Sabtu, 17 Juli 2010

DIY : kuras oli power steering Aerio

17 July 2010, Aerio M/T tahun 2003, odometer 65rb km lebih.

gambar 1 - Shell ATF Dextron III

Tools dan Bahan :
  • kunci no 10
  • kunci no 12
  • Tang
  • selang transparant 2 meter atau lebih (newbie pakai 3 meter tapi terlalu panjang) - Rp2000,- per meter
  • Connector 2 biji, @Rp4500an
  • Klem selang 3 buah.
  • Botol bekas yang cukup besar misal air mineral atau softdrink kemasan 2 liter.
  • Lem Araldite atau lem epoxy.
  • Botol dan Wadah penampungan oli bekas
  • Seal Tape untuk pipa ledeng/air (beli di toko bangunan) - sekitar Rp1500,-
  • Solder
  • Cutter
  • Tali/kawat untuk pengikat/penggantung botol
  • Lap
  • Kertas-kertas
  • Oli Dextron III 2 liter.
Step persiapan : Membuat alat "Transfusi Darah" untuk proses penggantian oli Power Steering. Alat ini dibuat mirip seperti Ampul untuk Infus, dibuat dari botol bekas dengan cara dibalik - tutup botol menghadap bawah.
Cara :
  • Potong selang secukupnya kira-kira 30 cm s/d 100 cm (newbie kira-kira 100cm tapi ternyata terlalu panjang - tergantung posisi penempatan waktu pengerjaan )
  • Gunakan solder untuk melubangi Tutup Botol dengan ukuran yang pas dengan selang
  • Setelah tepat, masukkan selang lewat lubang di tutup botol tadi cukup sampai masuk 0,5 cm saja.
  • Tambal sela-selanya dan Lem dengan Epoxy. Jadi fungsi Epoxy selain untuk merekatkan selang pada tutup botol, juga berfungsi sebagai sealer - Biarkan semalaman agar Lem mengeras dengan sempurna.

gambar 2 - tutup botol dipasang selang

gambar 3 - tutup botol dan drat yang dililit seal tape
  • Lubangi bagian bawah botol dengan cutter, newbie buat dua buah lubang agar bisa diikat untuk digantung, ukuran lubang dibuat cukup besar agar mudah untuk menuangkan oli lewat lubang tersebut.

gambar 4 - lubang di bawah botol
  • Lilitkan Seal Tape pada Drat di mulut botol, tujuannya agar memastikan tidak terjadi kebocoran. (Lihat gambar 3)
  • Pasangkan kembali Tutup Botolnya
  • Ujung Selang yang lain pasangkan ke Connector Selang dan pasang klem Selang, lilitkan Seal Tape bila perlu untuk memastikan tidak ada rembes di sana.
gambar 5 - connector untuk selang IN dan selang OUT


Proses Instalasi :
  • Nyalakan mesin sampai suhu operasional / rpm sudah di posisi idle
  • Matikan mesin
  • Dongkrak mobil sampai kedua roda depan terangkat dan pasang jackstand. (Pastikan mobil tidak akan menggelinding)
  • Lepas box filter udara, termasuk box filter bagian bawah - gunakan kunci T panjang no 12mm bila ingin mudah, tapi bila tidak ada bisa pakai kunci pas 12mm. Jumlah baut ada 2 biji.

gambar 6 - Baut no 12 mm untuk membuka box filter bawah

gambar 7 - Baut no 12 mm untuk membuka box filter bawah

  • Letakkan kertas-kertas untuk menutupi area di bawah selang sedemikian, tujuannya agar bila terjadi tumpahan oli power steering, jangan sampai terkena VBelt yang ada. Tapi perhatikan juga jangan sampai Kertas-kertas tadi terlibas oleh putaran VBelt.
  • Sedot oli pada tabung reservoir oli power steering, tujuannya sewaktu melepas selang OUT dan IN dari tabung oli yang tersisa tidak banyak agar meminimalisir tumpahan.

gambar 8 - kiri oli baru, kanan oli hasil sedot

  • Lepaskan tabung dari dudukan, newbie sekaligus melepas plat dudukan dari body mobil - menggunakan kunci ring no 10 mm ada 2 buah.
  • Kendorkan baut klem Pengikat Selang pada tabung reservoir (Selang dari Tabung menuju pompa power steering), persiapkan wadah di bawahnya sebelum mencabut selang dari tabung, tampung sisa-sisa oli yang masih keluar ke wadah penampungan.
  • Kendorkan klem pengikat selang yang satunya lagi menggunakan Tang (Selang yang menuju Tabung - berasal dari steering rack).
  • Lepaskan Tabung untuk nantinya dibersihkan.

gambar 9 - tabung reservoir yang dilepas

  • Pasang selang yang berasal dari botol "transfusi darah" ke selang yang menuju pompa power steering (yang klemnya memakai baut), gunakan tersebut untuk mengencangkan sambungan, pakai seal tape bila perlu untuk memastikan tidak ada bocor di sambungan
  • Pasangkan selang untuk pembuangan ke selang yang berasal dari steering rack (yang klemnya dibuka pakai Tang), pasang klem lain yang sudah disiapkan (newbie prefer pakai klem yang diulir - ditakutkan kurang kencang bila memakai klem bawaan).
  • Ujung selang pembuangan masukkan ke wadah penampung oli bekas.
  • Isi botol "transfusi darah" dengan oli Dextron III yang baru dan gantungkan ke tempat yang lebih tinggi dari posisi mesin.

gambar 10 - botol oli baru

gambar 11 - selang dari botol menuju selang pompa PS & selang dari steering rack ke penampungan

gambar 12 - dua buah konektor yang sudah terpasang

gambar 13 - konektor dari botol ke selang pompa PS

gambar 14 - konektor dari selang balik steering rack ke penampungan oli bekas

Proses kuras :
  • Setelah instalasi baik dan botol sudah diisi oli baru, maka sebagian oli akan terdorong keluar ke tempat penampungan.
  • Nyalakan mesin dan putar setir ke kanan sampai mentok dan cepat putar ke kiri sampai mentok putar lagi ke kanan dan seterusnya.
  • Perhatikan oli yang yang ada di botol jangan sampai kehabisan, segera matikan mesin bila tampak oli sudah akan habis. Tambahkan oli pada botol dan lakukan proses putar-putar setir lagi. (WARNING : oli mengalir dengan cukup cepat !!)
  • Lihat juga oli yang keluar ke tempat penampungan apakah sudah seperti warna oli baru ataukah belum.
  • Jika sudah sama maka oli lama yang ada di sistem power steering sudah tergantikan dengan oli baru.

Hmmm, newbie numpahin oli nih, gara-gara ga liat kalo botol udah penuh :

gambar 15 - ceceran oli

Proses De-instalasi alat :
  • Cuci botol reservoir, newbie lakukan dengan cara menyumbat lubang dengan jari tangan, menuang oli PS baru melalui lubang tutup pengisian, menutup lubang pengisian dengan tutupnya dan mengocok-ngocok dan dibuang. Lakukan beberapa kali.

gambar 16 - tabung reservoir perlu dibersihkan juga

  • Berikutnya, cabut selang dan langsung pasang pada tabung reservoir satu per satu. Pastikan sudah meletakkan wadah penampung untuk jaga-jaga bila ada tumpahan. 
 
gambar 17 - persiapan melepas konektor

  • Pasang kembali tabung reservoir dan pasang bautnya.
  • Isi tabung  reservoir dengan oli baru sampai batas max, pastikan tidak ada kebocoran pada sambungan selang.
  • Lakukan proses Bleeding.
  • Bersihkan ceceran yang mungkin ada, ambil semua kertas-kertas yang tadi di pasang.
  • Pasang kembali filter box, lepaskan jackstand/dongkrak, beres-beres.

Proses Bleeding.
Copy - Paste buku manual :
Air Bleeding Procedure
1) Jack up the front end of vehicle and apply safety stands.
2) Fill P/S fluid reservoir with fluid up to specified level.
NOTE:
Before starting engine, place transmission gear shift lever in “Neutral” (shift selector lever to “P” range for A/T model), and set parking brake.

3) After running engine at idling speed for 3 to 5 seconds, stop it and add fluid to satisfy specification.
4) With engine stopped, turn steering wheel to the right and left as far as it stops, repeat it a few times and fill fluid to specified level.
5) With engine running at idling speed, repeat stop-to-stop turn of steering wheel till all foams in P/S fluid reservoir are gone.
NOTE:
Make sure to bleed air completely. If air remains in fluid, P/S pump may make humming noise or steering wheel may feel heavy.
6) Finally check to make sure that fluid is filled to specified level.
Proses Bleeding secara simpelnya, adalah melakukan proses sirkulasi oli lagi dengan :
  • menyalakan mesin dan memutar-mutar setir ke kanan dan kiri
  • setelah itu cek lagi isi tabung reservoir untuk melihat adanya gelembung udara / buih
  • tambahkan oli sampai batas max bila perlu
  • ulangi lagi sampai tidak terlihat gelembung udara / buih.

Ini hasil penampungan oli bekasnya, sayang untuk yang terakhir tidak tertampung dengan baik di botol terpisah karena tercecer ke bak hijau (penampungan oli bekas yang sedianya cuman untuk jaga-jaga saja kalau botol-botol kecil luber).

gambar 18 - kiri : oli awal, tengah : pembuangan awal, kanan : pembuangan akhir

Akhirnya bisa juga kuras oli PS, dan dilakukan sendirian tanpa ada yang membantu memutar setir sembari jaga kondisi ketinggian oli di tabung oli baru. Karenanya butuh botol "transfusi darah" yang agak gede biar sekali isi bisa langsung banyak.

regards,
singachu

Comments
4 plus+

4 comments :

Poskan Komentar