Selasa, 03 September 2013

Review alarm mGuard M1+

gambar 1 - Petunjuk pemakaian

Review kali ini sedikit mix antara instalasi, setting dan pemakaian alarm mGuard M1+ sejak dari pasang pertama sampai hari ini kira-kira sudah dua minggu lebih, termasuk masih oprek-oprek dikit sana sini.

gambar 2 - Petunjuk instalasi
gambar 3 - Pengkabelan
Dari petunjuk instalasi dan pengkabelan sebenernya sudah cukup informatif, hanya saja masih perlu memastikan untuk Aerio instalasi mana yang cocok, terutama untuk memastikan switch di pintu untuk lampu kabin apakah termasuk negatif switch atau positif switch. Di buku instalasi sudah diberi alternatif-alternatifnya.

Penjelasan instalasi:

H1/1 White (+) : Parking Light Out; Kabel ini ditujukan ke kabel lampu sein kanan dan kiri. Karena output dari alarm hanya satu kabel, pastikan menambahkan Diode pada ujungnya agar saat lampu sein dinyalakan tetap dapat menyala kanan saja atau kiri saja.
H1/2 White/Black : Light Power Input; kabel ini disatukan dengan H1/3 jadi ga usah pusing mau di-connect ke mana.
H1/3 Red (+) 12V Constant Input; kabel ini dihubungkan ke Accu Positif, test bahwa kabel ini selalu mendapatkan listrik meskipun kunci kontak kondisi Off.
H1/4 Brown (+) Siren Output; kabel ini dihubungkan ke Sirene yang sudah menjadi satu paket alarm, hubungkan ke kabel merah di Sirine, sedangkan kabel hitam di Sirine bisa dihubungkan ke Ground.  (lihat ilustrasi di hal 4 di buku (gambar 4). Sepertinya kabel ini juga bisa untuk dihubungkan ke klakson cuman karena ga nyoba jadi kurang tau.
H1/5 Red/White (-) 200mA Channel 2 Out; Kabel ini akan memberikan sinyal negatif apabila tombol * pada remote ditekan terus menerus, bisa difungsikan untuk menggerakkan motor guna membuka bagasi (untuk model sedan seperti Next G) atau untuk keperluan lainnya. Pastikan menggunakan relay karena hanya mampu menanggung beban 200mA saja, bila tidak bisa merusak unit alarm akibat kelebihan beban. Ilustrasi instalasi dapat di lihat di hal 4 di buku (gambar 4). Kabel ini optional, newbie saat ini tidak menggunakan fasilitas ini.
 gambar 4 - Petunjuk instalasi
H1/10 Green (-) Door Trigger Input; Dihubungkan ke switch sensor pintu untuk mendeteksi apakah pintu terbuka atau tidak. Terlihat di hal 5 (gambar 5) bagian bawah yang perlu memastikan apakah switch pintu termasuk negatif switch atau positif switch.
Untuk memastikannya apakah switch pintu termasuk negatif atau positif, pakai multimeter set ke pengukuran voltase. Kabel hitam dari multimeter hubungkan ke ground dan Kabel merah dari multimeter hubungkan ke kabel yang switch pintu yang mau ditest. Apabila terbaca 0 Volt saat pintu dibuka dan 12 Volt saat pintu ditutup maka Switch pintu tersebut bertipe negatif. Sebaliknya apabila terbaca 12 Volt saat pintu dibuka dan 0 Volt saat pintu ditutup maka switch pintu bertipe positif.
Untuk Aerio switch pintu bertipe negatif sehinggak kabel H1/10 Green ini bisa dihubungkan ke switch pintu, untuk mobil bertipe positif maka yang dihubungkan adalah kabel Violet.
gambar 5 - petunjuk instalasi
H1/6 Black/White (-)200mA DOMELIGHT OUT; kabel ini optional bisa dipakai bisa tidak. Fungsinya adalah menyalakan lampu kabin saat alarm dipencet buka, fungsinya "Domelight supervision" yaitu menerangi interior mobil untuk memeriksa apakah ada yang mencurigakan di dalam mobil atau tidak (kali aja kek film penculikan gitu, bad guy nunggu di dalam mobil hehehehehe). Lampu kabin akan menyala sekitar 30 detik dan akan mati dengan sendiri atau saat pintu dibuka tutup atau mati kalau alarm diaktifkan kembali. Instalasi harus hati-hati karena hanya mampu menanggung beban 200mA saja maka tidak bisa langsung dihubungkan ke lampu kabin karena beban terlalu besar, solusinya menggunakan relay dan instalasi digambarkan di hal 5 (gambar 5). Untuk kaki trigger relay dihubungkan ke +12 V konstan dan kaki satu nya dihubungkan ke H1/6 Black/White ini, Sedangkan saklarnya dihubungkan ke H1/10 Green yang merupakan switch pintu dan kaki relay satunya dihubungkan ke Ground. Ini berlaku untuk switch pintu tipe negatif.
H1/7 Black (-) Chassis Ground Input; hubungkan ke ground atau negatif aki.
H1/8 Blue (-) Instant Trigger Input; Kabel ini apabila dihubungkan ke Ground saat alarm aktif maka sirine akan langsung berbunyi. Optional juga mau dipakai apa enggak, newbie pasang untuk sensor apabila kap mesin dibuka.
H1/9 Violet (+) Brake Switch; Kabel ini apabila dihubungkan ke switch pedal rem maka dapat digunakan untuk settingan pintu otomatis terkunci setelah 3 detik sejak pedal rem diinjak.
H1/11 Yellow (+) Ignition on Input; Kabel ini dihubungkan ke kunci kontak, cari kabel yang mendapat sinyal +12 Volt saat kunci kontak diputar ke ON.
H1/12 Orange (-) 200mA Armed Output; Kabel ini akan memberikan sinyal negatif saat alarm aktif dan tidak memberikan sinyal saat alarm dibuka. Relay sudah pasti dipakai untuk memotong arus yang mau diamankan (bisa motor starter atau fuel pump atau apapun yang mau dipotong), cuman berhubung dapet sinyal justru saat alarm diaktifkan maka pakai relay yang ada kaki 87a atau biasanya relay 5 kaki, pakai kaki 87a dan bukan kaki 87 untuk memotong arusnya.
gambar 6 - Petunjuk pengkabelan
Untuk LED Status pemasangan mudah tinggal dicolokkan saja soketnya ke main unit
Untuk Tombol Valet juga tinggal dicolokkan saja ke main unit, pastikan lokasinya cukup tersembunyi tapi tidak menyulitkan untuk diakses apabila diperlukan.
gambar 7 - Petunjuk pengkabelan
Kabel lain yang penting untuk dipasang adalah kabel untuk lock dan unlock pintu, kabel ini terpisah dari soket utama. Karena sudah ditest bahwa Aerio bertipe switch negatif maka pemasangan cukup mudah tinggal dihubungkan langsung ke switch central lock seperti di halaman 7 (gambar 7).  Test saja dengan pencet tombol Lock dan Unlock pada remote untuk melihat apakah udah bener pintu nutup/buka sesuai tombol yang dipencet, kalau salah tinggal dibalik saja kabelnya.
Untuk sensor getar juga tinggal disambungkan ke unit utama dengan kabel yang ada, berikut sedikit ulasan mengenai penempatan sensor getar dan pengaturan sensitifitasnya.

Alarm mGuard M1+ ini punya beberapa feature yang bisa kita setting disesuaikan dengan keinginan / kebutuhan kita. Fitur-fitur yang bisa disetting adalah :
1. Passive Door Lock / Active Door Lock
2. Passive Arming / Active Arming
3. Ignition Lock ON / Brake Lock ON
4. Auto Unlock On / Auto Unlock Off
5. Passive Engine Disable ON / Passive Engine Disable OFF
6. Siren Chirp ON / Siren Chirp Off
7. 0.8 seconds door lock pulse / 3.5 seconds door lock pulse
8. TX (CH3) Active Hijack ON / TX (CH3) Active Hijack OFF
9. Anti-Hijack ON / Anti-Hijack OFF
10. Opening Door Anti-Hijack ON / Opening Door Anti-Hijack OFF
11. Horn Chirp ON / Horn Chirp OFF

Dari sebelas fitur yang bisa disetting di atas, yang ditebalkan adalah setting bawaan pabrik. Tenang, untuk setting ulang fitur-fitur di atas ga perlu potong-potong kabel, solder-solder ataupun ngolong dan cari-cari kabel. Pengaturannya cukup mudah dapat dilakukan oleh user ga perlu harus instalaturnya.

Penjelasan setting:

gambar 8 - Cara setting fitur
gambar 9 - Cara setting fitur

Berikut step-step settingnya :
1. Pastikan alarm dalam kondisi Off dengan menekan tombol Unlock pada remote
2. Putar kunci kontak ke ON
3. Tekan tombol Valet sebanyak tiga kali. Nekannya ga perlu buru-buru, kira-kira per 1 detik untuk 1 kali penekanan tombol.
4. Apabila step 3 berhasil maka sirine akan bunyi panjang sekali sebagai bentuk konfirmasi
5. Putar kunci kontak ke OFF, maka sirine akan bunyi tuit tuit dua kali sebagai bentuk konfirmasi
6. Putar kunci kontak ke ON
7. Sebenernya pada step ini sudah masuk ke Fitur no 1, ditandai dengan sirine akan berbunyi sesuai setting yang ada, satu kali bunyi untuk setting sebelah kiri dari tabel di atas dan akan bunyi dua kali apabila yang aktif seting sebelah kanan.
8. Untuk mengganti fitur no 1 ini, tekan tombol Unlock pada remote. Bila tidak ingin mengganti fitur no 1, lewati step 8 ini.
9. Tekan tombol Valet sekali saja maka setting akan bergeser ke fitur berikutnya yaitu no 2, sekali lagi sirine akan berbunyi 1 kali atau 2 kali tergantung setting di fitur no 2. Tekan tombol Unlock pada remote untuk menggantinya (sirine akan bunyi dua kali untuk konfirmasi settingan diubah). 
10. Untuk bergeser ke fitur berikutnya tekan lagi tombol valet dan selanjutnya merupakan perulangan step no 9. Untuk mengganti beberapa fitur sekaligus bisa langsung diulang-ulang step 9 dan 10. Atau bila ingin keluar / selesai (tidak harus pencet tombol valet terus sampai fitur abis) maka bisa lanjut ke step 11
11. Putar kunci kontak ke OFF. Selesai. Kalau mau sekedar pingin tau settingan yang ada juga bisa pakai step 1 sampai 11 ini tapi tanpa pencet tombol Unlock pada remote, cukup dengarkan berapa kali kode sirine berbunyi.

 gambar 10 - Penjelasan fitur
gambar 11 - Penjelasan fitur

Penjelasan fungsi kesebelas fitur diatas adalah sebagai berikut (yang font italic adalah setting yang newbie pakai saat ini):
1. Passive Door Lock / Active Door Lock; Active Door Lock berarti pintu akan terkunci hanya apabila ditekan tombol Lock pada Remote, Passive Door Lock berarti pintu akan terkunci secara otomatis terhitung 30 detik sejak pintu terakhir ditutup. Passive Door Lock baru bisa jalan apabila fitur no 2 diset ke Passive Arming.
Newbie set ke Active Door Lock biar ga kejadian kunci ketinggalan di dalam mobil dan otomatis terkunci.
2. Passive Arming / Active Arming; Active Arming artinya alarm akan aktif (dan pintu akan terkunci) hanya apabila ditekan tombol Lock pada Remote, Passive Arming artinya alarm akan aktif secara otomatis terhitung 30 detik sejak pintu terakhir ditutup. Passive Arming hanya untuk mengaktifkan alarm saja, sedangkan apakah pintu otomatis terkunci juga tergantung setting fitur no 1, apabila di fitur no 1 diset Active Door Lock maka saat Passive Arming bekerja hanya alarm aktif tanpa mengunci pintu, pada kondisi ini apabila pintu dibuka sirine akan berbunyi.
Nah kalau yang ini newbie pakai yang Passive aja, biar otomatis keArm, masih aman lah alarm menyalak tapi ga sampai kejadian kunci kebuka. Cuman pas otak-atik mobil sering kaget karena otomatis arm, saat cuci mobil dan perlu ngeringkan bagian dalam pintu juga masih kaget.... Solusinya kalau ke tempat cuci mobil bisa diaktifkan Vallet Mode biar ga ribet ama alarm, jadinya remote cuman sebagai buka tutup pintu aja.
3. Ignition Lock ON / Brake Lock ON; Saat Ignition Lock ON artinya pintu akan terkunci secara otomatis setelah 3 detik sejak kunci kontak diputar ke ON dengan syarat semua pintu harus tertutup. Saat Brake Lock ON artinya pintu akan terkunci secara otomatis setelah 3 detik sejak pedal rem diinjak, alarm hanya akan mengunci pintu lagi apabila pintu dibuka kembali bila hanya membuka kunci lewat central lock maka alarm tidak akan mengunci secara otomatis lagi sampai ada pintu yang dibuka-tutup.
Sayangnya kedua fitur ini tidak bisa diaktifkan bersamaan, newbie pilih yang Brake Lock ON, karena seringnya abis ngeluarin mobil perlu buka pintu lagi untuk nutup pagar / check clock di kantor / nurunin penumpang, jadi setelahnya akan mengunci lagi secara otomatis jadi cukup membantu.
4. Auto Unlock On / Auto Unlock Off. Saat auto unlock ON maka pintu akan terbuka secara otomatis saat kunci kontak diputar ke OFF. Sebaliknya apabila auto unlock OFF maka pintu tidak dibuka secara otomatis saat kontak diputar ke OFF.
Newbie aktifkan Auto Unlock Off untuk alasan keamanan biar ga ada orang luar yang tau-tau buka pintu dan ngejambret barang di dalam mobil. Mayan ribet soalnya kebiasaan lama otomatis terbuka, sering lupa untuk unlock dulu hehehehehe.
5. Passive Engine Disable ON / Passive Engine Disable OFF. Saat Passive Engine Disable ON maka sejak 30 detik terhitung kunci kontak di OFF maka Mesin tidak bisa dihidupkan (meski alarm belum diaktifkan), saat ini apabila kunci kontak diputar ke ON maka sirine akan berbunyi. Kalau mau menyalakan lagi perlu pencet tombol Lock dan Unlock, beda cerita kalau memang alarm sudah diaktifkan dan kita baru aja buka pintu pakai tombol Unlock maka ya langsung puter aja kuncinya. Fitur ini baru bisa berfungsi kalau kabel H1/12 di instalasinya digunakan. 
Newbie pasang Passive Engine Disable ON saja biar lebih aman, newbie coba kalau Passive Engine Disable OFF dan pencet remote Lock dari dalam mobil, ternyata saat kunci kontak di ON sirine ga bunyi, so dengan fitur ini dibikin ON sirine bisa menyalak juga kalau ada yang coba-coba puter kunci ke ON.
6. Siren Chirp ON / Siren Chirp Off. Fitur ini apabila ON akan menimbulkan bunyi sirine satu kali atau dua kali saat buka tutup pakai remote. Bila OFF maka saat lock/unlock akan silent, tapi bila alarm sempat menyalakan sirine misal karena getaran maka tetap akan bunyi 3x saat unlock.
Newbie pakai Siren Chirp Off biar ga berisik aja.
7. 0.8 seconds door lock pulse / 3.5 seconds door lock pulse. Nurut buku petunjuknya fitur ini kaitannya ama mobilnya, untuk mobil Jepang cukup 0.8 detik sedangkan Eropa ada yang perlu 3.5 detik.
Newbie pakai standardnya aja.
8. TX (CH3) Active Hijack ON / TX (CH3) Active Hijack OFF; Fitur ini apabila ON maka saat kita memencet tombol * pada remote dengan kondisi kunci kontak ON maka akan masuk ke mode hijack, digunakan apabila terjadi perampasan mobil di jalan. Fitur ini harus dibarengi dengan fitur no 9 di ON kan baru bisa jalan.
Newbie sebenernya pingin aktifkan, tapi sayangnya untuk alarm mGuard M1+ ini setiap kali kunci kontak ON maka fitur anti hijack langsung bekerja. Jadinya fitur hijack ini tidak newbie pakai.
9. Anti-Hijack ON / Anti-Hijack OFF. Fitur ini apabila ON maka alarm akan mengaktifkan fitur Anti Hijack, cara aktifnya tergantung setting fitur no 8 dan 10.
Newbie off kan karena ribet tiap kali kontak ON kudu pencet tombol Valet. Beberapa alarm ada yang tidak perlu dan hanya aktif ke mode Anti Hijack saat tekan tombol manual atau buka pintu saat mesin hidup.
10. Opening Door Anti-Hijack ON / Opening Door Anti-Hijack OFF. Fitur ini apabila ON, maka begitu pintu dibuka dengan kondisi mesin menyala, alarm akan menganggap sedang terjadi proses perampasan mobil dan alarm masuk ke mode Anti HiJack.
Newbie pilih Off karena seringnya malah melakukan buka tutup pintu saat mesin menyala. Tapi sayangnya karena alasan di no 9 yang bikin newbie ga pakai fitur anti Hijacknya.
11. Horn Chirp ON / Horn Chirp OFF; Nah ini kalau baca di manualnya mirip ke fitur no 6, tapi newbie coba-coba on / off ga ada efeknya.

