Minggu, 02 Februari 2014

DIY : tambah relay power window Aerio

 gambar 1 - hasil penambahan relay power window
Dari hasil troubleshoot power window yang ngadat-ngadat dan kadang macet, didapati bahwa motor power window tidak ada masalah, tombol yang dulu pernah patah juga tidak ada masalah, tetapi masalahnya ada pada PCB, terbukti di percobaan yang lalu dengan tukar PCB saja gejala sudah hilang (gambar 2). Maka sebelum memutuskan untuk mengganti unit tombol utama, newbie putuskan untuk penambahan relay ke motor power window, sehingga kerugian hambatan pada kabel yang telah lama dan juga hambatan internal dari unit tombol power window bisa terbantu. Dengan penempatan relay maka motor power window akan mendapatkan arus yang lebih besar dan lebih stabil.

gambar 2 - PCB yang dicoba ditukar di percobaan yang lalu
 gambar 3 - nota pembelian relay 5 kaki
Ide boleh ada, tapi sayang partnya belum punya, apalagi yang dibutuhkan adalah relay dengan 5 kaki, akhirnya pada saat newbie mengantar anak untuk belajar calistung, daripada nunggu iseng-iseng cari toko di sekitarnya, dapat dah sekitaran tropodo sidoarjo.
Belilah relay 5 kaki, dapat merk Hella 20 Ampere, harga 26 ribu / pcs. Ga tau deh mahal atau murah, paling beda-beda tipis dan daripada mutar-mutar ya udah beli langsung 4 biji, sebenarnya cukup 2 biji relay aja udah cukup untuk 1 motor power window. Sekalian beli soketnya seharga 5 ribu / pcs, lagi-lagi sebenarnya cukup 2 biji tapi sekalian stok buat oprek-oprek maka beli 4 biji. Lainnya beli cable skun untuk dibaut ke ground, sebiji 500 rupiah. 
 gambar 4 - kode kaki relay dengan 5 kaki
 gambar 5 - ada kaki 87a yang diperlukan pada relay 5 kaki
 gambar 6 - Made by Hella
 gambar 7 - skema kaki-kaki
Oke relay sudah didapat, skema cara kerja relaynya sudah newbie ketahui, bahwa kaki 85 dan 86 sebagai trigger relay. Bila Relay tidak mendapatkan trigger maka kaki 30 dan 87a akan terhubung, sebaliknya bila Relay mendapatkan sinyal trigger maka kaki 30 dan 87 yang akan terhubung.
 gambar 8 - relay selesai dirakit
 gambar 9 - butuh dua relay untuk satu motor power window
 gambar 10 - kabel merah hijau yang ke motor power window diputus
Jadi penambahan relay adalah pada jalur kabel yang mengarah ke motor power window. Di gambar 10 nampak dua kabel yaitu berwarna merah dan hijau yang sudah dipotong. Pada soket di pintu sisi driver aerio didapati ada 5 kabel, 2 kabel merah dan hijau yang dipotong, ukurannya lebih besar daripada 3 kabel lainnya. Sedangkan 3 kabel lainnya sifatnya seperti sensor otomatis kaca naik / turun, dan bila ada tangan kejepit maka power window otomatis turun lagi. Nah kalau listrik ke motor ternyata lemah, bisa jadi unit menganggap ada halangan di jalur kaca naik / turun.
Balik ke kabel merah dan hijau yang dipotong. Bila kabel yang mengarah ke motor power window ini diberi arus PLUS pada merah dan MINUS pada hijau, maka kaca akan naik, sebaliknya bila diberi MINUS pada merah dan PLUS pada hijau maka kaca akan turun. Cuman dalam pemasangan relay ini tidak usah bingung mana yang naik dan mana yang turun, yang penting kabel merah dari tombol yang akan mentrigger relay untuk kabel merah yang ke motor, dan kabel hijau yang dari tombol akan mentrigger relay untuk kabel hijau yang ke motor. Jangan kebalik yah, ntar tekan tombol naik malah kaca turun dan tekan tombol turun malah kaca jadi naik.....hehehehehe
 gambar 11 - skema pemasangan relay power window
 gambar 12 - wiring diagram proyek pemasangan relay
Nah udah tau kan dari gambar 10 yang dipotong, sekarang kalau dibandingkan dengan wiring diagram gambar 12, maka kabel merah dan hijau itu ada di sisi kanan gambar, yaitu yang mengarah dari atas ke bundaran motor power window. Kabel ini yang dipotong di gambar 10.
Baik kabel merah dan hijau yang berasal dari atas (dari tombol power window) dihubungkan ke kabel kuning (dari gambar 11) yang masuk ke kaki 86 dari relay. Sedangkan kaki 85 dari relay dihubungkan ke Ground. Artinya bila kabel merah atau hijau ternyata ada sinyal positif maka salah satu dari relay tersebut akan ter-trigger tergantung kabel mana yang aktif.
Selanjutnya agar kabel merah dan hijau yang ke motor power window ini bisa mendapatkan Plus 12 Volt atau Ground yang lebih baik, maka kabel merah dan hijau dihubungkan ke kabel biru (dari gambar 11) yang masuk ke kaki 30 dari relay. 
Dari sini kaki 87a dihubungkan ke ground, artinya selama kabel merah dan hijau tidak ada sinyal maka kabel power window akan selalu terhubung ke ground.
Sedangkan kaki 87 dihubungkan ke PLUS 12 Volt yang akan mengalirkan arus ke kaki 30 dan selanjutnya ke motor power window apabila relay tersebut ter-trigger.
Selanjutnya ground newbie hubungkan jadi satu dengan kabel skun, untuk di baut di salah-satu baut pengikat motor power window, sedangkan kabel merah untuk PLUS 12 Volt bisa dihubungkan ke aki langsung (jangan lupa tambah fuse) atau ke orisinil +12Volt dari orisinil power window (gambar 13). Newbie pakai cara yang kedua, yaitu kabel warna putih biru yang menuju ke soket utama tombol power window sisi driver. Kalau langsung ke aki sebenarnya arus akan lebih baik, penting ditambah fuse untuk pengaman, cuman selain ngolor kabel rada ribet juga dari sisi safety kalau misal tombol tidak sengaja tertekan meski mesin hidup maka motor bisa mendapat arus terus dan bisa terbakar. Sebaliknya bila pakai kabel putih biru dari power window maka arus listrik juga akan mati begitu kontak di off atau dicabut. Terserah sih mau pakai yang mana, ada plus minusnya.
 gambar 13 - disolder ke kabel +12 Volt warna putih biru
 gambar 14 - relay dirapikan
gambar 15 - testing naik turun
Sekarang waktunya pengetesan, hasilnya mancap bener, lancar jaya. Sebelum pasang relay ini, newbie sempat sekali lagi testing-testing dulu naik turun dan mengetes sinyal-sinyal plus minus dari kabel untuk memastikan kabel mana saja yang perlu dioprek. Dari beberapa kali naik turun kaca untuk test sinyal dengan avometer, ternyata kaca kembali ngadat-ngadat. Tapi setelah relay ini terpasang, maknyus tenan tanpa tersendat sama sekali. Pagi hari besoknya langsung test buka tutup kaca, maknyus juga :) Moga-moga kali ini lebih lancar, kalau enggak sepertinya terpaksa ganti switch-nya nih.
gambar 16 - kabel ke dirapikan

Bahan dan alat :

  • 2 relay 5 kaki
  • 2 soket relay 5 kaki
  • 1 cable skun untuk pasang kabel ke baut ground
  • kabel secukupnya
  • solder + timah + pasta solder
  • heat shrink + korek, isolasi listrik 3M + gunting
  • obeng plus minus untuk buka doortrim
  • AVOmeter untuk testing-testing
  • Crimping tools untuk kupas-potong-crimping kabel 

Semoga bermanfaat

update per 21 Feb 2014 : Kondisi masih OK, naik turun kaca terasa mantap.
update per 9 Mar 2014 : Kondisi masih OK tanpa kendala.

regards,
singachu

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar