Posts

Showing posts with the label fuel consumption

Share mengendarai Xpander matic konsumsi BBM rata-rata 30 km/liter {Edy Prianto}

gambar 1 - test FC teririt di tol
otodiy.blogspot.com
Mencoba ditol mempertahannkan
* Eco bar penuh
* rpm di 2000an
* kecepatan 80-100
Intinya injek gak agresip supaya Eco bar tetap penuh dan akhirnya didapet 35.6 km/L
Dan rata2 dapat 30an km/L
pakai AC, BBM Pertamax, OD On
gas nya up down up down, diusahakan di sekitaran 2000an

Share fuel consumption All New Kijang Innova Diesel matic {Donny Trias Ardianto}

gambar 1 - trip 473.1 km
otodiy.blogspot.com
Full to full, rute senin-jumat Bogor Jkt Bogor....weekend kmrn full ac double blower rute Bogor-mangga dua-BSD-Bogor...lumayan lah...kenceng dpt, nyaman dpt....irit pula..

Share test akurasi ifc-meter untuk mengukur Fuel Consumption Innova part 2

 gambar 1 - hasil test akurasi tahap dua
 http://otodiy.blogspot.com 
Kali ini merupakan lanjutan test dan kalibrasi ifc-meter yang sudah dilakukan di tahap satu. Di tahap yang lalu didapat hasil pengukuruan sebagai berikut :

Sebelum dilakukan koreksi (SP Corr = 1.00 dan FC Corr = 1.00) :
IFC-meter : 9.7 Km/Liter (356.8 / 36.6 = 9.75 km/liter)
Manual Full to Full : 357.9 / 35.64 = 10.04 Km / Liter
Selisih : 0.29 Km/Liter (2.89%)

Simulasi setelah dilakukan koreksi (SP Corr = 1.00 dan FC Corr = 0.98) :
IFC-meter : 9.9 Km/Liter (356.8 / 35.87 = 9.94 km/liter)
Manual Full to Full : 357.9 / 35.64 = 10.04 Km / Liter
Selisih : 0.1 Km/Liter (0.996%)

Hasil pengukuran saat ini (SP Corr = 1.00 dan FC Corr = 0.98)
IFC-meter : 9.3 Km/Liter (371.3 / 39.7 = 9.35 km/liter)
Manual Full to Full : 372.3 / 39.47 = 9.43 Km / Liter
Selisih : 0.08 Km/Liter (0.848%)

DIY : Test Akurasi dan Kalibrasi IFC-meter pada Grand New Kijang Innova VVT-i

 gambar 1 - tes akurasi FC IFC-Meter
 http://otodiy.blogspot.com 
Kelanjutan iseng dari proses perhitungan FC Innova sebelumnya, dan sesudah pasang IFC-meter, maka setelah isi bensin full tank sampe penuh, newbie reset baik IFC-meter maupun Trip meter Innova untuk mengetes tingkat akurasi Fuel Consumption maupun Trip meter dengan cara mencocokan dengan trip meter innova sebagai acuan, serta mencocokan jumlah bensin yang masuk berdasarkan meteran POM bensin. Jadi di sini tingkat keakurasiannya relatif IFC-meter vs Trip Meter bensin. Dan asiknya di IFC meter memang disediakan faktor koreksi "SP-Corr" untuk kompensasi diameter roda yang mungkin berbeda dengan standard, maupun faktor koreksi "FC-Corr" untuk kompensasi jumlah liter bensin yang masuk. Saat test ini keduanya diset ke angka 1.00 yang artinya tidak dilakukan koreksi.

Drive style mempengaruhi Konsumsi BBM Grand New Kijang Innova VVT-i ?

gambar 1
http://otodiy.blogspot.com
Newbie saat ini sedang memakai Grand New Kijang Innova VVT-i berbahan bakar bensin bertransmisi manual. Sering mendengar banyak orang mengatakan Innova bensin konsumsi bensinnya boros, karenanya newbie agak penasaran juga. Karena yang newbie pakai tipe G maka tidak terdapat MID untuk menampilkan konsumsi BBM, jadi perhitungan FC dilakukan secara manual dengan memanfaatkan trip A yang direset menjadi NOL setelah bensin diisi penuh.
Saat awal pakai Innova, newbie juga merasakannya menurut perkiraan Fuel Consumption (FC) nya 1:7 alias membutuhkan 1 liter bensin premium untuk menempuh sekitar 7 kilometer. Jarum penunjuk bensin turun terasa cepat. Newbie coba setel handremnya karena merasa speed cepat sekali turun saat mobil digelindingkan (glide). Setelah itu dibarengi dengan perubahan drive style, alhasil yang menurut perkiraan FC 1:7 mulai terlihat perbaikan dan saat jarum bensin hampir di garis 1/4 dari bawah, newbie isi 220rb premium alias 33.85 liter, Trip A seinget newbie saat itu menunjukkan 278km-an.... jadi Fuel Consumption adalah 278/33.85 = 1:8.21. A bit better. Jarum bensin berada di atas garis teratas tapi di bawah huruf F (lihat gambar 2 bagian kiri bawah), saat pengisian bensin tersebut nossle bensin berhenti bukan karena sudah penuh tapi karena meteran pom bensin sudah menunjukkan Rp 220.000,- Setelah itu trip meter A direset menjadi NOL.

DIY : pasang IFC-meter aka ITRAX MID mini di Grand New Kijang Innova tipe G

 gambar 1 - paket IFC-meter sudah datang
http://otodiy.blogspot.com
Kiriman IFC-meter datang siang ini, gatel aja pingin nambahin MID untuk ukur Fuel Consumption real time pada Grand New Kijang Innova tipe G, maklum saja MID baru ada di tipe V. Sebenernya cara instalasi sudah dijelaskan di panduan dengan cukup jelas (gambar 2), jadi newbie coba mengulas dari apa yang newbie lakukan tadi sebagai sara pelengkap dari panduannya saja, khususnya pemasangan IFC-meter pada GNKI tipe G.

DIY : Tips ubah Satuan Suhu Udara Luar dan Konsumsi Bahan Bakar di MID Ertiga {exofanboy}

 gambar 1 - MID Display Before
Mungkin agan-agan pernah liat di beberapa mobil yang beredar, satuan konsumsi bahan bakar yang tertera di MID ada yang menggunakan Km/L (seperti yang ada di neng Erti) atau L/100Km. Penasaran sama MID neng Erti bisa nggak diubah satuannya ternyata bisa. Bahkan satuan suhu luar yang biasanya Celsius (C) bisa diubah menjadi Fahrenheit (F).

Penurunan efisiensi Internal Busi membuat konsumsi BBM jadi boros

 gambar 1 - Autolite 985

Autolite 985 pertama dipasang di Jan 2012, sewaktu troubleshoot drop vacuum. Setelah pemakaian hampir 15ribu Km, di Maret 2013 terasa konsumsi BBM terasa boros ketika 2 kali berturut-turut melakukan pengisian BBM, biasanya berkisar 1:12 menjadi 1:10 lebih. Tidak ada gejala penurunan performance atau gejala aneh lainnya, hanya pemakaian bensin yang biasanya bertahan 8-9 hari, menjadi lebih cepat.

{Ervan} Ganti full exhause Aerio Matic, akselerasi meningkat fuel consumption makin irit

sumber : BBM
 gambar 1 - Header stainless sebelum dipoles
gambar 2 - Header terpasang

Header stainless 1,75jt; Piping galvanis, fleksibel, resonator + muffler 1,5jt
Masangnya 2 tahap om, yang pertama ganti header, selanjutnya ganti piping and mufflernya hehe. Jadi full exhaust deh :D
Tadi-nya ga dipakein flexibel dan reson, alhasil getaran mesin terasa sekali di dalam kabin. Trus tarikan ngempos abis karena gak pake reson.
Akhirnya balik ke bengkel dipasang flexibel , resonator. Done! Semua masalah hilang.. :D

Preferensi cara ukur konsumsi BBM di Aerio

 gambar 1 - FC 12.9x km/liter
gambar 2 - Setelah jalan 58.6 km strip bensin blom turun

Banyak cara untuk mengukur konsumsi BBM, untuk mobil-mobil baru bisa dengan melihat MID atau Multi Information Display, bisa dengan cara isi full to full, atau yang biasa newbie lakukan dengan strip bensin ke strip bensin tapi dilakukan terus menerus dan diambil rata-rata sebanyak 3 kali ato lebih. Mungkin karena seringnya isi sampe hapal banget perkiraan liter bensin yang harus diisi. Kebetulan akhir Maret kemaren newbie coba isi full sampe luber di bibir tangki setelah itu reset trip dan pulang ke rumah, sempat ditunggu beberapa lama bensin tidak turun lagi. Ternyata keesokan paginya bensin sudah turun, artinya sebenarnya masih aja ada udara atau tekanan uap bensin yang mungkin terjebak. So mau bilang akurat banget pengisiannya ? ga juga, mau pake cara diisi lagi pake gelas ukur ato ke pom bensin lagi ?? ribet amat....

DIY : {zoeleeyadee} Perbaiki saklar headlamp Aerio dan Report Fuel Consumption Aerio


sumber : kaskus
selamat siang juragan, lama nih ga mampir coz banyak kerjaan, banyak ketinggalan pasti nih. kemarin2 coba ngukur FC dalkot mobil ane dapet sekitar 1:11 pake premium

ane juga sempat dapet masalah di saklar lampu head lamp, tiba2 aja lampu ga mau hidup (bahaya kalau buat jalan malam), tetapi kalau pake lampu jauh atau ngedim lampu hidup, kesimpulan bukan dari lampunya tetapi dari saklarnya, ternyata ada yang gosong disalah satu tembaga nya, cari2 di blog om singa untuk buka plastik bagian kemudi dapat link ini http://otodiy.blogspot.com/2010/12/diy-bongkar-tutup-plastik-setir-untuk.html (thanks buat om singa)


gambar 1

saklar lampu setelah dilepas dari kemudi dan dibuka cover belakangnya tampak jalur kuningan tembaganya

gambar 2

bagian yang ada kuningannya ane lepas dari saklar untuk di bersihkan

DIY : {Zindro} Report Fuel Consumption hasil percobaan putar CO Adjuster / Setel CO

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=355507085#post355507085
lanjutan dari : http://otodiy.blogspot.com/2010/12/diy-zindro-ukur-nilai-resistansi-co.html

Met pagi.

Report FC
Trip 346,4km 42,21L
FC 1: 8,2
Sepertinya ini dah terbaik, masih jauh dr yg diharapkan, paling tidak 1:10.
Setelan dah mentok ke kanan, paling sisa 1 putaran aja.
Tuh Trimpot ada 24 putaran dan kalau mentok diterusin hasilnya masih sama (tidak pindah posisi ke ujung satunya). Mis : R=0 ohm ke kanan terus juga akan sama.

gambar 1

by Zindro

DIY : {Zindro} ukur nilai resistansi CO Adjuster untuk patokan setel CO Aerio

sumber Diskusi di kaskus : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=337207627#post337207627
lanjutan dari : DIY Setel CO / Lamda Aerio

Tambahan:
Setelan CO menggunakan VR 50K (3 pin) dengan jumlah putaran 20~22.

Setelan Beres.
Ukur VR ujung ke ujung dengan multimeter 51,2K. Cabut setelan & diukur dg tester 11,9K dan 39,8K. (kait menghadap ke bawah).

Putar ke kanan 3 x 360 derajat
18K dan 33,8K.

Hasil pengukuran kurang akurat krn memakai multimeter murahan.
1. 11,9+39,8 = 51,7K
2. 18 + 33,8 = 51,8K

18-11.9= 6,1 (3 putaran)
Berarti 1 putaran penuh setara 2,03K
Dikonversikan ke putaran berarti ada sekitar 24 putaran.

Dg mengukur tahanan yg ada bisa dilakukan penyetelan lebih akurat dan dapat mengingat posisi awal shg jika kurang puas bisa dikembalikan ke posisi semula.
Zindro is offline Add to Zindro's Reputation Report Post Report Post

by Zindro

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=337531040#post337531040

ukur hambatan di setelan CO seperti om zindro..
cm gw masih bingung.. gak ada patokan...

gambar 1

gambar 2

{freak_hn} report Fuel Consumption Aerio setelah ganti oli dan busi Autolite 985

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6187369&page=73
Report test Fuel Consumption ini setelah dilakukan pergantian oli dan pemasangan busi Autolite 985.

report FC om abis isi ulang tangki pake premium full tank. alhasil dengan cara bawa gigi 1 - gigi 3 sekitar 3000rpm ganti giginya gigi 4 ganti di 3000-5000rpm gigi 5 sampe top speed 150kmh di semua tol. rata2 kalo tol biasa nembus minimal 120kmh... kondisi jalan macet-lancar. ga pernah sampe stuck sih.

FC gue: 329.5km/29.6L = 11.13km/l mayan lah dengan cara bawa gua yg tergolong agresif kalo lg kebut2an. hehe. makasih om sixth_sense uda jampi2in mobil gue jd kenceng dan irit.. hehe

ini fotonya:
gambar 1 - posisi fuelmeter dan tripmeter

gambar 2 - struk bensin premium sampai full

by freak_hn

Quote:
Originally Posted by Galagajrut View Post
Quote:
Originally Posted by b8621dp View Post
Fc oreo gw bs 1:11 - 1:12 om dalkot,,
Trgantung kaki kanan aja sih,,
woooow.....Bikin ngences aja iritnya....gw dalam kota bisa 1:9 aja udah harus pakai acara syukuran ngedatengin Orkes melayu pula.....
haha. kyknya sensor CO om puter kiri 3/4/5x360 berlawanan arah jarum jam deh.. dlu gw jg gitu kok



by freak_hn

DIY : {bonasera} putar setelan CO / Lamda / AFR pada Aerio

Bro Bonasera mengeluh Fuel Consumption Aerionya boros hingga 1:7 - 8. Sudah melakukan tune up ganti oli tapi tetap tidak ada perubahan, AC dan asesoris lainnya dalam kondisi normal. Akhirnya dilakukan penyetelan CO sendiri karena BERES di banjarmasin pada bingung maksudnya setel CO. Setelah itu CO diputar ke kiri 4 putaran. Hasil rpm cepat naik dan cepat turun, rpm idle di 3 strip kalau pakai AC idle di 4 strip.

Kondisi busi setelah dibuka :

gambar 1

setelah dilakukan isi full tank, report per tanggal 6 July 2010
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=241448338#post241448338

Tes fc, stlh nyetel afr diputer kekiri 4kali puteran penuh.

Full tank..mentok tok tok..
Dibawa jalan, stlh dpt ±15km, nyadar kalo lupa reset

Trus direset

Turun 1bar setelah mencapai angka 65km. Siap-siap deh terjun nih fuel indicator..

gambar 2
@gigi 4, masi bertahan minus 1bar, @85km.