Kamis, 26 November 2009

DIY : reset ECU

Dari baca2 di forum, kalau ECU mobil mempelajari karakter mengemudi dan menyimpannya di memory. Tapi newbie sendiri kok ndak yakin yah sampe secanggih itu, yang newbie tangkap adalah ECU mendeteksi terjadinya knocking/glitik lewat knock sensor dan memundurkan timing pengapian (retard ignition timing). Derajat retard timing ini yang disimpan di ECU. Timing pengapian semakin maju (advance) akan menghasilkan tenaga yang lebih baik, sedangkan bila mundur (retard) akan menghasilkan tenaga yang kurang; tetapi bila terlalu maju bisa menimbulkan gejala knocking / glitik, dimana ini tentu tidak baik untuk mesin bahkan merusak. Banyak hal yang membuat mesin kita menjadi glitik seperti kotor, busi sudah lemah dsb. Meski demikian ECU termasuk pintar sehingga dia dapat mengadaptasi perubahan (tentu dalam tolerasi range tertentu) supaya mesin tetap aman tanpa gelitik. Kalau kita melakukan "tune up" diharapkan kondisi mesin kembali prima, sayangnya ECU tidak serta merta mengadaptasi perubahan tersebut akibat ECU menyimpan catatan retard timing.

Nah, dengan kita mereset ECU diharapkan catatan retard tersebut hilang dan setting timing kembali ke standard pabrikan; bila kebetulan sebelumnya ECU banyak melakukan retard timing maka bisa jadi dengan mereset ECU kita akan merasakan efek tenaga, tapi bila ternyata kondisi mesin tidak memungkinkan untuk timing kembali ke standard pabrikan (masih penuh kerak dsb) bisa jadi malah kita lebih sering mendengarkan bunyi knocking dan tentu si ECU mulai mencatat lagi berapa derajat timing pengapian mesti dimundurkan.

Ya itu sih yang newbie tangkap, bisa jadi salah, namanya aja newbie ;) Meski demikian biasanya setiap newbie melakukan DIY tune up, selalu newbie reset ECU nya.
Disclaimer : Resiko ditanggung penumpang. Untuk kendaraan Eropa yang "katanya" ada prosedur khusus untuk penggantian aki, newbie tidak menyarankannya meski pastinya newbie sendiri tidak tau.

Cara reset ECU ada yang melakukan dengan melepas kabel negatif pada Aki selama beberapa menit, mungkin minimal 30 menit.

Di DIY kali ini newbie pakai cara lain, silahkan disimak. Keuntungan cara ini alarm bisa tetap kita aktifkan, jadi kita bisa meninggalkan mobil dengan posisi ECU off (tentu saja ga bisa distater) tetapi alarm tetap on.

Yang dibutuhkan :
  • mobil berECU :D
  • fuse puller (bawaan aerio)

Step-step (di mobil aerio/next g):
  • Buka pintu supir, di sebelah kanan setir agak kebawah terdapat kotak fuse. Buka penutupnya, akan nampak deretan fuse, nah di pojok kiri bawah dari kotak yang terbuka tersebut terdapat semacam "pinset" dari plastik, silahkan cabut saja, tara....... anda mendapatkan sebuah fuse puller :D Berikutnya buka kap mesin dan sangga dengan penyangga yang ada.
  • Perhatikan kotak2 hitam di belakang aki, terdapat dua kotak : persegi panjang dan bujursangkar. buka penutup kotak yang persegi panjang. (gambar berikut adalah kotak fuse persegi panjang di ruang mesin yang dimaksud; penutup nya sudah dibuka; terihat juga plastik berwarna biege dan ada plastik hitam di atasnya; plastik biege tersebut adalah penutup kotak fuse di kabin sebalah kanan supir, dan plastik hitam itu adalah fuse puller yang tersimpan di dalamnya) .
gambar 1

  • Cabut fuse biru menggunakan fuse puller (15 Ampere - ada angka 15 di atasnya), fuse ini adalah fuse no 2 dari tengah, silahkan perhatikan foto berikut, soket putih di bawahnya adalah soket asal fuse tersebut terpasang.
gambar 2

gambar 3

  • Diamkan setidaknya 10 menit, atau biasanya newbie lakukan adalah mencabut sebelum melakukan tune up, setelah selesai baru memasang kembali. Jangan lupa fuse puller kembalikan ke tempat semula biar tidak hilang :D
regards,
singachu

Comments
0 Comments
Google+ :

0 comments:

Poskan Komentar