Sabtu, 03 Juli 2010

DIY : kuras minyak rem Aerio

Kejadiannya minggu lalu sih, cuman seperti waktu kuras minyak kopling, kali ini pun juga ga sempat foto-foto waktu pengerjaan. So baru tadi sempet melakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara :)
Newbie melakukan bleeding minyak rem tanpa dongkrak maupun ngolong... kebetulan tangan newbie bisa menjangkau nepel dari sela-sela velg. Untuk yang tidak bisa menjangkau bisa dilakukan dengang masuk ke kolong mobil (untuk rem belakang), kalau masih kesulitan juga untuk menjangkau nepel mobil bisa didongkrak bahkan lepas roda bila perlu.

Berikut adalah botol reservoir untuk minyak rem aerio :

gambar 1


Setelah tutup botol dilepas, maka terlihat ada filter yang seperti saringan dengan lis plastik warna hijau. Tinggal cabut aja dengan tangan ke atas.
Setelah itu sedot minyak rem yang lama untuk mengurangi minyak yang ada di reservoir.
Berikutnya tuang minyak rem yang baru ke reservoir sampai cukup penuh (hati-hati minyak rem dapat merusak cat mobil - siram dan lap segera bila terkena cat)


gambar 2

Lakukan bleeding pada rem terjauh dari reservoir, yaitu rem belakang kiri (foto rekonstruksi belakang kanan). Lepas karet penutup nepel bleeding di balik tromol rem belakang. Melalui kisi-kisi velg tangan newbie bisa menjangkaunya. Berikut newbie lakukan pemopretan dari sebelah dalam (cahaya di belakang berasal dari lampu untuk keperluan pencahayaan foto saja, dalam proses bleeding tidak diperlukan). Untuk membuka karet penutup tinggal mencongkel/menarik dengan tangan.


gambar 3

Setelah penutup karet terlepas, kendorkan dulu nepel terus kencangkan secukupnya untuk memudahkan proses bleeding karena biasanya nepel keras untuk pertama kali diputar. Kunci nepel yang newbie pakai terlalu panjang sehingga tidak bisa diputar di dalam sana (kecuali lepas ban), sehingga newbie mengendorkan dulu menggunakan kunci sok 8 mm kecil dan proses berikutnya (buka - tutup nepel) dengan kunci pas 8mm. Setelah tidak keras lagi untuk membuka, pasang selang dan gunakan kunci pas 8 mm seperti pada foto berikut :


gambar 4

Ujung selang yang lain masukkan ke botol penampungan.


gambar 5

Berikut adalah tools yang newbie pakai :
  • rachet merah + kunci sok 8mm untuk pengendoran awal.
  • kunci pas 8mm untuk proses bleeding nepel rem belakang
  • kunci nepel 10mm untuk proses bleeding nepel rem depan (untuk belakang mentok velg)
Nampak juga karet hitam penutup nepel yang sudah dicabut.


gambar 6

Untuk rem depan, belokan roda supaya mudah untuk menjangkau nepel, karena dari kisi-kisi velg masih terhalang oleh caliper rem cakram.
Lakukan cara yang sama dengan nepel belakang. Pasang selang pada nepel, dan kunci 10mm (newbie pakai kunci nepel karena space untuk mutar cukup lowong dengan membelokkan roda). 


gambar 7

Berikut kalau difoto dari bawah :

gambar 8

Ujung selang yang lain masuk ke botol penampungan :

gambar 9

Lakukan untuk masing-masing nepel di tiap roda :
a. Penuhin botol reservoir
b. Hidupkan mesin.
c. Kocok pedal rem beberapa kali dan tahan injakan.
d. Buka neple bleeding sehingga minyak rem akan mengalir melalui selang.
e. Tutup neple.
f. lepas injakan pedal.
g. pastikan minyak pada reservoir tidak di bawah min, tambahkan bila perlu. (kira-kira saja dari minyak yang masuk ke penampungan, ga perlu bolak balik intip reservoir)
h. ulangi step c, sampai yakin bahwa yang terbuang melalui selang adalah minyak yang baru dan tidak ada gelembung udara, ulangi beberapa kali bila perlu.
i. Matikan mesin, dan lakukan step a lagi.
j. Bila sudah dilakukan pada keempat roda, isi minyak di reservoir sampai batas max


gambar 10

Perkiraan pemakaian minyak rem 2 botol ukuran 300 ml. Di foto di atas newbie kurang dikit dari max karena kebanyakan buang minyak rem yang baru karena ingin perfect terkuras.

regards,
singachu

Comments
3 plus+

3 comments :

Poskan Komentar