Minggu, 18 April 2010

DIY : Test kondisi cell aki

Usia aki newbie bentar lagi akan ultah 1 tahun, sejak ganti newbie punya "keinginan" bikin aki ini awet, kalau aki sebelumnya berusia 2 tahun 11 bulan, bisa gak yah aki kali ini tembus 4 tahun ? hehehehehe !?
Well, terlepas bisa apa enggak dah lama newbie gak menggunakan hydrometer yang dulu newbie sempet tebus dengan harga sekitar 20rb. Test kondisi cell aki ah.....

O ya, newbie dulu simpan artikel dan baru saja newbie copy paste ke blog dan coba newbie terjemahin secara bebas, silahkan baca dulu kalau pingin tau apa itu hydrometer dan gimana cara test tingkat charge aki.

Kondisi mesin masih dingin karena terakhir mesin dinyalakan adalah kemarin malam jadi terakhir aki dapat setrum dari alternator sudah semalam yang lalu. Test ukur voltase didapati 12.68 volt. Buka tutup cairan pengisi aki dan sedot cairan pakai hydrometer secukupnya sampai skala indikator mengapung, ketok-ketok pakai jari tangan untuk meyakinkan indiaktor tidak lengket ke dinding kaca sehingga dapat mengapung sempurna.

gambar 1 - test specific gravity / berat jenis

gambar 2 - zoom in

Hmmm, dari keenam cell yang ada ternyata kondisinya terbaca di kisaran 1270 semua. Asik semuanya di daerah hijau berarti cell-cellnya masih pada sehat.

Setelah selesai, newbie bersihkan hydrometer dengan menyedot air bersih dan mengeluarkannya berkali-kali agar cairan aki terbilas semua sebelum disimpan. Eh iseng foto ah gimana bacaan hydrometer untuk air murni (gambar 4)

gambar 3 - hydrometer dibilas dengan air

gambar 4 - air murni, hydrometer tidak mengapung

Selesai...... berharap akinya awet :)

O iya tambahan info :
  • Jangan bingung antara hydrometer dan hygrometer - cuman beda huruf d dan g doang. Hydrometer seperti terlihat di atas adalah untuk mengukur berat jenis / specific gravity; Hygrometer untuk mengukur kelembaban udara.
  • Beberapa produk aki terdapat "magic eye" atau "lubang intip" untuk indikator kesehatan aki. Sebenarnya alat ini fungsinya seperti hydrometer yang newbie pakai di atas yaitu untuk membaca specific gravity, hanya bedanya magic eye tidak dapat menampilkan angka melainkan hanya indikator saja. Kelemahan berikutnya dari magic eye hanya dapat mengukur 1 cell saja yaitu cell dimana dia di tanam, padahal aki memiliki 6 cell yang masing-masing bisa memiliki specific gravity yang berbeda tergantung kondisi plat aki di cell tersebut; padahal kerusakan satu cell aki saja maka aki sudah tidak sehat lagi. Jadi dengan "magic eye" tidak dapat digunakan untuk mengetes keseluruhan aki, hanya "perwakilan" saja. Keunggulan magic eye dibanding hydrometer adalah kepraktisannya; tapi masa sih produsen tidak menghitung ongkos nya ?

Ada gambar "magic eye" yang cukup bagus, newbie ambil dari website supplier magic eye : http://www.itwdelpro.com/battery.html



gambar 5 - magic eye banyak ditemui pada aki otomotif

gambar 6 - magic eye banyak ditemui pada aki kapal


by singachu

Comments
2 plus+

2 comments :

Poskan Komentar