Selasa, 06 Juli 2010

DIY : Baca Diagnostic Trouble Code dengan alat sederhana pada Aerio / Next G

Mobil-mobil baru saat ini sudah menggunakan komputer (ECU) untuk mengatur kerja mesin, ECU sebagai pemroses memerlukan input dari sensor-sensor dan output yang dilanjutkan ke actuator seperti injector, koil dsb. Karena ketergantungan ECU dengan sensor-sensor maka kegagalan dari salah satu sensor tersebut juga dapat mempengaruhi kinerja ECU bahkan tidak dapat mengoperasikan mesin sama sekali. Meskipun begitu mobil sudah dilengkapi dengan port diagnostic seperti OBD-II sehingga dengan menggunakan tool khusus yaitu engine scanner akan memudahkan melakukan diagnosa dan troubleshooting. Kita sebagai pengguna mobil juga dapat mengetahui apakah mobil mengalami permasalahan pada ECU atau tidak melalui lampu check engine.


gambar 1 - check engine lamp

Normalnya sewaktu kita memutar kunci kontak pada posisi on (sebelum mesin hidup) maka lampu check engine tersebut akan menyala, hal ini supaya kita mengetahui bahwa bohlam lampunya dalam kondisi normal. Selanjutnya bila kita menghidupkan mesin maka lampu check engine seharusnya mati bila semua berjalan normal. Apabila ternyata lampu tersebut menyala ataupun berkedip, maka kita dapat meminta bantuan ke bengkel yang memiliki engine scanner supaya dapat melakukan pembacaan kode error.

Sayangnya tools semacam engine scanner ini mahal harganya sehingga tidak semua bengkel memilikinya. Meskipun begitu apabila kita ingin melakukan DIY untuk membaca error code kita bisa lakukan dengan tool yang sangat sederhana yaitu seutas kabel :). Meski demikian tidak semua error code dapat ditampilkan menggunakan cara murah meriah ini, beberapa error code hanya terbaca oleh engine scanner.

Untuk melakukan deteksi dengan seutas kabel (service wire), yang pertama kali kita lakukan adalah mencari soket konektor untuk melakukan diagnosa.

gambar 2 - monitor connector

Pada gambar 2 di atas adalah diagram Aerio / Next G untuk Left Handed Driver, sedangkan pada Indonesia yang menganut Right Handed maka tinggal dibalik saja posisi kanan dan kirinya. Maka untuk Aerio / Next G di Indonesia tinggal mencarinya di bawah laci dashboard sebelah kiri.


gambar 3 - monitor connector


gambar 4 - monitor connector biru untuk ABS

Pada gambar 3 dan 4 terlihat 2 buah connector, yang kita butuhkan adalah connector berwarna putih. Pada gambar 3 sudah terlihat seutas kawat untuk melakukan jumper koneksi sesuai gambar 2.

Untuk melakukan diagnosa, maka step-step yang kita lakukan :
  1. Perhatikan gambar 2; pasang service wire alias seutas kabel pada konektor putih, dengan menghubungkan diagnostic switch terminal (1) ke ground terminal (2)
  2. Putar kunci kontak pada posisi ON, tanpa menghidupkan mesin
  3. Lampu check engine akan berkedip, yang kita lakukan adalah menghitung jumlah kedipan; secara umum kedipan tersebut akan melambangkan 2 digit angka, dan antar angka akan ada jeda 1 detik..... misalnya : hidup mati hidup mati mati mati hidup mati hidup mati hidup mati : artinya kode adalah 23.
  4. Matikan kontak, cabut service wire
  5. Cari kode tersebut pada tabel DTC cari yang menggunakan (No.XX) bukan yang Pxxx (tidak semua DTC memiliki No.XX menunjukkan DTC tersebut hanya bisa dilihat menggunakan engine scanner)
Catatan :
  • Jika terdapat lebih dari 1 error code, maka masing-masing error code akan ditampilkan 3 kali berturut-turut sebelum menampilkan error code berikutnya.
  • Bila sudah ditampilkan semua maka akan ditampilkan lagi error code yang pertama lagi selama service wire diaktifkan dan kontak posisi on.

Teks asli :

[Without using SUZUKI scan tool] (vehicle without immobilizer indicator lamp)
  1. Check malfunction indicator lamp referring to “Malfunction Indicator Lamp Check” in this section.
  2. With the ignition switch OFF position, disconnect SUZUKI scan tool if connected and using service wire (4), connect diagnosis switch terminal (1) to ground terminal (2) in monitor coupler (3).
  3. With the ignition switch ON position and leaving engine OFF, read DTC from flashing pattern of malfunction indicator lamp. Refer to “Diagnostic Trouble Code Table”. If lamp remains ON, go to “Diagnostic Flow Table A-4”.
  4. After completing the check, turn the ignition switch OFF position and disconnect service wire from monitor coupler.

NOTE:
  • If abnormality or malfunction lies in two or more areas, malfunction indicator lamp indicates applicable codes three times each. And flashing of these codes is repeated as long as diagnosis terminal is grounded and ignition switch is held at ON position.
  • Take a note of diagnostic trouble code indicated first.

Untuk menghapus DTC yang tersimpan pada ECM bisa dilakukan dengan engine scanner.

Untuk menghapus tanpa tool tersebut :
  1. Matikan kontak pada posisi OFF
  2. Cabut negatif aki kira-kira 30 detik atau lebih.

Catatan :
DTC dan freeze frame data (freeze frame data adalah informasi pendukung untuk diagnostic - hanya dapat dibaca melalui engine scanner) yang tersimpan di ECM akan terhapus juga untuk kasus berikut ini. Hati-hati untuk tidak menghapusnya sebelum dicatat terlebih dulu.
  • Ketika listrik ke ECM dimatikan (dengan mencabut kabel aki, cabut fuse, cabut konektor ECM)
  • Ketika DTC tidak terdeteksi lagi selama 40 kali proses warm up mesin.

Teks asli :

Without using scan tool
  1. Turn the ignition switch OFF position.
  2. Disconnect battery negative cable for specified time below to erase diagnostic trouble code stored in ECM memory and reconnect it.

Time required to erase DTC :
Ambient temperature : Over 0°C (32°F)
Time to cut power to ECM : 30 sec. or longer

NOTE:
DTC and freeze frame data stored in ECM memory are also cleared in following cases. Be careful not to clear them before keeping their record.
  • When power to ECM is cut off (by disconnecting battery cable, removing fuse or disconnecting ECM connectors)
  • When the same malfunction (DTC) is not detected again during 40 engine warm-up cycles. (Vehicle with immobilizer indicator lamp)


gambar 4 - DTC


gambar 5 - DTC


gambar 6 - DTC


gambar 7 - DTC

Catatan :
  • DTC 12 artinya Normal atau tidak terdeteksi error.

Teks asli :

NOTE:
  • For parenthetic No. in DTC column, it is used for vehicle without immobilizer indication lamp.
  • For star (bintang putih) marked items in MIL column, MIL does not light even when DTC is detected. DTC is erased after turning ignition switch OFF. Bear these in mind when diagnosing troubles.
  • DTC No.12 appears when none of the other codes is identified.
  • For vehicle with immobilizer indication lamp, star (*) marked DTCs can be read with SUZUKI scan tool ECM application.

Fail-safe table
Pada beberapa DTC, ECM masuk ke mode fail-safe selama malfunction terjadi tetapi akan kembali ke mode normal ketika ECM mendeteksi kondisi kembali normal.

Teks asli :
Fail-safe table
When any of the following DTCs is detected, ECM enters fail-safe mode as long as malfunction continues to exist but that mode is canceled when ECM detects normal condition after that.


gambar 8 - Fail Safe

Untuk Service Wire newbie merasa lebih enak untuk memakai klip kertas karena relatif kaku dibandingkan foto di atas.

Contoh kedipan dengan DTC code 12, kondisi normal :

video
Video 1 - DTC No 12

Dilakukan pencabutan soket IAT sensor dan mesin dinyalakan, lampu check engine menjadi menyala. Setelah dilakukan pengecekan terdeteksi DTC No 18. Berikut video kedipannya :

video
Video 2 - DTC No 18

Newbie coba biarkan beberapa hari dan tidak bisa menghitung sudah berapa kali stater, tapi ternyata DTC No 18 masih tersimpan. Akhirnya newbie cabut kabel negatif aki dan DTC kembali No 12.

Hmm not bad lah untuk cari informasi awal, bisa DIY dengan "alat" murah meriah. Bila sakit berlanjut hubungi bengkel yang memiliki engine scanner.

regards,
Singachu

Comments
2 plus+

2 comments :

Poskan Komentar