Jumat, 24 Januari 2014

Setel AFR / CO Aerio untuk mendapatkan hasil lebih irit BBM {Niladyo}

 gambar 1 - Ukur emisi gas buang melalui ujung knalpot

Awalnya sudah test CO di BERES UMC Sungkono, CO testernya belum calibrated, masih ragu hasilnya (gambar 2). Bacaan dari hasilnya terlihat settingan boros. Berikutnya test dan setel CO di GBT Jemursari
 gambar 2 - Test awal di UMC Mayjend Sungkono
 gambar 3 - Awal test probe CO
Gambar 3 adalah hasil uji emisi sebelum potensio pengatur AFR/CO disetel. Lamda before 0.981, Lamda after 1.000, pingin coba juga Lamda 1.040
 gambar 4 - odometer dan posisi setrip dari full tank
Test Fuel Consumption (FC) setelah setel CO, masih turun 1 strip bensin (gambar 4)
 gambar 5 - 167.3 km saat test isi fuel tank lagi
Masuk SPBU, pingin tau FC jadi 1 liter berapa KM.
gambar 6 - Senang sekali ! 1 liter / 13.1 km, Puas :)
AC On terus, rute dalam kota surabaya (Anyar, MERR, Kedung Baruk, Panjang Jiwo, Jagir, Wonokromo, Diponegoro, Ciliwung, Sungkono, masuk Somerset, sebagian lainnya ya traffic Surabaya, panjang antrian traffic light), tekanan ban 35 psi rata, eco drive, sabar. Not bad, initial test setelah setel CO, beda banget memang dari sebelumnya. Trip meter 167 biasanya berbulan-bulan ini turunnya setrip bensin gak segitu, kesimpulan sementara OK banget. tinggal dihabisin next-nya dengan rute gunung.

Metode pengukuran full leher to full leher, isinya sabar saja, untung petugasnya pinter mainkan handle, estimasi tumpah 100cc. Full di awal dan refuel tadi. 167.3 km / 12.6 (dari 12.7) jadi 1 liter untuk 13.28 km, Oli pakai Castrol Magantec 10w-40, filter udara JFC, 2 Coil APV, Lamda 1.000.

Biaya di GBT : 150rb, di UMC Mayjend Sungkono 100rban, kalau baca CO aja free.
 gambar 7 - hasil setel CO
 gambar 8 - reread CO
gambar 9 - reread CO
by Niladyo
sumber : BB AIC Surabaya

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar