Rabu, 15 Januari 2014

DIY : membuat dan memasang relay motor starter Aerio / Next G

 gambar 1 - Relay untuk motor starter
Beberapa minggu / bulan terakhir sempat kejadian gagal starter dan motor starter tidak nampak ada pergerakan sama sekali. Dikata dari aki, power window dan perangkat kelistrikan lainnya masih bisa dijalankan, dan setelah didiamkan beberapa saat, Next G matic bisa distrater lagi. Problem intermittent, Dari beberapa kasus yang pernah dilaporkan di Aerio Indonesia Club, kebanyakan disolusi dengan penambahan relay. Sepertinya di Next G newbie (dan Aerio juga sih, cuman blom sempet ngerjain) terjadi kasus yang sama, kalau gitu ditambahkan relay saja agar kerugian arus di kabel bisa diminimalisir sehingga listrik yang diterima oleh motor starter lebih kuat.

 gambar 2 - diagram motor starter Next G / Aerio
Lihat-lihat dari kolong mobil untuk menentukan titik-titik yang perlu dikasi relay dan menentukan sumber listrik terdekat, akhirnya diputuskan untuk ambil dari kable aki yang sudah ada pada motor starter (gambar 2 - tanda "A") dan tidak mengambil lagi dari pole positif aki. 

Keuntungannya : 
  • Kabel dari pole aki ke motor starter sudah sangat besar.
  • Kabel untuk relay bisa lebih pendek, meminimalisir kerugian hambatan kabel
  • Mengurangi keruwetan pole positif aki dengan tidak menambahkan konektor langsung ke aki.

Dari gambar 2 :

  • untuk source positif (relay kaki 30) dibuatkan kabel skun bentuk O-Ring dan dipasangkan di mur nutuk battery cable "A"
  • magnetic switch lead wire dicabut, terminal "B" nya akan dipasangkan ke relay kaki 87, sehingga harapannya listrik positif langsung mengalir dari "A" ke "B" dengan jarak sependek mungkin. Kabel relay kaki 87 ini dipasang skun female.
  • Untuk kabel relay 30 dan 87 dipilih kabel yang cukup besar tembaganya dan dibikin sependek mungkin (di gambar 1 terlihat "A" dan "B" dibuat 10 cm saja)
  • Magnetic switch lead wire "C" digunakan untuk mentrigger relay, caranya tinggal kaki 85 dari relay diberi skun Male supaya bisa dihubungkan dengan soket yang ada.
  • Sedangkan kaki trigger relay 86 dihubungkan ke ground, supaya kabelnya juga tidak terlalu panjang bisa memanfaatkan ground motor starter dengan memasang pada mur pemegang motor starter (D)


Dengan menggunakan skun, maka relay ini selanjutnya bisa plug and play, tanpa potong kabel orisinil, pemasangan mudah termasuk melepasnya kembali juga mudah, hubungan antar konektor juga lebih baik. Lebih baik lagi untuk krimping skun nya juga disolder biar arus lebih lancar.

Diagram rancangan relay tadi digambarkan di gambar 3 berikut :
 gambar 3 - rancangan koneksi relay untuk motor starter
Penempatan relay dicable ties (socket relaynya) pada plat intake manifold retainer supaya tidak goyang, posisi cukup jauh dari lantai, kira-kira sejajar dengan alternator.

Terlihat hasil pemasangan di gambar 4 dan 5. Untuk "A" tidak terlihat di foto karena sudah tertutup karet pelindung. Demikian juga untuk ground "D" ada di sisi balik dari foto.
 gambar 4 - hasil pemasangan relay
gambar 5 - relay disecure dengan cable ties, soket "B" disecure lagi dengan isolasi

Hasil sementara starter tokcer, cuman ya karena problemnya intermittent agak susah juga dibilang apakah pemasangan relay ini menyelesaikan masalah atau tidak, harus nunggu pemakaian beberapa minggu kedepan.

update per 9 Maret 2014 : starter tokcer terus tanpa kendala. Di Aerio juga udah dipasang, hasilnya tokcer biarpun sehari mampir ke beberapa tempat dan starter berkali-kali tanpa masalah.

regards,
singachu

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar