Selasa, 03 September 2013

DIY : Troubleshoot voltase aki yang cepat drop / turun

 gambar 1 - test specific gravity cell aki

Aki pembelian 2 Maret 2013, sayang waktu itu ga punya multimeter digital karena lagi rusak dan belum beli penggantinya. Jadi ga punya catatan soal voltase saat aki masih baru. Masalahnya kalau pas pagi inget dan pingin iseng cek tegangan aki kok sekarang terukurnya hanya 12.3x Volt, sangat rendah dibanding aki Next G matic yang gantinya tahun lalu, pada pagi hari masih terukur hampir 12.5 Volt padahal usia akinya lebih lama. O ya pengukuran dilakukan pagi hari sebelum mesin dinyalakan dengan harapan pengukuran tidak terdistorsi oleh charging dari alternator. Saat malam/sore setelah mobil terakhir dipakai voltase terukur pada aki bisa terbaca 13.x Volt lebih tanda alternator melakukan tugasnya, tapi pagi hari aki kembali drop menjadi 12.3x Volt. Pengechargean menggunakan charger kecil dengan kondisi aki terpasang beberapa kali dilakukan dan hasilnya cukup baik tapi tetap setelah didiamkan semalaman kondisi stand by aki balik lagi. Hmm jangan-jangan kondisi cell akinya ada yang masalah, sekalian lepas aki dari mobil dan dicharge semalaman trus coba lakukan pengetesan specific gravity untuk masing-masing cell aki (gambar 1).

gambar 2 - aki dicharge pakai charger 2 Ampere

Setelah melepas capit charger dari pole aki, test tegangan terbaca di atas 13 Volt, maklum baru aja di charge pasti terbaca "tegangan permukaan" / surface charge. Ok sekarang kondisi aki bisa dikata tercharge 100%, langsung deh pakai alat test cell aki yang dulu pernah dipakai. Hasilnya ga terlalu menggembirakan, kebanyakan berada di area putih (1250) bahkan satu cell yang paling kiri nyaris menyentuh area merah (1220). Memang cukup rata ga sampai ada yang nilainya terlalu jauh dari antar cell tapi tetep harusnya ada di area hijau (1260). 

OK, sekarang newbie coba hilangkan surface chargenya, newbie pasang lampu dop 12 Volt 50 Watt pada pole aki dan newbie nyalakan sambil multimeter membaca tegangan aki. Perlahan voltase drop sampai sekitar 12.2 volt kemudian lampu dimatikan, Voltase perlahan naik sampai ke 12.62 Volt (gambar 3). Coba nyalakan lampu lagi beberapa kali dan coba matikan, voltase kembali naik bahkan kalau mau sabar nunggu bisa sampai 12.67 Volt (gambar 4). Hmmm dari sini harusnya aki kondisinya masih cukup baik. O ya untuk starter mobil tidak ada kendala, jadi troubleshoot kali ini hanya berdasarkan multimeter digital saja, bukan karena ada kendala pada mobilnya ataupun starternya.
 gambar 3 - Voltase kembali naik setelah diberi beban 50 Watt
 gambar 4 - Voltase kembali naik setelah diberi beban 50 Watt
Ya udah lanjut charging lagi sampai besok pagi. Paginya pasang di mobil untuk dipindahkan buat cuci mobil, Keesokannya lagi test tegangan, yah lagi-lagi terbaca 12.39 Volt. Test aki Next G terbaca 12.49 Volt. Wah keknya bakalan susah umur panjang akinya kalau gini.

Ok forget it dulu. Kemarin saat pulang sempet kepikir apa yang membedakan dengan Next G selama mobil mati apa saja yang buat listrik berkurang, terpikir :
1. Jam Digital. Tapi harusnya arus yang dikonsumsi masa banyak sih, lagian kalau kontak OFF displaynya juga OFF hanya memerlukan listrik biar memory jam/tanggal-nya tetep jalan tapi tanpa display.
2. Head Unit. Walah justru yang di Next G lebih boros harusnya Double DIN dengan memory yang harus dijaga aki, di Aerio malah single DIN itupun aku putus arusnya sama sekali biar ga nyala dengan "accident" maklum Head Unit murahan.
3. Alarm. Hmm di Aerio emang baru pasang alarm mGuard M1+ sih, tapi masa iya karena itu.
4. Volt Stabilizer, soalnya ini VS tetap terpasang meskipun mesin off. Tapi baik di Aerio maupun di Next G ada pasang kok, harusnya sama aja.

Hmmm blom kepikir lainnya. Sampai rumah coba deh lepasin Fuse Volt Stabilizernya, dengan begini VS sama aja dilepas. Test voltase aki, seperti biasa terbaca di atas 13 Volt dengan kondisi mesin sudah mati, ya maklum abis dicharge ama alternator. Kondisi rumah lagi kosong anak bini blom pulang, cari makanan juga ga ada, ya udah sembari nunggu pedagang makanan lewat iseng masang sensor getar aja. Saat ini aki dikonsumsi ama lampu kabin, ama bunyi sirine selama percobaan remote dan sensor getarnya. Harusnya makin berkurang voltase akinya. Berhubung lampu kabin pakai lampu LED ya harusnya ga banyak-banyak amat lah.
gambar 5 - tampak perbaikan voltase
Paginya untung inget untuk cek dulu sebelum nyalakan mesin, terbaca 12.49 Volt, peningkatan 0.1 Volt yang cukup significant hanya dengan melepas Volt Stabilizer saat mesin mati..... walah tapi napa di Next G gpp yah ? Belom ketemu jawabannya tapi satu hal, ketemu kalau di Aerio saat mesin mati terdapat perbaikan voltase yang tersisa bila Volt Stabilizer dinonaktifkan. Hmmm lain kali tambahin relay aja deh biar VS nya bisa otomatis ON dan OFF ngikut kunci kontak.

Update per 6 sept 2013..... belum sempet bikin relay-nya sih.....
gambar 6 - voltase per Jumat pagi 12.52 volt.
Hari berikutnya sempet males cabut fuse, hasilnya voltase kembali ke 12.38v, berikutnya lagi inget cabut fuse test 12.48v, pagi ini karena kemarin ingat cabut fuse dan sempat charge 2 jam dari jam 7 s/d 9 malam, setelah itu dilepas dan dibiarkan semalaman, inget ngetes voltase dan foto hasilnya 12.52v. Positif kalau sempet pasang relay aja biar ga ribet cabut pasang fuse.

regards,
singachu

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar