Posts

Showing posts with the label karat

Share service 1000 km Datsun Go Plus dan klaim di Nissan Amplas Medan {EmyMail087}

 gambar 1 - Siap di service
 http://otodiy.blogspot.com 
Persiapan sebelum service:
1. Browsing dan baca2 di kaskus dan fb
2. Kumpulin masalah yg mgkn ada dan catat di kertas.
3. Gw smpt mau beli Penray Undercoat, tapi cari di ACE smp 3 tempat ga ada. Yg direkomendasikan staf ACE adalah wd40. Pd akhirnya ga jd beli.

Berbekal persiapan di atas, pagi ini gue meluncur ke Nissan Amplas. Sesampainya di sana, disambut satpam, ambil nomor antrian. Stlh itu, lgsg diterima SA Nissan Amplas dengan baik, namanya Don**.

Gue sampaikanlah keluhan2 yg uda dicatat rapi:
1. Masalah karat di knuckle dan disc brake.

[SA mengakui sudah menjadi isu umum bg pemilik goples, bahkan komunitas terbentuk karena knuckle katanya. hehe. Ya uda gue minta tolong dibersihkan karatnya sblm diundercoat. Dijawab OK. Pada prosesnya, karat diamplas dulu dan disemprot cairan anti karat oleh teknisi sblm undercoat. Hasilnya lumayan. Gue puas, walau knucklenya ga dicopot satu per satu. Pic di bawah)

DIY : Pasang Anti Karat Sendiri di Ertiga (Bagian Pertama) {galihleo}

 gambar 1 - alat-alat
 http://otodiy.blogspot.com 
Nah, sekarang mumpung lagi banyak waktu senggang ingin coba eksperimen lagi. Sebelumnya saya membuat perbandingan dulu dengan aplikasi antikarat bermerk yang dikerjakan di workshop versus aplikasi antikarat sendiri. Rata-rata aplikasi antikarat di workshop harganya 1,5juta-2juta bahkan lebih, tapi hasilnya pasti rapih dan kita tinggal terima beres. Sedangkan kalau mau dikerjakan sendiri berikut perhitungannya:
  1. Anti karat Rubberized Undercoating Spray 1 kaleng 50ribuan. 1 kaleng bisa untuk 2 spakbor dan masih sisa untuk tengah. Jadi kalau mau total seluruh kolong mungkin bisa habis 3-5 kaleng. Sekitar 250ribuan untuk belanja bahannya. Merk bermacam-macam, yang paling gampang ditemui adalah merk Penray. Banyak dijual di supermarket atau toko onderdil mobil. Saya sendiri pakai merk Master, waktu itu mau beli Penray stoknya tinggal 2 kaleng. Akhirnya ambil merk Master, harganya pun sedikit lebih murah 5ribu rupiah.
  2. Lakban kertas, untuk menutup area yang ga ingin tersemprot. 10ribuan satunya.
  3. Masker dan Kacamata Safety. Kurang lebih 50ribuan total. Percayalah ini bakal kepake, dengan posisi muka kita menghadap ke atas, cipratan-cipratan coating ini pasti ada yang jatuh ke muka kita dan tentu saja kita ga ingin mata kita kelilipan anti karat bukan?.

Total habis 300ribuan ditambah capek karena harus bongkar pasang sendiri. Tapi ada kepuasan batin karena sudah bisa melakukan sendiri ditambah kita jadi semakin tahu tentang seluk mobil kita (maklum bagian kolong merupakan bagian yang paling jarang ditengok oleh pemilik mobil).
Sebenarnya ada lagi yang lebih murah daripada pakai Rubberized Undercoating, yaitu pakai Flinkote. Kalau tidak salah harganya tidak sampai 50rb sekalengnya (1kg) dan itu bisa mencakup untuk keseluruhan kolong plus spakbor, dan cara aplikasinya adalah dikuas.

DIY : Perhatikan mulut tangki bensin Grand Livina-mu {ezluvty}

 gambar 1 - contoh mulut tangki bensin yang berkarat milik agan FamToys
Mau ngasih sedikit solusi buat KLiKers yang lupa bersihkan bibir tanki, jangan sampai karatan dan sampai bolong, segera bersihkan.
Alat yang digunakan,
1. Obeng +
2. Kain Lap
3. Brasso
4. Compound
5. Wax
6. Kursi (buat duduk )

DIY : pasang selang pembuangan AC di ayla / agya agar tidak menimbulkan karat {rafiz}

 gambar 1 - penampakan sambungan selang
Baru pagi ini keturutan pasang sambungan selang ac.
Pake selang bangunan ukuran 5/8", ukuran pas, tapi takut melorot, jadi ane iket dengan tali plastik.

Karat di atas support shockbreaker Grand Livina dan cara pencegahannya

 gambar 1 - kondisi upper shockbreaker Grand Livina

Iwing Oktowilman : Ga pernah diapa-apa-in, barang baru setahun, tapi kok dah aus gitu ya,.. ??

DIY: pasang selang pembuangan ac agya {braincheats1986}

gambar 1 - penambahan selang pembuangan AC
ane pasang pake selang aer biasa, nyari di toko bangunan gt..
estimated cost: kira-kira 10k aja...

DIY : Perbaiki piston rem cakram Aerio yang macet {Aditia Ekalaya}

 gambar 1 - Piston caliper rem yang bikin macet
ack...pagi2 udah harus bongkar kalipet rem. macet euy. biang keladinya gambar 1. mo saya ganti aja... karatnya parah, tapi ga nemu.... nyusul aja deh ganti piston nya entar..
gejalanya : mobil terasa berat, konsumsi bensin jadi rakus. velg panas dan bau hangit.

DIY : {nenglivi} Pencegahan baut spoiler aftermarket Grand Livina jadi berkarat

sumber : kaskus

Pulang mudik nyuci jeunglivi,pas nyuci bagian atapnya tutup baut spoiler udah ga nempel lagi lemnya, setelah di buka ternyata bautnya udah berkarat walaupun udah di lem sealant...berikut pnampakannya.
gambar 1 - Lubang baut

didalam bulatan itu air masuk dari sela2 bikin karat bautnya.
 
gambar 2 - Lubang baut kiri dan kanan

baut spoiler kanan kiri yang berkarat,walaupun udah ditutup lem sealant.

gambar 3 - ditutup lubang bautnya

sebelum ditutup pake lakban joyko lubang baut kiri kanan ane kasih gemuk terlebih dahulu biar ga karat lagi.
gambar 4 - tutup lagi bautnya

setelah baut di kasih gemuk, terus dilapisin lakban joyko...tutup bautnya ane lakban lagi pake dobel tip 3M biar nempel rapet.
gambar 5 -  setelah di lem

setelah rampung didobel tip 3M ane guyur aer,ngembang ga masuk aernya...sembur pake angin dari mulut sedikit kering...di lap pake lap micro langsung hilang aernya.

Berhubung ane cuma mampu beli spoiler after market,ane siasatin bautnya biar ga karatan lagi...semoga inponya brmanfaat bagi KLiKr yang pake spoiler non ori nissan,siapa tau ada yang ngalamin kaya gambar diatas....yang terpenting harus rajin sering di cek.

by nenglivi

DIY : {Galagajrut} Permak pintu belakang Katana yang keropos

sumber : kaskus

Karena bagian bawah pintu bawah Katana sudah mulai kemakan Karat...maka gw putusin buat melaukan chop off alias amputasi bagian yg berkarat.
Lam lama sebel juga lihat ada karat nempel dengan bangga di pintu belakang...berasa kayak punya bisul aja .....

Proses I

Chop Off bagian yg berkarat saja dengan bantuan grinder merk RYU / Tekiro dgn ukuran piringan 2mm merk Bosch.
proses pemotongan cuman berlangsung 7 menit...kagak pake lama.
lalu berlanjut ke pembersihan sisa sisa potongan dan karta yg ada dgn bantuan Grinder serabut besi.

gambar 1

Proses II

Mobil dibawaa ke tukang las supaya dipasang plat baru pengganti.
Usahkan pilih pat yg bagus dan belum berkarat...supaya awet kedepanya.
Setelah proses las selesai lalu di dempul, usahakan proses pedempulan setipis mungkin agar bisa rata dan matching dgn keadaanplat pintu asli.
Setelah dempul di ratakan....lalu di cat dasar.
(Dia pakai sistem nyambung om....motong dan ngelasnya emang presisi banget kalau gw perhatiin....nah sebelum proses dempul...segala macam excess kelebihan besi yg nongol dari plat, dia babat habis pakai grinder....)
gw hanya mengunkan cat semprot kaleng supaya bisa melakukan "Do it Yourself" sebesar mungkin di proses ini.
Cat pertama yaitu basic coat warna abu abu muda....lalu ditimpalin sama warna Hitam Doff sebagai finishing.
Cat merk-nya RJ London.

gambar 2

DIY : Pasang Asesoris Water Temp LED Digital pada Baleno Next G 2003

Dari pembelian water temperatur LED digital, newbie langsung test pasang saja.

gambar 1 - Water temperatiur LED Digital

gambar 2 - Part-part pembelian

A. Bracket display
B. Display LED Digital
C. Isolasi Double Tape
D. Sensor Water Temperatur
E. Klem selang
F. Adaptor 3.5 cm
G. Selang Radiator

Hmmm kali ini pemasangan bakal lebih mudah dari pemasangan Water Temp merk Timex yang dulu, secara adaptor, klem bahkan braket display sudah ada. Sudah begitu harga yang didapat cukup menarik yaitu 140 rb untuk Water temperatur unitnya (A - D), plus adaptor 50 rb (F). Selang radiator (G) bahkan klem (E) dapet bonus / gratisan. Sengaja newbie langsung pesan dengan adaptor karena pengalaman terdahulu cukup ribet mau cari / bikinnya, jadi daripada repot bayar 50 ribu aja.

DIY : Serap Kelembaban Bagasi Sedan ( Next G ) untuk mencegah bau, jamur maupun karat

Gambar 1 - Dahlia Serab Lembab

Berdasarkan temuan karat di lantai bagasi Next G, newbie coba untuk melakukan tindakan preventif tambahan. Berbeda dengan Aerio ataupun hatchback dimana bagasi menyatu dengan kabin sehingga kelembaban bagasi ikut terkontrol oleh Air Conditoner, Next G yang adalah sedan memiliki bagasi yang terpisah dengan ruang kabin utama sehingga kelembaban bagasi dikuatirkan menjadi tinggi. Kelembaban ini dikuatirkan menimbulkan banyak masalah seperti karat, bau ataupun jamur. Untuk itu newbie berinisiatif meletakkan bahan penyerap kelembaban untuk lemari ataupun untuk rumah tangga di bagasi Next G. Kebetulan sewaktu ke Lottemart newbie mendapati bahan yang dimaksud, newbie memilih merk ini karena pertimbangan ada hadiah refill tambahan, Harganya 10ribu terdiri dari main unit (di dalamnya sudah ada bahan aktif tapi masih terbungkus plastik) serta refill tambahan satu bungkus.


Gambar 2 - Main Unit

Langkah-langkahnya sederhana saja, buka main unitnya dengan cara mengulir lepas tutupnya. Di dalamnya terdapat bahan aktif yang masih di dalam plastik (gambar 3). Gunting plastiknya dan tuang ke dalam wadah main unit (gambar 4). Tutup ulang penutupnya dan letakkan di bagasi sedemikian sehingga tidak mudah jatuh, newbie meletakkannya di samping kanan yang terdapat celah peletakan barang sehingga tidak akan bergeser-geser apalagi jatuh dan tumpah biarpun mobil terguncang.

DIY : Apply Noverok pembunuh dan anti karat pada dasar bagasi Next G

29 Juni 2011 sewaktu melakukan pengecekan dan perawatan ban serep Next G, newbie mendapati adanya karat yang termasuk parah pada dasar bagasi tempat ban serep dikaitkan. Newbie coba bersihkan karatnya dan apply Noverox untuk menghentikan laju karat dan mencegah karat datang kembali.

