DIY : bearing tipe 6010 LL untuk ganti tensioner bearing Aerio

 gambar 1 - tensioner bearing diganti bearingnya saja
otodiy.blogspot.com

Aerio ada bunyi, dugaan dari tensioner bearing. Harga agak mahal yang ori, yang kw sekitar hampir Rp300ribu namun karena meragukan kualitas bearingnya, maka diputuskan menggunakan bearing universal dengan merk yang baik. Sehingga diharapkan kualitas bearing tetap bagus dengan harga yang lebih murah.

Dari AIC dapat info bearing yang digunakan bearing tipe 6010 LL. Beli secara online di toped dapat merk NTN seharga Rp 87.500,- 

gambar 2 - bearing di Toped

Berikutnya yang dilakukan adalah melepas tensioner bearing dari mesin Aerio. Cara lepasnya sudah pernah newbie post di sini.

Namun kali ini (21 Jan 2017), newbie tidak foto step by step nya. Karena sempat vacuum dengan blogging. Jadi ini sekedar koleksi foto-foto yang sempat diambil.

Secara umum, tinggal congkel cover dari bearing di kedua sisinya sehingga terlihat bearing warna merahnya (gambar 1).
Setelah itu yang dilakukan adalah melepas bearingnya dari cincin terluar dan core bagian tengahnya.
Newbie pakai cara getok.
Untuk cincin luar, sanggah bagian terluar dengan besi namun jangan sampai bagian bearingnya tertumpu oleh besi. Gunakan obeng minus yang besar untuk pukul di bagian outer bearing. Tambahkan oli untuk mempermudah.
Untuk Core atau bagian tengah juga sama, yaitu tahan bagian tengah dari bearing, kemudian ketok-ketok corenya. Namun untuk core ada arah ketokannya, yaitu ke arah luar (bayangkan posisi bearing tensioner terpasang di mesin mobil) atau bila mengacu ke gambar no 3, maka arah ketoknya dari tangan yang megang ke arah kanan.
 gambar 3
Untuk proses pasang adalah kebalikan. Sekali lagi dalam ketok bearing, bila memasukkan core maka ketok besi bearing bagian dalam. Sebaliknya bila memasukkan cincin luar, ketoklah bagian luar. Hal ini supaya bola-bola bearing yang terdapat di dalam bearing tidak "menderita" gaya tekan karena bisa merusak bearing tersebut.
Bila ada bearing bekas bisa juga digunakan sebagai alas / media ketoknya. Bisa juga pakai bearing yang baru untuk melepasnya, namun harus extra hati-hati, jangan sampai bearing yang baru jadi rusak karena salah ketok.
 gambar 4 - sudah dipindah ke bearing baru 
 gambar 5
Selanjutnya tinggal pasang kembali cover dari bearing :
 gambar 6 - terpasang
Dan tinggal dikembalikan lagi ke mesin mobil.
Keadaan lancar sampai dengan posting hari ini.
Demikian cara murmer namun dengan kualitas bearing yang lebih terpecaya dibanding tensioner KW.

regards,
singachu


Comments

most read in a week

DIY : {taufik} membersihkan ECT Sensor untuk menormalkan putaran fan radiator

DIY: cara irit buat karet pintu lebih kedap saat tutup buka pintu {batosai1983}

DIY: Isi Freon R134a Kaleng {Daniel Setiawan}

DIY : Membetulkan High Pressure Cleaner yang macet-macetan

Ganti bostel dan bearing alternator penyebab bunyi krrr krrr saat mesin diberi beban {windu}

DIY : Tarik kabel lampu kabin untuk lampu yang mengikuti nyala lampu kabin

Tutorial mengkoneksikan handphone ke head unit Mobilio Prestige {kimbo555}

DIY : pengencangan mur atas shockbreaker penyebab bunyi klotok-klotok