Senin, 15 Februari 2010

DIY : pasang Oil Catch Tank / Oil Catch Can

Sebelum menginjak ke pemasangan Oil Catch Tank atau Oil Catch Can (untuk menyingkat newbie akan tulis OCT), newbie mo sedikit tulis mengenai apa itu OCT. Simpelnya OCT berfungsi untuk menangkap dan menampung oli. Oli yang dari mana dan menuju ke mana ?

 
gambar 1
sumber gambar http://www.carbing.co.jp
Sumber : http://www.perrinperformance.com/products/show/56/Oil-Catch-Can-Overflow-Tank?category=4

Why do I need an Oil Catch Can?

Lets look at your engine for a moment.  Every engine during the normal combustion process, has blow-by.  Engine Blow-by is excess combustion gases that leak by the piston rings and escape into the engine crankcase. During each compression or power stroke of a normal engine cycle, a very small amount of gases leak by the piston rings. This happens because the piston rings do not create a perfect seal. This Blow-by of gases is very small, but the higher the RPM and the more pistons, the more the blow-by starts to create pressure in the crank.

This pressure needs to be released, and is done so by crank case vents. Because manufactures have to keep environmental issues in mind, these gases can’t just be vented to atmosphere. So the OEM’s vent these gases back to the intake system to be re-burned. This all sounds good, but Blow by is nasty stuff!

Engine blow-by contains gases and oil from the crankcase. The gases aren’t really a problem, but the oil is. This oily mess coats everything in its path as it makes it way back to the combustion chamber. This nasty oil mess gets into the turbo, then boost tubes,then intercooler, into the intake manifold, and finally back into the engine. As the oil creeps in between couplers and boost tubes, it can cause the connection pop off under boost.  This oil then gets into the intercooler, coating all the cooling fins. This greatly effects the ability of the intercooler to cool, and the efficiency of it will drop! This will cause a huge loss in power and can cause detonation.  The last place this oily mess sees before the combustion chamber is the intake valves. Because of the temp differences and the oil impacting them, the oil will start to build up and form sludge. This adds up over time, and can cause many other problems, and hurt performance.

From this you can see, blow-by is bad, and it needs to be dealt with.

How Does the Oil Catch can work?

As described above the oily mess goes from the crank case to the intake system, and generally through a rubber hose.  An oil catch can simply intersects the hose and the oily mess before it reaches the intake system.  The top of our Oil Catch Can has 2 fittings, one in and one out. The oily mess that goes in the can gets trapped because of either the media inside the can, or from the change in direction, or from a change in temp.  This separated the good from the bad, and collects the bad.
As the fluid fills the can, the end user can use the sight tube on the side of the can to determine when to drain it.

Why would I need more than one Catch Can?

Because engines have more than one crank case vent, and or more than one type of crank case vent, they can use more than one catch can. For instance on a Subaru WRX, there is a crank case vent, valve cover ven tand PCV hose.  All of these vents do different things at different states of engine load, and in turn, all could use a separate catch can. 

Newbie coba terjemahkan sebagian dengan cara bebas ya....


Mengapa kita perlu OCT ?
Mesin pada waktu proses pembakaran akan menghasilkan Blow By. Blow By adalah kelebihan gas pembakaran yang bocor/menerobos masuk melalui ring piston ke engine crankcase / engine block (Perhatikan gambar 1 - menerobos dari no 1 ke no 2). Pada setiap langkah kompresi dan langkah tenaga pada mesin 4 tak, sejumlah gas yang sangat sedikit akan bocor/menerobos melalui ring piston. Ini terjadi karena ring piston tidak dibuat untuk seal yang sempurna. Gas blow by ini memang sangat sedikit, tetapi pada RPM yang lebih tinggi maupun jumlah piston yang banyak, maka makin banyak blowby yang lama-lama menimbulkan tekanan pada crank atau blok mesin.

Tekanan ini perlu untuk dilepaskan/dikeluarkan, dan ini dilakukan melalui ventilasi crank (tentang PCV Valve baca di sini). Karena para produsen otomotif harus memperhatikan lingkungan, maka gas blow by ini tidak serta merta dibuang ke udara. Maka ventilasi ini akan mengalirkan gas kembali ke intake system untuk dibakar ulang. Kedengarannya semuanya bagus, tetapi Blow by adalah barang menjijikan.

Engine blow by mengandung gas dan oli dari cranckcase. Gas nya sendiri bukan masalah tetapi oli nya yang masalah. Olinya akan melapisi/menyeliputi apapun di jalurnya ketika dia kembali menuju ruang bakar (intake manifold termasuk bawah throttle body - sebelum throttle plate/butterfly valve, intake valve, ruang bakar). Lama-lama makin menumpuk dan mungkin menimbulkan sludge atau kotoran dan akan berpengaruh kepada performance.

Dari sini kita lihat bahwa blow by punya sisi negatif dan ini peran dari OCT.

Bagaimana OCT bekerja ?
Seperti dijelaskan di atas, oli akan bergerak dari crankcase menuju intake system, dan biasanya melalui selang karet. Sebuah OCT sederhananya adalah memotong jalur oli ini sebelum menuju ke intake system. Pada OCT akan ada 2 fitting, Masuk dan Keluar. Oli dari crankcase akan menuju tabung OCT terlebih dahulu dan oli ini akan terperangkap karena adanya media filter di dalam tabung atau dari perubahan arah flow, atau dari perubahan temperatur. Hal ini akan memisahkan yang oli dari gas, gas dialirkan kembali dari OCT ke intake system, sedangkan oli dikumpulkan di tabung OCT.

OCT bisa dibeli dipasaran berupa produk jadi dengan berbagai macam merk. Bisa dibuat dari water separator milik kompresor udara. Ada juga yang membuat sendiri, baik dari logam, botol dan sebagainya. Newbie di sini hendak "membuat sendiri", awalnya hendak mencari water separator, tapi dari beberapa tempat newbie cari di surabaya belom menemukannya. Dari forum-forum juga ada yang membuat dari botol plastik yang kedap udara dan kuat, bahkan ada yang memberikan ide dari tabung reservoir radiator. 

Hmmm ide menarik menggunakan tabung reservoir radiator karena yang dibutuhkan untuk membuat OCT adalah harus kedap, tahan panas, ada fitting gas masuk dan fitting gas keluar, fitting masuk harus dibelokkan (baca perubahan arah flow yang newbie bold di tulisan di atas). Tabug reservoir radiator sudah tidak diragukan lagi daya tahan panasnya kena air radiator yang melebihi 100* Celcius. Sudah ada fitting masuknya dan sudah ada selang kebawah yang fungsinya untuk menghisap balik air radiator ke system radiator. Juga sudah ada fitting keluarnya yang didapat dari selang ventilasi udara di tabung reservoir radiator. Praktis lebih sedikit kerjanya karena ga perlu bikin lubang dan pasang fitting custom :)

Di sini newbie tidak pasang filter, di sini baru pakai prinsip perubahan flow direction untuk menangkap oli (baca penjelasan di atas). Newbie mau coba pantau dulu perkembangannya apakah bisa benar-benar menangkap oli atau tidak. Bila bisa menangkap mungkin cukup tanpa filter, tetapi bila kurang akan coba ditambah filter tapi dipilih yang tidak rapat karena ditakutkan lama-lama malah mampet dan justru merusak mesin karena tekanan dari crankcase tidak dapat dilepas. Saat pasang odometer mencatat 62rb km lebih.

Tools :
1. tang
2. cutter / silet.
3. kunci no 8 untuk buka cover plastik mesin aerio.
4. cable ties atau pengikat lainnya.
5. bracket ato dudukan menyesuaikan posisi OCT nantinya.
6. Spidol / penanda.

Bahan :
1. Tabung radiator, newbie beli punya Toyota Kijang Super, harga 20rb
2. Selang bensin, newbie beli 2 meter @10rb


gambar 2

3. fitting connector dua selang, sifatnya optional, kebetulan newbie dah punya, ga tau harganya berapa :

 
gambar 3

Step-step :
1. Perhatikan selang bawaan tabung reservoir radiator, selang yang melengkung pendek adalah jalur keluar, selang yang panjang adalah jalur masuk. Tandai dengan anak panah, newbie pakai cutter untuk membuat goresan anak panah pada tutup tabung dan menimpanya dengan spidol biar tidak mudah hilang tandanya.
gambar 4

2. Dari tutup radiator terdapat selang menuju bawah tabung, bila dilihat letaknya menjorok ke bawah sampai di bawah garis LOW. Memang untuk radiator diperlukan supaya bisa menghisap air radiator dari tabung balik ke radiator system, tetapi untuk OCT malah sebaiknya tidak terlalu ke bawah agar tumpukan oli yang terperangkap tidak menyumbat aliran gas. Potong dengan cutter kira-kira sampai tengah-tengah garis FULL dan LOW seperti nampak di gambar 6. Lepas selang dari fitting masuk dan keluar tutup radiator (nantinya akan diganti memakai selang bensin).

 
gambar 5

 
gambar 6

7. Buka plastik cover mesin (baca di sini) sehingga kita bisa mengakses PCV Valve yang tertutup cover mesin tadi. Terlihat dari PCV Valve crankcase yang menempel di crankcase, ke arah kiri melalui selang menuju ke bawah (tidak nampak di foto) sampai akhirnya menancap pada intake manifold.
 
gambar 7

8. Cabut PCV Valve, buka clip pakai tang dan cabut PCV Valve dari selang.
 
gambar 8

9. Tentukan tempat meletakkan tabung OCT dan bila perlu pasang tabung OCT agar kita dapat menentukan rute dan panjang selang bensin yang dibutuhkan. Pasang selang bensin ke PCV Valve (sekarang PCV Valve newbie arahkan ke kanan). Pasang juga selang menuju ke intake manifold (newbie pakai fitting connector untuk menyambung selang lama dengan selang bensin yang baru - tujuannya biar gampang saja masangnya karena letak connector di intake agak susah dijangkau, tapi bila merasa ingin rapi tidak banyak sambungan maka bisa langsung dipasang ke intake dan fitting connector tidak dibutuhkan). Newbie menemukan kendala dengan ukuran selang asal yang sedikit longgar ke fitting, cari-cari seal tape untuk pipa air ternyata dah habis, newbie manfaatkan potongan karet step no 2 dan sedikit diraut pakai cutter agar pas dan nge-seal / tidak bocor. Jangan lupa diklep (newbie pakai klem asal dan klem bawaan dari tabung radiator. Rapikan dengan cable ties agar tidak mudah goyang, newbie ikat ke "plat" yang ada untuk mengikat kabel-kabel bawaan.
 
gambar 9

10. Selang yang dari PCV Valve sambungkan ke "IN" dari tutup OCT. kemudian selang yang dari intake sambungkan ke "OUT" dari tutup OCT. Ikat dengan klem/cable ties.
 
gambar 10

11. Berikut adalah foto terpasang. Dari PCV Valve menuju fitting Masuk OCT (depan) dari fitting keluar OCT (belakang) menuju ke sambungan dengan selang intake yang lama.
 
gambar 11

12. Tes dengan menyalakan mesin. Harusnya tidak boleh ada kebocoran. Bila ada kebocoran maka rpm mesin akan tinggi disebabkan oleh masuknya False Air. Bisa dicoba dengan membuka tutup OCT maka putaran akan naik, bila ditutup rapat maka rpm mesin akan normal. Bila sudah ditutup rapat masih juga rpm tinggi, maka matikan mesin dan cek sambungan (jangan bingung dengan rpm tinggi karena mesin masih dingin). Bila mempunyai alat test kevacuuman atau vacuum meter bisa dibuat alat cek juga.
 
gambar 12 - kevacuman idle AC off

 
 gambar 13 - kevacuuman idle AC on kompresor AC bekerja

 
gambar 14 - rpm idle

13. Bila sudah ok, pasang lagi tutup cover mesin. Selesai.


------
update perkembangan 20 Feb 2010, km 62391.
Botol bersih tanpa ada tanda-tanda oli. Terlihat agak cekung ke dalam kena sedotan/kevacuuman mesin.
Performance seperti dah diduga sebelumnya tidak ada perubahan.



----
tambahan dari bro Olga_Unix :

Idem udah pasang juga di 520i '95 odo 100rb km....:D :D


Tadi udah gw pake jalan2 sejauh 30 km, tapi anehnya selang IN (dari cover slinder head) nggak meneteskan oli sedikitpun padahal sebelum dipasang olinya banyak netes2 dari selang ini , aneh :confused:

regards
olga_unix 
----

regards,
singachu

Comments
9 Comments
Google+ :

9 comments:

Poskan Komentar