Gambar 1 - Noverox botol kecil

Gambar 2 - Zoom in Karat pada dasar bagasi Next G

DIY : {centraltech8} Test Air biasa vs Radiator Coolant

sumber : kaskus
Kelanjutan iseng percobaan Coolant vs Air AC oleh bro Dino_Lowrider maka bro Centraltech8 dan newbie ikut-ikutan bikin percobaan sendiri. Berikut laporan dari versi bro Centraltech8.

Ayo gunakan collant untuk radiator bukan air biasa.
Ini awal tes (27 Jan 2011):

gambar 1

gambar 2

DIY : Test radiator coolant hasil drain / sisa pakai - part 3

Kelanjutan percobaan part 2 yang dilakukan pada 08 Feb 2011 yang lalu serta part 1 yang dilakukan pada 22 Jan 2011. Dan dengan terpaksa percobaan dihentikan sampai part 3 ini karena terjadi "kecelakaan". Sebenarnya cuman sesi foto aja dan tidak direportkan saat ini, tapi karena sudah terlanjur pecah dan tidak bisa dilanjutkan lagi pengetesannya, maka dengan terpaksa direportkan hasil foto-fotonya tadi. Total percobaan perendaman dilakukan sekitar 23 hari hampir 24 hari kalau jamnya dibulatkan ke atas.

Selamat menikmati :)

gambar 1 - Kondisi per 14 Feb 2011

gambar 2 - Paku masih bagus per 14 Feb 2011

DIY : Test radiator coolant hasil drain / sisa pakai - part 2

Kelanjutan dari percobaan Part 1 yang dilakukan pada 22 Jan 2011. Beberapa kali newbie melihat ke botol percobaan tetapi tidak setiap saat langsung mengambil foto dari botol tersebut dikarenakan kesibukan dan lain hal. Berikut summary dari foto-foto yang newbie ambil.

gambar 1 - Perbandingan

Keterangan Gambar 1 :
A. 22-Jan-2011, awal percobaan menggunakan coolant bekas
B. 28-Jan-2011, 6 hari percobaan, tampak endapan seperti Jelly bening
-. 31-Jan-2011, endapan mengumpul di bawah, terlihat lebih bening, tidak difoto
-. 3-Feb-2011, terlihat hijau gelap, tidak difoto, kondisi mirip seperti C
C. 8-Feb-2011, 17 hari percobaan, hijau gelap, bagian bawah banyak endapan hitam
D. 8-Feb-2011, setelah percobaan penyaringan sederhana
E. 22-Jan-2011, awal percobaan kondisi paku sebelum dimasukkan
F. 8-Feb-2011, 17 hari percobaan dan dilap tissue untuk mengeringkan, paku terasa lebih smooth

DIY : Test radiator coolant hasil drain / sisa pakai - part 1

Sabtu sore kuras radiator, sedikit terlambat dari jadwal mestinya Desember kemarin.... kalo ndak salah inget udah sekitar 7 bulan radiator coolantnya kepakai, newbie memang cenderung agak sering kuras radiator. Lihat coolant buangan yang ditampung di ember kok sepertinya masih mayan bening, trus terlintas pingin ngetes terinpirasi percobaan yang pernah newbie baca. Ciduk coolant bekas dan tampung di botol, Hmmm embernya sendiri sih ga bersih banget, ga tau deh mungkin debris / kotoran emang dari dalam radiator ato dari ember..... Sesi foto-foto dimulai.

gambar 1 - coolant bekas

gambar 2 - coolant bekas

DIY : {dino_lowrider} Test Air AC vs Radiator Coolant

sumber : http://www.serayamotor.com/diskusi/viewtopic.php?f=19&t=13944&p=432434#p432434

Dear All.
Ane melakukan uji coba sederhana , dengan tujuan untuk mempelajari kemampuan air ac vs radiator coolant dalam melindungi logam terhadap karat. Test dilakukan selama 1 minggu.
Caranya sangat sederhana , mencelupkan logam yang dites kedalam kedua larutan tersebut. Air ac yang dipakai adalah air buangan ac rumah. Sedangkan Coolant yang dipakai adalah coolant berwarna hijau ( merk nggak usah disebut ya.... :e-dance: ).
Hasilnya terlihat dalam foto dibawah.

Hasil dalam test 1 hari :

gambar 1 - coolant

gambar 2 - air AC