Rabu, 23 Januari 2013

DIY : Membetulkan switch lampu Next G penyebab lampu DIM tidak mau menyala

gambar 1 - Tuas switch lampu Next G dan Aerio sama persis

Bermula saat di parkiran Tunjungan Plaza dan butuh menge-"DIM" alias menarik tuas lampu agar lampu jauh menyala, Eh ternyata kok ndak ada kilatan lampu DIM aka lampu jauhnya ?? Kondisi saat itu tanpa menyalakan lampu utama / headlight / headlamp karena masih terang suasananya. Coba hidupkan lampu utama ternyata menyala, tarik tuas DIM ternyata bisa, coba lampu jauh / High Beam, bisa juga.... coba matikan headlamp dan tarik tuas DIM, kembali tidak ada kilatan cahaya, setelah dicoba beberapa kali ternyata masih seperti itu, wah jadi Pe-er buat cari troublenya nih, ada-ada aja x_x. Kudu dibetulin nih secara kalau siang hari ada kalanya menyalakan lampu DIM sebagai media komunikasi dengan pengendara yang lain, baik saat U Turn ataupun perlu untuk mendahului / meminta jalan.
Sampai di rumah langsung test di Aerio, weleh kondisi kunci off pun dan langsung tarik tuas DIM langsung menyala kok lampu jauhnya....Hmmm, dari bohlam jelas bukan, dari relay lampu MX11 ? Coba bypass relay-nya ternyata masih sama aja.... Cek semua fuse dan relay, ga ada yang putus / bermasalah. Akhirnya dugaan mengarah ke Switch Lampu.... hadeh x_x.
gambar 2 - Panduan cara switch lampu


Newbie coba lepas switch lampu Aerio dan pindahkan ke Next G, eh langsung sembuh....Hmmmm berarti memang benar bahwa trouble makernya si Switch lampu ini. Kalau dilihat di Eparts Suzuki, tuas ini harus dibeli satu set keseluruhan dengan harga 1.1 jt untuk Next G (lebih murah dari Aerio yang 1.3 jt karena pada Aerio terdapat nozzle dan wiper kaca belakang sedangkan Next G tidak ada). Walah oprek dulu dah....

Flashback dulu untuk cara lepas Switch tuas lampu : (ulasan dengan foto-foto lain bisa dilihat di sini)

1. Buka 2 buah baut plus yang tertutup setir, goyangkan setir ke kiri dan kanan untuk mengaksesnya (gambar 3 dan gambar 4), bisa dilakukan tanpa memasukkan kunci kontak, tapi kalau sampai setirnya nge-lock ya terpaksa masukin kunci, kalau lebih enteng lagi boleh dilakukan dengan menyalakan mesin sebentar untuk memutar setir.
gambar 3 - baut di balik setir
gambar 4 - baut di balik setir

2. Lepas 1 buah baut plus dari bawah (gambar 5)
gambar 5 - baut di bawah setir

3. Lepas plastik penutup atas dan bawah dengan dicongkel.

4. Lepas soket pada bagian bawah (gambar 6 panah kuning) dan 2 sekrup kecil (gambar 6 panah merah), setelah itu tinggal tarik ke kanan untuk melepasnya.

gambar 6 - sekrup dan soket tuas lampu

5. Terlepas
gambar 7 - Tuas lampu sudah terlepas

Berdasarkan panduan pada gambar 2, newbie coba ukur continuity nya pakai AVO / multimeter. Tinggal set aja ke Buzzer atau ke Ohm meter dan lakukan pengetesan seperti gambar 2. Setelah newbie coba-coba ternyata semua kaki-kaki normal kecuali kaki "HF" yang tidak bisa terkoneksi dengan "ED" meskipun tuas ditarik sebagai simulasi melakukan proses nge-"DIM". Test yang sama dilakukan pada Switch yang OK, hasilnya persis seperti di panduan, yaitu kaki "HF" harus terkoneksi dengan "ED" saat tuas DIM di tarik.

Coba membandingkan antara switch yang OK dengan yang Trouble melalui plastik penutup transparantnya.... hmmm sepertinya karena kerak karbon karena nampak menghitam, keknya cukup dibersihkan dengan electro contact cleaner aja nih.
 gambar 8 - perbandingan OK dengan Trouble
 gambar 9 - Switch yang OK nampak lebih bersih
gambar 10 - Switch yang Trouble nampak ada noda hitam / gosong

Buka penutup transparantnya, ada 2 kaitan plastik aja, tinggal pelajari gampang dimengerti kok....Setelah dibersihkan, test lagi..... walah tetep aja.... kaki "HF" nya belum connect. Coba telusuri jalurnya, dan coba mainkan kembali tuas DIM nya, hmmm kok ada 1 kaki yang ga mau nempel (gambar 11 panah merah)...coba tekan pake jari, eh langsung kaki "HF" bisa terkoneksi dengan "ED" kalau tuas DIM ditarik....hmmm apanya nih, keknya penekan di bawahnya lagi deh yang masalah.

gambar 11 - Panah merah membuat kaki "HF" yang bermasalah

Buka lapisan atas dengan Lepas dua sekrup (gambar 11 panah biru) dan ada 2 kaitan plastik untuk membuka layer dibawahnya. Berikut adalah gambar-gambar layer di bawahnya.

 gambar 12 - Trouble di area yang dilingkari merah
 gambar 13 - Close up knop logam yang bisa ditekan
gambar 14 - Close up plastik penekan knop logam
Dengan membandingkan gambar 11 dengan gambar berikutnya, ternyata knop metal di gambar 13 terutama di bagian "HF" tidak tertekan dengan sempurna....eh lebih tepatnya tidak "release" dengan sempurna menyebabkan kontak point kaki tersebut tidak bertemu..... mungkin karena aus atau ada patahan di bagian plastiknya (gambar 14). Hmmmm coba bandingkan dulu dengan tuas yang OK deh, biar dapet gambaran pasti sebenernya plastik yang belum aus ntuh seperti apa....

 gambar 15 - Plastik pada switch yang OK
Hmmm ternyata cuman "rata" gitu aja (gambar 15), sepertinya tinggal tambah daging aja, berhubung area sekitarnya berupa coakan, harusnya sih bisa nempel kuat....pake lem epoxy araldite aja deh (gambar 16).
 gambar 16 - Tambal pakai lem Araldite
Setelah kering test penampakan bilah-bilah kontak pointnya, biar cepet kering tiup pake hair dryer aja.
 gambar 17 - bilah bilah kontak point
 gambar 18 - saat tuas di posisi netral, bilah tengah menekan dan kiri kanannya lepas
 gambar 19 - saat tuas di tarik untuk nge"DIM", bilah tengah terangkat dan kanan kirinya menekan

Hmmm sekarang mantep, tadinya bilah tengah kalau terangkat cuman dikit, sekarang bisa terangkat tinggi kalau tuas DIM ditarik, sedangkan yang kanan sendiri (dari foto) adalah kaki HF yang sebelumnya ga mau turun sempurna, sekarang bisa menempel pada kontak point di bawahnya....Test continuity nya pakai AVO, hasilnya persis seperti panduan di gambar 2.....

Saatnya pasang kembali di mobil.....dan......voila sukses..... semua fungsi normal, DIM dengan lampu OFF, DIM dengan lampu Senja, DIM dengan lampu utama menyala, lampu Jauh, sein kiri, sein kanan....OK deh....Sip, pasang balik cover-covernya.

regards,
singachu

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar