodiy.blogspot.com 
Kelanjutan iseng dari proses perhitungan FC Innova sebelumnya, dan sesudah pasang IFC-meter, maka setelah isi bensin full tank sampe penuh, newbie reset baik IFC-meter maupun Trip meter Innova untuk mengetes tingkat akurasi Fuel Consumption maupun Trip meter dengan cara mencocokan dengan trip meter innova sebagai acuan, serta mencocokan jumlah bensin yang masuk berdasarkan meteran POM bensin. Jadi di sini tingkat keakurasiannya relatif IFC-meter vs Trip Meter bensin. Dan asiknya di IFC meter memang disediakan faktor koreksi "SP-Corr" untuk kompensasi diameter roda yang mungkin berbeda dengan standard, maupun faktor koreksi "FC-Corr" untuk kompensasi jumlah liter bensin yang masuk. Saat test ini keduanya diset ke angka 1.00 yang artinya tidak dilakukan koreksi.

Drive style mempengaruhi Konsumsi BBM Grand New Kijang Innova VVT-i ?

gambar 1
http://otodiy.blogspot.com
Newbie saat ini sedang memakai Grand New Kijang Innova VVT-i berbahan bakar bensin bertransmisi manual. Sering mendengar banyak orang mengatakan Innova bensin konsumsi bensinnya boros, karenanya newbie agak penasaran juga. Karena yang newbie pakai tipe G maka tidak terdapat MID untuk menampilkan konsumsi BBM, jadi perhitungan FC dilakukan secara manual dengan memanfaatkan trip A yang direset menjadi NOL setelah bensin diisi penuh.
Saat awal pakai Innova, newbie juga merasakannya menurut perkiraan Fuel Consumption (FC) nya 1:7 alias membutuhkan 1 liter bensin premium untuk menempuh sekitar 7 kilometer. Jarum penunjuk bensin turun terasa cepat. Newbie coba setel handremnya karena merasa speed cepat sekali turun saat mobil digelindingkan (glide). Setelah itu dibarengi dengan perubahan drive style, alhasil yang menurut perkiraan FC 1:7 mulai terlihat perbaikan dan saat jarum bensin hampir di garis 1/4 dari bawah, newbie isi 220rb premium alias 33.85 liter, Trip A seinget newbie saat itu menunjukkan 278km-an.... jadi Fuel Consumption adalah 278/33.85 = 1:8.21. A bit better. Jarum bensin berada di atas garis teratas tapi di bawah huruf F (lihat gambar 2 bagian kiri bawah), saat pengisian bensin tersebut nossle bensin berhenti bukan karena sudah penuh tapi karena meteran pom bensin sudah menunjukkan Rp 220.000,- Setelah itu trip meter A direset menjadi NOL.

DIY : Test pasang Camera Mundur di Head Unit Orisinil Innova type G

 gambar 1 - Camera Mundur nampak pada Fujitsu TEN bawaan Innova
http://otodiy.blogspot.com
Newbie masih berencana aja untuk pasang camera mundur di Grand New Kijang Innova tipe G, kebetulan ada camera copotan sebelum dipasang di mobil lain, maka newbie pingin testing dulu di Innova. Berbekal dari panduan pasang camera mundur di Innova tipe V, dan hasil browsing wiring diagram Fujitsu Ten di internet, dan hasil coba lepas Head Unit sebelumnya, maka newbie lanjutkan testing.

DIY : Treatment aki dengan cara charge

gambar 1 - voltase aki diukur pagi hari
Newbie masih cukup jengkel dengan aki yang baru terbeli maret lalu. Voltase aki akhir-akhir ini hanya 12.3 volt saja. Pernah coba charge dan ukur specific gravitynya, sempat menuduh volt stabilizer sampai pasang relay, sempat OK, tapi toh di januari 2014 mulai terukur hanya 12.3 volt.
Sempat terpikir beli charger CTEK yang katanya bisa desulfatasi dan bisa rekondisi kondisi aki, cuman terkendala di harga. Mau pakai Na-EDTA juga males, dulu pernah pakai tapi ga ada efeknya.

DIY : Simple "iseng" test Ultrasonic Cleaner

 gambar 1 - Busi di Ultrasonic Cleaner
 gambar 2 - Test buat Kaca mata dan cover handphone
Sebenernya beli ultrasonic cleaner dah taon lalu, cuman belom sempet ngetes buat bersihin injector ama buat barang-barang lainnya. Mumpung ada waktu bentar, iseng test ah. Pertama-tama test buat cover handphone. Cairan pakai IPA (Iso Propil Alcohol) satu tutup botol kecil plus air minum sampai ngerendem cover handphone. Hasilnya ga terlalu bersih, test buat kacamata mayan bening :) waktu awal dimasukkan dari sela-sela karet langsung "merebak" kotoran begitu ultrasonic cleaner dinyalakan.

DIY : test tegangan aki dan test kondisi cell aki

Lanjutan test terdahulu, saat ini ditest saat aki berumur lebih dari 2 tahun 8 bulan. Kondisi aki pernah hampir kehabisan air (di bawah low) karena kesibukan jadi tidak sempat ngurusin mobil :( Aki saat ini tidak bisa mempertahankan voltasenya / setrumnya 100%. Untuk start mesin masih bisa meskipun tidak setokcer saat awal.
Newbie coba charge setelahnya membiarkan semalaman. Pagi harinya newbie test tegangan menunjukkan angka di atas 12.6 Volt, hmmm voltase palsu nih, coba newbie nyalakan headlamp dan foglamp sebentar kemudian mematikan dan mengukur voltasenya, voltase berangsur naik sampai maximal di angka 12.45 Volt saja (gambar 1)

 gambar 1 - Voltase tidak 100%

 gambar 2 - Cell 1 di putih mendekati merah

DIY : {centraltech8} Test Air biasa vs Radiator Coolant

sumber : kaskus
Kelanjutan iseng percobaan Coolant vs Air AC oleh bro Dino_Lowrider maka bro Centraltech8 dan newbie ikut-ikutan bikin percobaan sendiri. Berikut laporan dari versi bro Centraltech8.

Ayo gunakan collant untuk radiator bukan air biasa.
Ini awal tes (27 Jan 2011):

gambar 1

gambar 2

DIY : Test radiator coolant hasil drain / sisa pakai - part 3

Kelanjutan percobaan part 2 yang dilakukan pada 08 Feb 2011 yang lalu serta part 1 yang dilakukan pada 22 Jan 2011. Dan dengan terpaksa percobaan dihentikan sampai part 3 ini karena terjadi "kecelakaan". Sebenarnya cuman sesi foto aja dan tidak direportkan saat ini, tapi karena sudah terlanjur pecah dan tidak bisa dilanjutkan lagi pengetesannya, maka dengan terpaksa direportkan hasil foto-fotonya tadi. Total percobaan perendaman dilakukan sekitar 23 hari hampir 24 hari kalau jamnya dibulatkan ke atas.

Selamat menikmati :)

gambar 1 - Kondisi per 14 Feb 2011

gambar 2 - Paku masih bagus per 14 Feb 2011

DIY : Test radiator coolant hasil drain / sisa pakai - part 2

Kelanjutan dari percobaan Part 1 yang dilakukan pada 22 Jan 2011. Beberapa kali newbie melihat ke botol percobaan tetapi tidak setiap saat langsung mengambil foto dari botol tersebut dikarenakan kesibukan dan lain hal. Berikut summary dari foto-foto yang newbie ambil.

gambar 1 - Perbandingan

Keterangan Gambar 1 :
A. 22-Jan-2011, awal percobaan menggunakan coolant bekas
B. 28-Jan-2011, 6 hari percobaan, tampak endapan seperti Jelly bening
-. 31-Jan-2011, endapan mengumpul di bawah, terlihat lebih bening, tidak difoto
-. 3-Feb-2011, terlihat hijau gelap, tidak difoto, kondisi mirip seperti C
C. 8-Feb-2011, 17 hari percobaan, hijau gelap, bagian bawah banyak endapan hitam
D. 8-Feb-2011, setelah percobaan penyaringan sederhana
E. 22-Jan-2011, awal percobaan kondisi paku sebelum dimasukkan
F. 8-Feb-2011, 17 hari percobaan dan dilap tissue untuk mengeringkan, paku terasa lebih smooth

DIY : Test radiator coolant hasil drain / sisa pakai - part 1

Sabtu sore kuras radiator, sedikit terlambat dari jadwal mestinya Desember kemarin.... kalo ndak salah inget udah sekitar 7 bulan radiator coolantnya kepakai, newbie memang cenderung agak sering kuras radiator. Lihat coolant buangan yang ditampung di ember kok sepertinya masih mayan bening, trus terlintas pingin ngetes terinpirasi percobaan yang pernah newbie baca. Ciduk coolant bekas dan tampung di botol, Hmmm embernya sendiri sih ga bersih banget, ga tau deh mungkin debris / kotoran emang dari dalam radiator ato dari ember..... Sesi foto-foto dimulai.

gambar 1 - coolant bekas

gambar 2 - coolant bekas

DIY : {centraltech8} Komparasi voltase/tegangan Car Battery Monitoring dengan AVOmeter

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5686526&page=238

gambar 1 - brosur asesoris voltmeter

Pembelian asesoris voltmeter dilakukan online dengan harga 180rb.
Pengetesan pada Suzuki Next G 2005 oleh bro centraltech8

gambar 2 - ini kondisi swicth kontak putar sekali (mesin mati)

DIY : Test kondisi cell aki

Usia aki newbie bentar lagi akan ultah 1 tahun, sejak ganti newbie punya "keinginan" bikin aki ini awet, kalau aki sebelumnya berusia 2 tahun 11 bulan, bisa gak yah aki kali ini tembus 4 tahun ? hehehehehe !?
Well, terlepas bisa apa enggak dah lama newbie gak menggunakan hydrometer yang dulu newbie sempet tebus dengan harga sekitar 20rb. Test kondisi cell aki ah.....

O ya, newbie dulu simpan artikel dan baru saja newbie copy paste ke blog dan coba newbie terjemahin secara bebas, silahkan baca dulu kalau pingin tau apa itu hydrometer dan gimana cara test tingkat charge aki.

Kondisi mesin masih dingin karena terakhir mesin dinyalakan adalah kemarin malam jadi terakhir aki dapat setrum dari alternator sudah semalam yang lalu. Test ukur voltase didapati 12.68 volt. Buka tutup cairan pengisi aki dan sedot cairan pakai hydrometer secukupnya sampai skala indikator mengapung, ketok-ketok pakai jari tangan untuk meyakinkan indiaktor tidak lengket ke dinding kaca sehingga dapat mengapung sempurna.

gambar 1 - test specific gravity / berat jenis

Tingkat charge Aki : Tools & Pengetesan

source : http://www.schumacherproducts.com/applications/?id=0007
Terjemahan bebas :

Tingkat charge aki- Hydrometers

Apakah aki sudah rusak ? atau hanya setrum habis ? Untuk memastikan, kita perlu untuk mengukur "Spesific Grafity / Berat Jenis" dari cairan elektrolit pada masing-masing cell aki (ada 6 cell). Test ini akan menunjukkan tingkat charge aki.

Bersamaan dengan aki berkurang setrumnya (discharge), cairan elektrolit semakin banyak mengandung air dan menjadi kurang asam (acid). Karena air lebih ringan dari asam (acid), berat dari elektrolit akan berkurang bersamaan dengan setrum berkurang (discharge).

Bersamaan dengan aki di-setrum (charge), kandungan asam (acid) pada cairan elektrolit akan bertambah. Elektrolit pada aki yang setrumnya banyak akan lebih berat daripada elektrolit pada aki yang setrumnya habis.

gambar 1 - hydrometer