Cara pakai :
1. Mengaktifkan alarm.
Tutup semua pintu dan tekan tombol Lock pada remote, maka :
* terdengar 1 kali bunyi sirine (Chirp). Apabila terdengar 3 kali maka lihat "Diagnostic group"
* lampu sein berkedip sekali.
* pintu terkunci
* Led akan berkedip menandakan alarm aktif

2. Menonaktifkan alarm.
tekan tombol Unlock pada remote, maka :
* terdengar 2 kali chirp. Apabila terdengar 4 kali chirp maka perhatikan kedipan LED dan lihat "Diagnostic group"
* lampu sein berkedip dua kali
* Pintu terbuka
* Lampu kabin menyala (kalau doomlight out dipakai - lihat bagian instalasi di atas)

3. Mematikan sirine kalau menyala (Discreet disarm mode).
Bila sirine menyala, maka tekan tombol Unlock pada remote, maka :
* Saat ini hanya sirine saja yang mati, sedangkan alarm tetap aktif dan pintu tetap terkunci.
* Untuk membuka tekan Unlock sekali lagi maka terjadi seperti cara pakai no 2 dan terdengar 4 kali chirp.

4. Buka / tutup pintu tanpa bunyi (silent).
tekan * di remote selama 3 detik, kemudian tekan lock / unlock pada remote. Lakukan step ini setiap kali mau silent, kalau mau permanent bisa set fitur no 6 dengan Siren Chirp OFF.

5. Panic mode / Search mode.
Tekan tombol Lock di remote selama 3 detik, maka selama 30 detik :
* Sirine akan menyala
* Lampu sein akan menyala berkedip
* Lampu kabin akan menyala
Untuk menghentikannnya tekan tombol Lock sekali lagi di remote.

6. Matikan alarm tanpa remote.
Gunanya apabila batere udah lemah atau remote hilang/rusak. Putar kunci kontak ke ON dan tekan tombol Valet, maka :
* Alarm akan nonaktif
* Mesin bisa dinyalakan (makanya tombol Valet letakkan di tempat tersembunyi)

7. Masuk mode Valet.
Gunanya apabila mobil mau diservice atau dicuci atau valet parking, jadi alarmnya ga jalan cuman fungsi buka tutup pintu pakai remote aja yang jalan. 
Caranya putar kunci kontak ke ON dan tekan tombol Valet sampai lampu LED menyala terus.
Maka pada saat ini lampu LED akan menyala terus (bukan berkedip)

8. Keluar mode Valet.
Fungsinya kebalikan dari no 7 yaitu agar alarm dapat berfungsi kembali.
Caranya putar kunci kontak ke ON dan tekan tombol Valet sampai lampu LED mati.
Maka alarm akan berfungsi seperti sebelumnya.

9. Diagnostic.
Apabila saat Lock / Unlock remote terdapat tambahan bunyi chirp, maka perhatikan kedipan lampu LED :
* 1 kali kedipan : terdeteksi sensor getar
* 2 kali kedipan : terdeteksi instant trigger (misal kap mesin)
* 3 kali kedipan : terdeteksi pintu dibuka

Itu aja sih yang bisa newbie sharing.... semoga membantu.

regards,
singachu

Comments
0 plus+

0 comments :

Poskan Komentar